Tadabbur Al-Hijr Ayat 9: Jaminan Allah Terhadap Kemurnian Al-Qur'an dan Penjagaan-Nya
Selasa, 05 Desember 2023 - 21:46 WIB
Jaminan Allah terhadap kesucian dan pemeliharaan Al-Quran ditegaskan dalam firman-Nya Surat Al-Hijr Ayat 9. Foto/ist
Keagungan kitab suci Al-Qur'an dan segala mukjizat yang ada di dalamnya wajib diimani setiap muslim. Al-Qur'an adalah Kalamullah (firman Allah) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ sekaligus penyempurna kitab-kitab sebelumnya.
Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Rasulullah ﷺ secara bertahap lewat perantara Malaikat Jibril yaitu selama kurang lebih 23 tahun (13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah). Al-Qur'an diturunkan sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia.
Sebagaimana Al-Qur'an adalah Kalam Allah maka Dia menjamin kemurnian dan kesuciannya dan Dia pula yang memeliharanya. Jaminan Allah terhadap pemeliharaan Al-Qur'an ditegaskan dalam firman-Nya:
Innaa Nahnu nazalnazd dzikra wa innaa lahuu lahaafizhuun.
Artinya: "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya." (QS. Al-Hijr Ayat 9)
Ayat lain yang menegaskan jaminan pemeliharaan tersebut: "Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya. (QS as-Shaff Ayat 8)
Mengenai jaminan Allah terhadap kesucian dan kemurnian Al-Qur'an terbukti dengan memperhatikan dan mempelajari sejarah turunnya Al-Qur'an. Cara-cara yang dilakukan Nabi ﷺ ketika menyiarkan, memelihara, dan membetulkan bacaan para sahabat. Kemudian usaha pemeliharaan Al-Qur'an ini dilanjutkan oleh para sahabat, tabiin, dan oleh setiap generasi kaum Muslimin yang datang sesudahnya, sampai sekarang ini.
Bukti Al-Qur'an Dijaga Allah
Untuk mengetahui dan membuktikan bahwa Al-Qur'an terpelihara kemurniannya diterangkan dalam sejarah Al-Qur'an, baik di masa Rasulullah, maupun di zaman sahabat. Di sisi lain otentisitas Al-Qur'an dapat dilacak dari sejarah penulisan dan bacaannya.
Dalam tafsir ringkas Kemenag dijelaskan, Al-Qur'an diturunkan secara berangsurkepada Nabi dalam waktu kurang lebih 23 tahun. Setiap turun ayat, Beliau menyuruh para sahabatnya menghafal dan menuliskannya di batu, kulit binatang, dan pelepah kurma. Nabi memiliki beberapa sahabat yang bertugas menulis wahyu dan mendampingi beliau ketika turun ayat. Di antara Zaid bin sabit, Ali bin Abi thalib, Utsman bin 'Affan, Ubay bin Ka'ab, dan lainnya.
Setiap ayat turun, Nabi menjelaskan kepada para penulis wahyu di bagian mana dari ayat-ayat yang turun lebih dulu atau di surah apa ayat itu diletakkan dan ditulis. Beliau melarang para sahabat menulis selain Al-Qur'an, baik itu penjelasannya yang menjadi tafsir dari ayat atau keterangan yang ditulis oleh para sahabat itu sendiri. Seperti diriwayatkan Abu Sa'id al-Khudri: "Jangan kalian menulis dariku apapun selain Al-Qur'an. Barang siapa yang menulis selain Al-Qur'an, hendaklah dia menghapusnya." (HR Muslim)
Ada tiga faktor yang membantu menjaga kelestarian tulisan dan bacaan Al-Qur'an:
Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Rasulullah ﷺ secara bertahap lewat perantara Malaikat Jibril yaitu selama kurang lebih 23 tahun (13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah). Al-Qur'an diturunkan sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia.
Sebagaimana Al-Qur'an adalah Kalam Allah maka Dia menjamin kemurnian dan kesuciannya dan Dia pula yang memeliharanya. Jaminan Allah terhadap pemeliharaan Al-Qur'an ditegaskan dalam firman-Nya:
اِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا الذِّكۡرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰـفِظُوۡنَ
Innaa Nahnu nazalnazd dzikra wa innaa lahuu lahaafizhuun.
Artinya: "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya." (QS. Al-Hijr Ayat 9)
Ayat lain yang menegaskan jaminan pemeliharaan tersebut: "Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya. (QS as-Shaff Ayat 8)
Mengenai jaminan Allah terhadap kesucian dan kemurnian Al-Qur'an terbukti dengan memperhatikan dan mempelajari sejarah turunnya Al-Qur'an. Cara-cara yang dilakukan Nabi ﷺ ketika menyiarkan, memelihara, dan membetulkan bacaan para sahabat. Kemudian usaha pemeliharaan Al-Qur'an ini dilanjutkan oleh para sahabat, tabiin, dan oleh setiap generasi kaum Muslimin yang datang sesudahnya, sampai sekarang ini.
Bukti Al-Qur'an Dijaga Allah
Untuk mengetahui dan membuktikan bahwa Al-Qur'an terpelihara kemurniannya diterangkan dalam sejarah Al-Qur'an, baik di masa Rasulullah, maupun di zaman sahabat. Di sisi lain otentisitas Al-Qur'an dapat dilacak dari sejarah penulisan dan bacaannya.
Dalam tafsir ringkas Kemenag dijelaskan, Al-Qur'an diturunkan secara berangsurkepada Nabi dalam waktu kurang lebih 23 tahun. Setiap turun ayat, Beliau menyuruh para sahabatnya menghafal dan menuliskannya di batu, kulit binatang, dan pelepah kurma. Nabi memiliki beberapa sahabat yang bertugas menulis wahyu dan mendampingi beliau ketika turun ayat. Di antara Zaid bin sabit, Ali bin Abi thalib, Utsman bin 'Affan, Ubay bin Ka'ab, dan lainnya.
Setiap ayat turun, Nabi menjelaskan kepada para penulis wahyu di bagian mana dari ayat-ayat yang turun lebih dulu atau di surah apa ayat itu diletakkan dan ditulis. Beliau melarang para sahabat menulis selain Al-Qur'an, baik itu penjelasannya yang menjadi tafsir dari ayat atau keterangan yang ditulis oleh para sahabat itu sendiri. Seperti diriwayatkan Abu Sa'id al-Khudri: "Jangan kalian menulis dariku apapun selain Al-Qur'an. Barang siapa yang menulis selain Al-Qur'an, hendaklah dia menghapusnya." (HR Muslim)
Ada tiga faktor yang membantu menjaga kelestarian tulisan dan bacaan Al-Qur'an:
Lihat Juga :