Keragaman Profil 88.987 Jemaah Haji Indonesia yang Berangkat ke Madinah dari Gelombang I

Minggu, 26 Mei 2024 - 20:34 WIB
Pemberangkatan jemaah haji Indonesia pada Gelombang I sudah selesai. Pada tahap ini, jemaah terbang dari embarkasi di Tanah Air menuju Bandara AMAA Madinah. Foto/SINDOnews/Andryanto Wisnuwidodo
MADINAH - Pemberangkatan jemaah haji Indonesia pada Gelombang I sudah selesai. Pada tahap ini, jemaah terbang dari embarkasi di Tanah Air menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Fase ini berlangsung dari 12-24 Mei 2024.

Kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG-01) sebagai pembuka kedatangan di Madinah dan kloter 42 Embarkasi Solo (SOC-42) sebagai penutup. Data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat total ada 88.987 jemaah haji reguler yang berangkat ke Madinah dan tergabung dalam 229 kloter. Dari jumlah itu, ada 14 jemaah haji yang wafat.

Baca juga: Cegah Jemaah Ilegal, Arab Saudi Luncurkan Paket Haji Satu Hari untuk Warga Makkah

“Penyelenggaraan haji Indonesia bisa kita sebut sebagai proses mobilisasi masyarakat sipil terbesar di dunia. Kompleksitas tantangannya sangat tinggi dan itu tercermin dari keberagamaan profil jemaah haji Indonesia, baik dari sisi pendidikan, profesi, kesehatan, termasuk pengalaman bepergian,” ujar Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie di Jakarta, Minggu (26/5/2024).

“Tugas para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tentu tidak ringan. Tapi mereka memang dilatih dan disiapkan untuk bisa melayani dengan baik seluruh jemaah haji Indonesia dengan keragaman profilnya,” jelas Anna.

Keragaman profil 88.987 jemaah yang berangkat ke Madinah pada fase gelombang pertama, dapat dilihat dari data berikut:

a. Dari jenis kelamin, 39.811 jemaah laki-laki (44,7%) dan 49.176 jemaah perempuan (55,3%).

b. Sebanyak 87.673 jemaah (98,52%) belum berhaji, hanya 1.314 orang (1,48%) yang sudah pernah berhaji.

c. Mayoritas jemaah haji Indonesia yang berangkat pada gelombang I berpendidikan SD (26.025), disusul SMA (22.541), S1 (21.593), dan SMP (10.126). Sisanya, berpendidikan diploma, S2, S3, dan lainnya.

d. Dari sisi kesehatan, sebanyak 68.781 masuk kategori jemaah dengan risiko tinggi (77%), terbanyak pada rentang usia 60-70 tahun (23.856) dan 50-60 tahun (21.641).

e. Ada 59 jemaah disabilitas, 24 laki-laki dan 35 perempuan, terbanyak dari Embarkasi Solo (10 orang). Dari 59 disabilitas ini, ada 51 jemaah yang masuk kategori risti.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!