Benarkah kufur Nikmat Termasuk Dosa Besar? Begini Penjelasannya

Rabu, 21 Februari 2024 - 10:44 WIB
Kufur nikmat dikategorikan sebagai tindakan tindakan pengingkaran terhadap nikmat-nikmat yang diberikan oleh Allah kepada manusia, semoga kita dijauhkan dari perbuatan tersebut. Foto ilustrasi/ist
Dalam Islam, kufur nikmat dikategorikan sebagai tindakan pengingkaran terhadap nikmat-nikmat yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Ini berarti tidak menghargai anugerah tersebut dan bahkan memanfaatkannya untuk melakukan dosa atau perbuatan buruk. Karenanya kufur nikmat termasuk di antara dosa-dosa besar yang azab dan siksaannya sangat berat di akhirat nanti.

Allah ta’ala berfirman,

أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ


“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu.” (Qs. Lukman : 14)

Nabi Shallalahu alaihi wa sallam bersabda,



لَا يَشْكُرُ اللهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ


“Tidak akan bersyukur kepada Allah orang yang tidak bersyukur kepada manusia”

Sebagian ulama Salaf mengatakan, “Kufur nikmat termasuk di antara dosa-dosa besar, dan sebagai bentuk mensyukuri nikmatnya dapat dilakukan dengan balasan (dibalas kembali) atau dengan (memanjatkan) doa.”

Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin Rahimahullah berkata, Nabi Muhammad Shallalahu alaihi wa sallam telah bersabda,

“Barangsiapa yang telah menerima kebaikan dari orang lain, kemudian ia berkata kepadanya, “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, “ maka ia telah memujinya setinggi-tingginya.”

Jika seseorang telah berbuat kebaikan kepadamu, baik dengan harta, sebuah bantuan, ilmu, nasehat atau yang lainnya, maka Nabi Shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan untuk membalas kepadanya, maka beliau bersabda, “Ketika kalian menerima sebuah kebaikan dari seseorang, maka balaslah.”

Kufur Nikmat dalam Al Qur'an

Kufur nikmat berbeda dengan empat jenis kufur yang terkandung dalam Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 6.

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ سَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ


Artinya: Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.

Kufur nikmat sebagaimana keterangan Imam Al-Baghawi dalam tafsirnya Ma’alimut Tanzil tidak termasuk ke dalam empat kekufuran secara akidah: kufur ingkar, kufur juhud, kufur inad, dan kufur nifaq.

Orang yang beriman sekalipun dapat terjerumus ke dalam sikap kufur nikmat. Orang yang beriman sekalipun dapat mengingkari pemberian Allah SWT dengan meremehkan berbagai anugerah yang ia terima.

Meskipun tidak tergolong ke dalam kufur secara aqidah, kufur nikmat tidak dapat dianggap kecil. Kufur nikmat merupakan tindakan tercela yang dapat mendatangkan azab yang hebat sebagaimana keterangan pada Surat Ibrahim ayat 7:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ


Artinya, “(Ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan maklumat, ‘Sungguh jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu. Tetapi jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat,’” (QS Ibrahim : 7).
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
Halaman :
cover top ayah
فَلَا تَحۡسَبَنَّ اللّٰهَ مُخۡلِفَ وَعۡدِهٖ رُسُلَهٗؕ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيۡزٌ ذُوۡ انْتِقَامٍؕ (٤٧) يَوۡمَ تُبَدَّلُ الۡاَرۡضُ غَيۡرَ الۡاَرۡضِ وَالسَّمٰوٰتُ‌ وَبَرَزُوۡا لِلّٰهِ الۡوَاحِدِ الۡقَهَّارِ‏ (٤٨)
Maka karena itu jangan sekali-kali kamu mengira bahwa Allah mengingkari janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya. Sungguh, Allah Mahaperkasa dan mempunyai pembalasan. Yaitu pada hari ketika bumi diganti dengan bumi yang lain dan demikian pula langit, dan mereka (manusia) berkumpul di Padang Mahsyar menghadap Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa.

(QS. Ibrahim Ayat 47-48)
cover bottom ayah
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More