Ucapan Burung Ketiga, Penjahat, Malaikat Jibril, dan Niat Baik

Selasa, 25 Agustus 2020 - 06:26 WIB
Sirmugh. Foto/Ilustrasi/Wikipedia
Musyawarah Burung (1184-1187) karya Faridu'd-Din Abu Hamid Muhammad bin Ibrahim atau Attar dalam gaya sajak alegoris ini, melambangkan kehidupan dan ajaran kaum sufi . Judul asli: Mantiqu't-Thair dan diterjemahan Hartojo Andangdjaja dari The Conference of the Birds (C. S. Nott). (Baca juga: Faridu'd-Din Attar Pencipta Musyawarah Burung )

===

BURUNG ketiga berkata pada Hudhud , "Aku penuh dengan kesalahan, maka bagaimana aku akan berangkat menempuh jalan itu? Mungkinkah seekor lalat kotor layak bagi Simurgh di Pegunungan Kaukasus? Bagaimana mungkin pendosa yang berpaling dari jalan yang benar akan mendekati Raja?"

Hudhud berkata, "O burung yang kehilangan harapan, janganlah begitu berputus asa, mohonlah ampun dan kemurahan. Jika kau begitu mudah mencampakkan perisai itu, tugasmu sungguh-sungguh akan menjadi sulit ..(Baca juga: Burung-Burung Berangkat dan Kisah Sultan Mahmud dengan Penangkap Ikan )

Cerita Kecil tentang Seorang yang Jahat

Seorang yang bersalah karena banyak dosa bertaubat dengan pedihnya dan kembali ke jalan lurus. Tetapi pada waktunya, hasratnya akan keduniawian kembali lebih kuat dari yang sudah-sudah, dan sekali lagi ia tunduk pada pikiran-pikiran dan perbuatan-perbuatan jahat.

Kemudian sedih menghimpit hatinya dan membawanya ke dalam keadaan yang amat sengsara. Sekali lagi ia ingin mengubah sikapnya, tetapi tak berdaya berbuat demikian. (Baca juga: Burung Gereja, Kisah Nabi Ya'kub dan Nabi Yusuf )

Bagai sebutir gandum dalam panci panas, siang dan malam hatinya tak dapat tenang, dan airmatanya menyirami debu. Suatu pagi sebuah suara gaib bicara padanya, "Dengarkan Tuhan Penguasa Dunia. Ketika kau bertaubat pertama kali, kuterima taubatmu. Meskipun aku dapat menghukummu, namun aku tak berbuat demikian."

"Kedua kali, ketika kau terjatuh dalam dosa, kuberikan pertangguhan bagimu, dan kini, dalam kemarahanku pun, tak kumatikan kau. Hari ini, o gila, kau tak mengakui pengkhianatanmu dan ingin kembali padaku buat yang ketiga kali. Kembalilah kalau begitu, ke Jalan itu. Aku membukakan pintuku bagimu dan menunggu. Bila kau benar-benar telah mengubah sikapmu, dosa-dosamu akan diampuni."

Malaikat Jibril dan Niat Baik
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!