Misteri Jendela di Depan Makam Nabi Muhammad SAW yang Selalu Terbuka sejak 1.400 Tahun Silam
Kamis, 23 Mei 2024 - 13:35 WIB
Jendela yang selalu terbuka hampir 1400 tahun lalu dan tidak pernah ditutup ini menghadap langsung makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi. Foto andryanto wisnuwidodo/SINDOnews
Misteri jendela yang selalu terbuka menghadap langsung makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi.Jendela besar itu selalu terbuka dan tak pernah tertutup sejak 1.400 tahun yang lalu.
Sindonews menyempatkan untuk mengabadikan jendela tidak pernah tertutup tersebut saat menyampaikan salam perpisahan kepada Rasulullah SAW di tengah berziarah di Masjid Nabawi . Hingga kini, tak seorang pun berani menutup jendela itu.
Konon, jendela yang selalu terbuka itu mengabadikan sebuah janji seorang ayah kepada putrinya. Para peziarah tak mengetahui mengapa jendela besar itu selalu terbuka.
Kisah jendela yang selalu terbuka di belakang Makam Nabi SAW berawal pada saat perluasan Masjid Nabawi yang kedua. Peristiwa itu terjadi pada tahun 17 H. Saat itu jumlah kaum Muslimin meningkat tajam karena meluasnya wilayah kekuasaan Islam atau yang dikenal dengan istilahfutuhat.
Para peziarah ke Masjid Nabawi membeludak. Masjid Nabawi pun tak mampu lagi menampung jemaah. Karena itu, Khalifah Umar bin al-Khaththab menginisiasi perluasan masjid.
Namun, sang Khalifah menemukan kendala saat perluasan Masjid Nabawi. Kendala itu keberadaan rumah putri sang Khalifah sendiri, Hafshah Binti Umar.
Hafshah adalah Ummul Mukminin, salah seorang istri Rasulullah SAW. Rumah Hafshah Binti Umar berada persis bersebelahan (bagian selatan) dengan Makam Nabi. Di tempat itulah para peziarah berhenti untuk mengucapkan salam kepada Rasulullah SAW.
Tempat itu adalah kamar Hafshah. Di tempat itulah Hafshah dahulu menemani Rasulullah SAW saat tidur bersamanya. Namun, untuk kepentingan perluasan, kamar yang penuh kenangan bersama Rasulullah SAW itu harus dirobohkan.
Bagaimana cara membujuk Hafshah agar mau merelakan kamar itu untuk perluasan masjid. Maukah Hafshah Binti Umar pindah ke tempat lain, meninggalkan tempat yang penuh kisah bersama Baginda Rasul?
Khalifah Umar bin al-Khaththab menemui putrinya Hafshah untuk menyampaikan rencana tersebut. Hafshah menangis sekeras-kerasnya dan menolak untuk meninggalkan rumahnya.
Sindonews menyempatkan untuk mengabadikan jendela tidak pernah tertutup tersebut saat menyampaikan salam perpisahan kepada Rasulullah SAW di tengah berziarah di Masjid Nabawi . Hingga kini, tak seorang pun berani menutup jendela itu.
Konon, jendela yang selalu terbuka itu mengabadikan sebuah janji seorang ayah kepada putrinya. Para peziarah tak mengetahui mengapa jendela besar itu selalu terbuka.
Kisah jendela yang selalu terbuka di belakang Makam Nabi SAW berawal pada saat perluasan Masjid Nabawi yang kedua. Peristiwa itu terjadi pada tahun 17 H. Saat itu jumlah kaum Muslimin meningkat tajam karena meluasnya wilayah kekuasaan Islam atau yang dikenal dengan istilahfutuhat.
Para peziarah ke Masjid Nabawi membeludak. Masjid Nabawi pun tak mampu lagi menampung jemaah. Karena itu, Khalifah Umar bin al-Khaththab menginisiasi perluasan masjid.
Namun, sang Khalifah menemukan kendala saat perluasan Masjid Nabawi. Kendala itu keberadaan rumah putri sang Khalifah sendiri, Hafshah Binti Umar.
Hafshah adalah Ummul Mukminin, salah seorang istri Rasulullah SAW. Rumah Hafshah Binti Umar berada persis bersebelahan (bagian selatan) dengan Makam Nabi. Di tempat itulah para peziarah berhenti untuk mengucapkan salam kepada Rasulullah SAW.
Tempat itu adalah kamar Hafshah. Di tempat itulah Hafshah dahulu menemani Rasulullah SAW saat tidur bersamanya. Namun, untuk kepentingan perluasan, kamar yang penuh kenangan bersama Rasulullah SAW itu harus dirobohkan.
Bagaimana cara membujuk Hafshah agar mau merelakan kamar itu untuk perluasan masjid. Maukah Hafshah Binti Umar pindah ke tempat lain, meninggalkan tempat yang penuh kisah bersama Baginda Rasul?
Khalifah Umar bin al-Khaththab menemui putrinya Hafshah untuk menyampaikan rencana tersebut. Hafshah menangis sekeras-kerasnya dan menolak untuk meninggalkan rumahnya.
Lihat Juga :