Salat Tarawih Tanpa Ba’diyah Isya, Bolehkah?
Jum'at, 15 Maret 2024 - 15:09 WIB
Sejumlah ulama memandang bahwa orang-orang salat tarawih tapi meninggalkan salat sunnah ba’diyah Isya sebenarnya cukup rugi. Alasannya karena pahala tarawih tidak bisa mengalahkan salat badiyah isya yang termasuk salat rawatib. Foto ilustrasi/ist
Salat tarawih menjadi salah satu amalan yang hanya bisa dilakukan ketika memasuki bulan Ramadan. Meski berstatus ibadah sunnah, salat tarawih memiliki keutamaan dan pahala yang melimpah.
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah bersabda: "Barangsiapa yang salat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu. (HR. Bukhari No. 37, Muslim No. 759)
Melihat keutamaan dan ganjaran yang besar, umat Muslim sangat dianjurkan untuk melaksanakan salat tarawih. Dilakukan setelah salat isya, masing-masing bisa memilih untuk mendirikannya sebanyak 11 atau 23 rakaat (termasuk witir) sesuai keyakinan.
Terlepas dari keutamaannya, sering muncul berbagai pembahasan terkait salat tarawih. Salah satunya adalah terkait hukum melaksanakan tarawih tanpa melakukan salat sunnah ba’diyah Isya terlebih dahulu. Jika demikian, apakah tetap diperbolehkan?
Jadi, sejumlah ulama memandang bahwa orang-orang salat tarawih tapi meninggalkan salat sunnah ba’diyah Isya sebenarnya cukup rugi. Alasannya tentu karena pahala tarawih tidak bisa mengalahkan salat ba'diyah isya yang masuk golongan salat rawatib.
Hal ini pernah disampaikan oleh ulama kondang Buya Yahya dalam salah satu tausiyahnya yang diunggah melalui kanal YouTube Al Bahjah TV. Pada sebuah unggahan berjudul “Ikut Taraweh Tapi Tidak Salat Ba’diyah Isya” yang tayang pada 23 Mei 2018, Buya Yahya memberikan pandangannya.
“Salat ba'diyah isya itu pahalanya lebih besar daripada salat tarawih. Anehnya, meninggalkan ba'diyah isya lalu dia melakukan salat tarawih. Lebih bagus salat ba'diyah isyanya' ucap Buyah Yahya seperti dikutip dari kanal YouTube Al Bahjah TV, Jumat (15/3/2024).
Lebih jauh, Buya Yahya mengatakan bahwa jika kondisi seperti di atas terjadi, kemungkinan orang yang bersangkutan memang tidak mengetahuinya.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah bersabda: "Barangsiapa yang salat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu. (HR. Bukhari No. 37, Muslim No. 759)
Melihat keutamaan dan ganjaran yang besar, umat Muslim sangat dianjurkan untuk melaksanakan salat tarawih. Dilakukan setelah salat isya, masing-masing bisa memilih untuk mendirikannya sebanyak 11 atau 23 rakaat (termasuk witir) sesuai keyakinan.
Terlepas dari keutamaannya, sering muncul berbagai pembahasan terkait salat tarawih. Salah satunya adalah terkait hukum melaksanakan tarawih tanpa melakukan salat sunnah ba’diyah Isya terlebih dahulu. Jika demikian, apakah tetap diperbolehkan?
Bolehkah Salat Tarawih Tanpa Ba’diyah Isya?
Hukum melakukan salat tarawih tanpa melaksanakan ba’diyah Isya’ adalah diperbolehkan. Kendati begitu, perlu diketahui bahwa salat ba’diyah Isya sebenarnya lebih utama karena termasuk salat sunah Rawatib.Jadi, sejumlah ulama memandang bahwa orang-orang salat tarawih tapi meninggalkan salat sunnah ba’diyah Isya sebenarnya cukup rugi. Alasannya tentu karena pahala tarawih tidak bisa mengalahkan salat ba'diyah isya yang masuk golongan salat rawatib.
Hal ini pernah disampaikan oleh ulama kondang Buya Yahya dalam salah satu tausiyahnya yang diunggah melalui kanal YouTube Al Bahjah TV. Pada sebuah unggahan berjudul “Ikut Taraweh Tapi Tidak Salat Ba’diyah Isya” yang tayang pada 23 Mei 2018, Buya Yahya memberikan pandangannya.
“Salat ba'diyah isya itu pahalanya lebih besar daripada salat tarawih. Anehnya, meninggalkan ba'diyah isya lalu dia melakukan salat tarawih. Lebih bagus salat ba'diyah isyanya' ucap Buyah Yahya seperti dikutip dari kanal YouTube Al Bahjah TV, Jumat (15/3/2024).
Lebih jauh, Buya Yahya mengatakan bahwa jika kondisi seperti di atas terjadi, kemungkinan orang yang bersangkutan memang tidak mengetahuinya.
Lihat Juga :