Zionis Internasional Memprakarsai Perang Dunia III, Islam Jadi Target!
Senin, 13 November 2023 - 05:15 WIB
Albert Pyke. Foto/Ilustrasi: Ensyclopedia of Arkansas
Sebuah dokumen mengungkap rencana Zionisme internasional memprakarsai meletusnya Perang Dunia III . Dalam butir rencana ini terjadi benturan Zionisme Politik dengan para pemimpin kaum muslimin di dunia Islam , untuk menghancurkan Islam, yang dianggapnya sebagai kekuatan terakhir, yang akan tetap melawan mereka.
"Jenderal Pyke memakai istilah Zionisme politik untuk mewujudkan pergerakan ini," tulis Willian G. Carr dalam bukunya berjudul “Yahudi Menggenggam Dunia” (Pustaka Kautsar, 1993).
Albert Pyke adalah jenderal genius berkebangsaan Amerika Serikat . Ia direkrut para dedengkot Yahudi pada tahun 1840. Tokoh ini akhirnya menjadi orang penting Yahudi. Ia merupakan pelanjut penyusun Program Konspirasi Internasional bagi Yahudi. la menjadi sesepuh penting yang punya pikiran untuk menguasai dunia dalam sebuah pemerintahan diktator di bawah pimpinan persekongkolan Zionis Internasional.
Pada masanya, Pyke menjadi pengawas pelaksana program persekongkolan Internasional. la memulai tahap baru yang disebut tahap koordinasi dan tahap rencana militer, untuk disesuaikan dengan ilmu pengetahuan modern. Pyke menempatkan persekongkolan internasional pada dua sisi, yaitu sisi rencana dan sisi ilmiah.
Baca juga: Zionisme Muncul setelah Ditemukannya Sistem Wireless dan Radio
Menurut Willian G. Carr, pengalaman panjang konseptor Freemasonry, Adam Weiz Howight yang meninggal dunia tahun 1830, dan berbagai pelajaran yang dialami oleh konspirasi Yahudi Internasional merupakan pegangan yang selalu dipakai oleh Pyke dalam gerakan jahatnya.
Selanjutnya, ujar Willian G. Carr, Pyke menyusun rencana sebagai berikut:
1. Konspirasi Yahudi Internasional beranjak dari sejumlah rencana dan proyek sebelumnya sebagai landasan dan titik tolak dari periode terakhir yang pernah dicapai.
Berdasarkan itu, sesepuh Yahudi menetapkan gerakan subversif internasional yang berpaham atheis mutlak, dan membebaskan umat manusia dari ikatan nilai-nilai moral, agar umat manusia terjerumus ke dalam kebobrokan dengan menciptakan paham ekstrem: Komunisme, Fasisme, Zionisme politik.
Menurut Willian G. Carr, untuk menopang terlaksananya usaha ini, segala kekuatan dan dana yang dimiliki oleh Yahudi harus dicurahkan ke sana, seperti kekuatan Freemasonry, jaringan subversif, sumber-sumber dana Yahudi, perusahaan, arus pemikiran atheis, untuk mendukung ketiga paham di atas, baik terang-terangan maupun secara rahasia.
Baca juga: Nazisme Produk Zionis yang Menggerakkan Senjata Jerman dan Sekutunya pada Perang Dunia
2. Langkah berikutnya adalah rencana rinci yang merupakan strategi tepat untuk menjamin tercapainya tujuan terakhir dari konspirasi, yang telah dicanangkan oleh para tokoh Yahudi, yaitu mempersiapkan terjadinya perang dunia, yang apinya akan menyala 3 kali berturut-turut.
Setelah itu, ujar Willian G. Carr, gerakan konspirasi akan memetik buah sebagai berikut:
"Jenderal Pyke memakai istilah Zionisme politik untuk mewujudkan pergerakan ini," tulis Willian G. Carr dalam bukunya berjudul “Yahudi Menggenggam Dunia” (Pustaka Kautsar, 1993).
Albert Pyke adalah jenderal genius berkebangsaan Amerika Serikat . Ia direkrut para dedengkot Yahudi pada tahun 1840. Tokoh ini akhirnya menjadi orang penting Yahudi. Ia merupakan pelanjut penyusun Program Konspirasi Internasional bagi Yahudi. la menjadi sesepuh penting yang punya pikiran untuk menguasai dunia dalam sebuah pemerintahan diktator di bawah pimpinan persekongkolan Zionis Internasional.
Pada masanya, Pyke menjadi pengawas pelaksana program persekongkolan Internasional. la memulai tahap baru yang disebut tahap koordinasi dan tahap rencana militer, untuk disesuaikan dengan ilmu pengetahuan modern. Pyke menempatkan persekongkolan internasional pada dua sisi, yaitu sisi rencana dan sisi ilmiah.
Baca juga: Zionisme Muncul setelah Ditemukannya Sistem Wireless dan Radio
Menurut Willian G. Carr, pengalaman panjang konseptor Freemasonry, Adam Weiz Howight yang meninggal dunia tahun 1830, dan berbagai pelajaran yang dialami oleh konspirasi Yahudi Internasional merupakan pegangan yang selalu dipakai oleh Pyke dalam gerakan jahatnya.
Selanjutnya, ujar Willian G. Carr, Pyke menyusun rencana sebagai berikut:
1. Konspirasi Yahudi Internasional beranjak dari sejumlah rencana dan proyek sebelumnya sebagai landasan dan titik tolak dari periode terakhir yang pernah dicapai.
Berdasarkan itu, sesepuh Yahudi menetapkan gerakan subversif internasional yang berpaham atheis mutlak, dan membebaskan umat manusia dari ikatan nilai-nilai moral, agar umat manusia terjerumus ke dalam kebobrokan dengan menciptakan paham ekstrem: Komunisme, Fasisme, Zionisme politik.
Menurut Willian G. Carr, untuk menopang terlaksananya usaha ini, segala kekuatan dan dana yang dimiliki oleh Yahudi harus dicurahkan ke sana, seperti kekuatan Freemasonry, jaringan subversif, sumber-sumber dana Yahudi, perusahaan, arus pemikiran atheis, untuk mendukung ketiga paham di atas, baik terang-terangan maupun secara rahasia.
Baca juga: Nazisme Produk Zionis yang Menggerakkan Senjata Jerman dan Sekutunya pada Perang Dunia
2. Langkah berikutnya adalah rencana rinci yang merupakan strategi tepat untuk menjamin tercapainya tujuan terakhir dari konspirasi, yang telah dicanangkan oleh para tokoh Yahudi, yaitu mempersiapkan terjadinya perang dunia, yang apinya akan menyala 3 kali berturut-turut.
Setelah itu, ujar Willian G. Carr, gerakan konspirasi akan memetik buah sebagai berikut:
Lihat Juga :