Cara Makan Rasulullah SAW dan Lauk Pauk yang Disukai Beliau
Senin, 10 Agustus 2020 - 19:23 WIB
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam tak hanya teladan dalam urusan ibadah, Beliau juga sosok panutan dalam urusan makan dan minum. Foto/dok myhealth.gov.my
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) adalah sosok teladan dalam segala hal. Tidak ada dalam diri seseorang yang tersimpan kesempurnaan kecuali ada pada diri Rasulullah SAW .
Dalam Kitab Asy-Syamail Imam At-Tirmidzi dijelaskan bagaimana cara makan dan minum Rasulullah SAW . Salah satu sunnah beliau adalah menjilati jari jemarinya (sehabis makan) tiga kali. Yang dimaksud jari yang tiga yaitu jari tengah, jari telunjuk dan ibu jari. [Baca Juga: Cara Makan Rasulullah yang Patut Diteladani (1) ]
Lauk Pauk yang Disukai Rasulullah SAW
Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: "Saus yang paling enak adalah cuka". Beliau juga bersabda: "Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya. Sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi".
Nabi SAW juga menggemari buah labu. Pada suatu hari beliau diberi makanan itu, atau diundang untuk makan makanan itu (labu). Aku pun mengikutinya, maka makanan itu (labu) kuletakkan di hadapannya, karena aku tahu beliau menggemarinya. (Dari Qatadah yang bersumber dari Anas bin Malik RA)
Beliau SAW juga menyukai kue-kue manis (manisan) dan madu . Ketika Nabi diberi makan daging, maka diambilkan baginya bagian dzir'an. Bagian dzir'an kesukaannya. Maka Rasulullah SAW mencicipi sebagian daripadanya. Dzir'an adalah bagian tubuh binatang dari dengkul sampai bagian kaki.
"Daging yang paling baik adalah punggung". (Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad, dari Mis'ar, dari Syaikhan, dari Fahm,yang bersumber dari Abdullah bin Ja'far RA). [Baca Juga: Inilah Makanan yang Disukai Rasulullah SAW (1) ]
Disebutkan dalam kitab tersebut, keluarga Nabi SAW juga menyukai roti. Akan tetapi tidak pernah makan roti sya'ir sampai kenyang dua hari berturut-turut hingga beliau wafat". Sya'ir, khintah dan bur, semuanya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan gandum, sedangkan sya'ir merupakan gandum yang paling rendah mutunya. Kadang kala ia dijadikan makanan ternak, namun dapat pula dihaluskan untuk makanan manusia. Roti yang terbuat dari sya'ir kurang baik mutunya sya'ir lebih dekat kepada jelai daripada gandum.
Rasulullah SAW tidak pernah makan di atas meja dan tidak pernah makan roti gandum yang halus, hingga wafatnya. Adapun buah yang dimakan Rasulullah SAW adalah qitsa dengan kurma (yang baru masak). Qitsa adalah sejenis buah-buahan yang mirip mentimun tetapi ukurannya lebih besar (Hirbis). "Sesungguhnya Nabi SAW memakan semangka dengan kurma (yang baru masak)".
Cara Minum Rasulullah SAW
Dalam Kitab Asy-Syamail Imam At-Tirmidzi dijelaskan bagaimana cara makan dan minum Rasulullah SAW . Salah satu sunnah beliau adalah menjilati jari jemarinya (sehabis makan) tiga kali. Yang dimaksud jari yang tiga yaitu jari tengah, jari telunjuk dan ibu jari. [Baca Juga: Cara Makan Rasulullah yang Patut Diteladani (1) ]
Lauk Pauk yang Disukai Rasulullah SAW
Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: "Saus yang paling enak adalah cuka". Beliau juga bersabda: "Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya. Sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi".
Nabi SAW juga menggemari buah labu. Pada suatu hari beliau diberi makanan itu, atau diundang untuk makan makanan itu (labu). Aku pun mengikutinya, maka makanan itu (labu) kuletakkan di hadapannya, karena aku tahu beliau menggemarinya. (Dari Qatadah yang bersumber dari Anas bin Malik RA)
Beliau SAW juga menyukai kue-kue manis (manisan) dan madu . Ketika Nabi diberi makan daging, maka diambilkan baginya bagian dzir'an. Bagian dzir'an kesukaannya. Maka Rasulullah SAW mencicipi sebagian daripadanya. Dzir'an adalah bagian tubuh binatang dari dengkul sampai bagian kaki.
"Daging yang paling baik adalah punggung". (Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad, dari Mis'ar, dari Syaikhan, dari Fahm,yang bersumber dari Abdullah bin Ja'far RA). [Baca Juga: Inilah Makanan yang Disukai Rasulullah SAW (1) ]
Disebutkan dalam kitab tersebut, keluarga Nabi SAW juga menyukai roti. Akan tetapi tidak pernah makan roti sya'ir sampai kenyang dua hari berturut-turut hingga beliau wafat". Sya'ir, khintah dan bur, semuanya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan gandum, sedangkan sya'ir merupakan gandum yang paling rendah mutunya. Kadang kala ia dijadikan makanan ternak, namun dapat pula dihaluskan untuk makanan manusia. Roti yang terbuat dari sya'ir kurang baik mutunya sya'ir lebih dekat kepada jelai daripada gandum.
Rasulullah SAW tidak pernah makan di atas meja dan tidak pernah makan roti gandum yang halus, hingga wafatnya. Adapun buah yang dimakan Rasulullah SAW adalah qitsa dengan kurma (yang baru masak). Qitsa adalah sejenis buah-buahan yang mirip mentimun tetapi ukurannya lebih besar (Hirbis). "Sesungguhnya Nabi SAW memakan semangka dengan kurma (yang baru masak)".
Cara Minum Rasulullah SAW
Lihat Juga :