Keutamaan Luar Biasa dari Perintah Menjaga Pandangan

Jum'at, 03 November 2023 - 10:24 WIB
Menjaga pandangan mata diperintahkan agama Islam agar pemeluknya terhindar dari dosa, maksiat, ataupun marabahaya lain. Foto ilustrasi/istimewa
Menjaga pandangan mata diperintahkan Allah Subhanhau wa ta'ala kepada para hamba-hambaNya. Menjaga pandangan dalam hal ini dimaksudkan untuk menjaga mata dalam memandang sesuatu yang dilarang oleh Allah Ta'ala.

Hal ini dijelaskan di dalam ayat Al-Quran sebagai berikut:

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصَٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ


“Katakanlah kepada orang orang yang beriman agar mereka menundukkan sebagian pandangannya dan menjaga kemaluannya” (QS An-Nur:30)

Ketika menjelaskan ayat ini Syaikh Ibnu Sa’di mengatakan,

عن النظر إلى العورات وإلى النساء الأجنبيات، وإلى المردان، الذين يخاف بالنظر إليهم الفتنة، وإلى زينة الدنيا التي تفتن، وتوقع في المحذور


“Tundukkanlah pandangan terhadap empat hal: Pertama, aurat orang lain (meski sesama jenis). Kedua, wanita ajnibiyah (wanita yang bukan isteri, bukan mahram). Ketiga, laki laki baby face yang melihatnya bisa . dikhawatirkan menimbulkan godaan. Keempat, kemewahan hidup dunia yang menggoda dan menjerumuskan ke dalam hal terlarang”.

Menjaga pandangan mata diperintahkan agama Islam agar pemeluknya terhindar dari dosa, maksiat, ataupun marabahaya lain. Bentuk-bentuk penjagaan Islam ini terdiri dari penjagaan atas akidah, akal, harta, jiwa dan menjaga keturunan.

Dan kewajiban menjaga pandangan mata ini, tidak hanya berlaku pada laki-laki tetapi juga pada perempuan. Dalilnya, perintah Allah Ta'ala dalam firman-Nya:

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَآئِهِنَّ أَوْ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَآئِهِنَّ أَوْ أَبْنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ إِخْوَٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ أَخَوَٰتِهِنَّ أَوْ نِسَآئِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُهُنَّ أَوِ ٱلتَّٰبِعِينَ غَيْرِ أُو۟لِى ٱلْإِرْبَةِ مِنَ ٱلرِّجَالِ أَوِ ٱلطِّفْلِ ٱلَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا۟ عَلَىٰ عَوْرَٰتِ ٱلنِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!