Abu Rahyan alias Al-Biruni, Ilmuwan Jenius yang Dikagumi Dunia Barat
Jum'at, 17 November 2023 - 11:25 WIB
Al Biruni disebut sebagai guru dari segala ilmu, karena beliau menguasai banyak disiplin ilmu, karena hal itu pula beliau dikagumi ilmuwan barat. Foto ilustrasi/ist.
Muhammad bin Ahmdan atau Abu Rahyan atau dikenal Al Biruni atau Al Bairuni (973-1048) adalah sosok ilmuwan muslim yang diakui kehebatan dan kejeniusannya oleh para ilmuwan barat modern. El Biruni bahkan disebut sebagai guru dari segala ilmu, karena beliau menguasai banyak disiplin ilmu.
Dunia Islam pun patut berbangga dengan kejeniusan otaknya. Al-Biruni merupakan seorang ilmuwan dengan keahlian dan pakar dalam ilmu kedokteran, filsafat, kimia, fisika, matematika, geologi, astronomi, sejarah, farmakologi, geografi, bahasa, antropologi, geodesi, penyair dan disiplin ilmu lainnya.
Meski cabang-cabang ilmu yang ia geluti telah didahului oleh tokoh besar lainnya seperti Ibnu Sina, Ibnu Haitam dan lainnya, namun kualitas analisisnya dalam beragam bidang pengetahuan begitu kuat. Lebih dari 180-an buku karyanya dijadikan rujukan bagi sarjana modern, muslim atau non muslim. Beliau pun dijuluki "Ustadz fil Ulum" atau guru dari segala ilmu.
Jika kebanyakan penemu hanya melakukan kerja menemukan sebuah teori ilmiah atau mengembangkan temuan yang sudah ada, tidak demikian dengan Al-Biruni . Dia adalah seorang ilmuwan eksperimentalis yang bukan hanya membuat teori baru terhadap sesuatu yang belum pernah diteliti oleh ilmuwan sebelumnya, tapi juga melakukan penelitian ulang terhadap teori-teori yang sudah ada.
Selain itu, mengembangkan teori-teori yang sudah mapan. Bahkan mengkritik dan mengoreksi terhadap teori yang kebanyakan sudah ada di banyak bidang ilmu pengetahuan.
Saat Abu Sa'id Sijzi menciptakan Astrolabe heliosentris yang dinilai akurat, Al-Biruni tetap membuat dan mengembangkan Astrolabenya sendiri. Hasilnya, Astrolabe yang diberi nama Al-Ustawani itu tidak hanya dapat mengukur gerak benda langit, tapi juga bisa mengukur lokasi-lokasi di bumi yang sulit dijangkau seperti pegunungan.
Biruni menyatakan bahwa jarak keliling bumi adalah 40.225 Km. Di mana penghitungan modern saat ini adalah 40.074. Dengan demikian penghitungan Al-Biruni sangat akurat, yakni mencapai ketepatan hingga 99,62 persen dan hanya menyimpang 0,38 persen saja.
Al-Biruni pernah memaparkan koordinat sangat akurat garis bujur dan lintang 600 kota penting di masanya dalam karyanya Tahdid Nihayat Al-Amakin Li-Tashih Masafat Al-Masakin (ketetapan koordinat lokasi untuk mengoreksi jarak antarkota). Semuanya lengkap dengan ukuran jarak antarlokasi dan juga arahnya menuju kiblat.
Dunia Islam pun patut berbangga dengan kejeniusan otaknya. Al-Biruni merupakan seorang ilmuwan dengan keahlian dan pakar dalam ilmu kedokteran, filsafat, kimia, fisika, matematika, geologi, astronomi, sejarah, farmakologi, geografi, bahasa, antropologi, geodesi, penyair dan disiplin ilmu lainnya.
Meski cabang-cabang ilmu yang ia geluti telah didahului oleh tokoh besar lainnya seperti Ibnu Sina, Ibnu Haitam dan lainnya, namun kualitas analisisnya dalam beragam bidang pengetahuan begitu kuat. Lebih dari 180-an buku karyanya dijadikan rujukan bagi sarjana modern, muslim atau non muslim. Beliau pun dijuluki "Ustadz fil Ulum" atau guru dari segala ilmu.
Jika kebanyakan penemu hanya melakukan kerja menemukan sebuah teori ilmiah atau mengembangkan temuan yang sudah ada, tidak demikian dengan Al-Biruni . Dia adalah seorang ilmuwan eksperimentalis yang bukan hanya membuat teori baru terhadap sesuatu yang belum pernah diteliti oleh ilmuwan sebelumnya, tapi juga melakukan penelitian ulang terhadap teori-teori yang sudah ada.
Selain itu, mengembangkan teori-teori yang sudah mapan. Bahkan mengkritik dan mengoreksi terhadap teori yang kebanyakan sudah ada di banyak bidang ilmu pengetahuan.
Saat Abu Sa'id Sijzi menciptakan Astrolabe heliosentris yang dinilai akurat, Al-Biruni tetap membuat dan mengembangkan Astrolabenya sendiri. Hasilnya, Astrolabe yang diberi nama Al-Ustawani itu tidak hanya dapat mengukur gerak benda langit, tapi juga bisa mengukur lokasi-lokasi di bumi yang sulit dijangkau seperti pegunungan.
Temuan yang Mengagumkan
Salah satu temuan orisinil dari Al-Biruni adalah penghitungannya terhadap panjang lingkar bumi. Di mana Abad ke 11, Eropa masih meraba-raba antara kebenaran teori bumi bulat atau bumi datar.Biruni menyatakan bahwa jarak keliling bumi adalah 40.225 Km. Di mana penghitungan modern saat ini adalah 40.074. Dengan demikian penghitungan Al-Biruni sangat akurat, yakni mencapai ketepatan hingga 99,62 persen dan hanya menyimpang 0,38 persen saja.
Al-Biruni pernah memaparkan koordinat sangat akurat garis bujur dan lintang 600 kota penting di masanya dalam karyanya Tahdid Nihayat Al-Amakin Li-Tashih Masafat Al-Masakin (ketetapan koordinat lokasi untuk mengoreksi jarak antarkota). Semuanya lengkap dengan ukuran jarak antarlokasi dan juga arahnya menuju kiblat.
- Bidang Sastra dan Bahasa
Dalam bidang sastra dan bahasa, Al-Biruni menulis Fi Tahqiq Ma Li Al-Hind Min Maqola Maqbula Fi al-'Aql Aw Mardhula. Saat berada di India, ia menerjemahkan buku-buku Sanskerta ke bahasa Arab. Sebaliknya, ia juga menerjemahkan buku bahasa Arab dan Yunani ke Sanskerta.Lihat Juga :