Jemaah Haji Wajib Tahu! Inilah Tata Cara Wukuf di Arafah
Rabu, 04 Juni 2025 - 12:41 WIB
Tata cara Wukuf di Arafah ini penting diketahui para jemaah haji, karena Wukuf di Arafah termasuk rukun haji yang wajib dilaksanakan. Foto istimewa
Pelaksanaan ibadah haji masih terus berlangsung dan puncak ibadah ini adalah Wukuf di Arafah . Nah, tata cara Wukuf di Arafah ini penting diketahui para jemaah haji, karena Wukuf di Arafah termasuk rukun haji yang wajib dilaksanakan. Jika wukuf tak dilaksanakan, maka ibadah haji yang dilakukan akan dianggap tidak sah.
Wukuf sendiri merupakan kegiatan berdiam diri di Padang Arafah. Kegiatan ini harus dilakukan meski hanya sejenak dan boleh dilakukan dalam keadaan apa pun, baik dalam keadaan bangun atau tidur, duduk atau berdiri, serta diam atau bergerak.
Dijelaskan dalam buku 'Tuntunan Lengkap Rukun Islam Doa' karya Dr. Moch. Syarif Hidayatullah, waktu wukuf di Arafah adalah sejak tergelincirnya matahari pada 9 Dzulhijjah sampai terbitnya fajar pada 10 Dzulhijjah.
Jika seseorang memulai wukuf di siang hari, ia wajib menyempurnakan wukufnya sampai matahari terbenam. Namun, jika wukuf dilakukan di malam hari, tidak ada ketentuan untuk memperpanjang wukufnya.
Lantas, bagaimana tata cara wukuf di Arafah ini? Dalam melaksanakan Wukuf di Arafah, tidak memiliki niat khusus, sebab niatnya sudah termasuk dalam niat ihram haji. Meski demikian, terdapat tata cara wukuf yang wajib diikuti jemaah haji .
Dikutip dari buku 'Pintar Agama Islam' karya Abu Aunillah Al-Baijury, berikut tata cara Wukuf di Arafah ini :
Artinya: “Ya Allah, hanya kepada Engkau-lah aku menghadap, dengan Engkau-lah aku berpegang teguh, dan kepada Engkau-lah aku menyerah diri. Ya Allah, jadikanlah aku di antara orang yang hari ini Engkau banggakan di hadapan malaikat-Mu. Sesungguhnya, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Baca juga: Jadwal Haji 2025 Resmi Dirilis, Simak Tanggal Keberangkatan dan Kepulangan Jamaah Indonesia
Wukuf sendiri merupakan kegiatan berdiam diri di Padang Arafah. Kegiatan ini harus dilakukan meski hanya sejenak dan boleh dilakukan dalam keadaan apa pun, baik dalam keadaan bangun atau tidur, duduk atau berdiri, serta diam atau bergerak.
Dijelaskan dalam buku 'Tuntunan Lengkap Rukun Islam Doa' karya Dr. Moch. Syarif Hidayatullah, waktu wukuf di Arafah adalah sejak tergelincirnya matahari pada 9 Dzulhijjah sampai terbitnya fajar pada 10 Dzulhijjah.
Jika seseorang memulai wukuf di siang hari, ia wajib menyempurnakan wukufnya sampai matahari terbenam. Namun, jika wukuf dilakukan di malam hari, tidak ada ketentuan untuk memperpanjang wukufnya.
Lantas, bagaimana tata cara wukuf di Arafah ini? Dalam melaksanakan Wukuf di Arafah, tidak memiliki niat khusus, sebab niatnya sudah termasuk dalam niat ihram haji. Meski demikian, terdapat tata cara wukuf yang wajib diikuti jemaah haji .
Dikutip dari buku 'Pintar Agama Islam' karya Abu Aunillah Al-Baijury, berikut tata cara Wukuf di Arafah ini :
1. Jemaah haji berada di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah saat matahari tergelincir atau pukul 12.00 siang.
2. Saat tiba di Padang Arafah, dianjurkan untuk membaca doa berikut:
Allahumma ilaika tawajjahtu wa bika’tashamtu wa ‘alaika tawakkaltu. Allahummaj’alnii mimman tubaahii bihil yauma malaa-ikataka innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.Artinya: “Ya Allah, hanya kepada Engkau-lah aku menghadap, dengan Engkau-lah aku berpegang teguh, dan kepada Engkau-lah aku menyerah diri. Ya Allah, jadikanlah aku di antara orang yang hari ini Engkau banggakan di hadapan malaikat-Mu. Sesungguhnya, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
3. Salat Zuhur dan Ashar dengan cara dijamak takdim.
Jika salat dilakukan berjamaah, imam disunnahkan memberikan khutbah wukuf, seru-seruan, dan doa-doa yang dibaca ketika wukuf.Baca juga: Jadwal Haji 2025 Resmi Dirilis, Simak Tanggal Keberangkatan dan Kepulangan Jamaah Indonesia
Lihat Juga :