5 Fakta Peluncuran Rudal Iran ke Israel, Balasan Dendam untuk Hizbullah

Rabu, 02 Oktober 2024 - 12:01 WIB
Serangan rudal dari Iran terlihat di atas Tel Aviv, Israel, 1 Oktober 2024. Foto/anadolu
Tanggal 1 Oktober 2024, Iran meluncurkan rudal yang mengarah kepada Israel . Penyerangan ini diduga sebagai salah satu bentuk retaliasi mereka terhadap apa yang terjadi terhadap asasinasi pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah yang terjadi di kantor pusat Hizbullah , Beirut. Kantor tersebut diledakkan oleh Israel yang selain membunuh pemimpin Hizbullah, tetapi juga ratusan warga sipil di sekitar.

Selain retaliasi apa saja fakta dalam pengeboman rudal Iran kepada Israel, apakah hanya demi membalas dendam Hizbullah atau ada unsur di balik itu semua ?

5 Fakta Meluncurnya Rudal Iran Kepada Israel

1. 180 Rudal Diluncurkan

Skala serangan yang diberikan oleh Iran kepada Israel cukup besar. Sekitar 180 rudal diluncurkan untuk retaliasi aksi Israel di Timur Tengah. Diantara 180 rudal yang diluncurkan terdapat 110 rudal balistik dan 70 rudal jelajah.

Adapun rudal yang diluncurkan Iran bernama Hypersonic Fattah. Dikonfirmasi oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan bahwa terdapat 90 persen rudal hasil luncuran Iran yang mengenai target.

2. Amerika Membantu Melindungi Israel dalam Serangan Rudal Iran

Sudah tidak mengejutkan lagi bahwa Amerika Serikat telah membantu Israel dalam penanggulangan rudal Iran.

Israel adalah suatu jembatan bagi Amerika untuk menjalankan perdagangan ekspor impor untuk negara di sekitar timur tengah. Maka melindungi Israel dari serangan Iran menjadi hal penting dalam menjembatani keuntungan perdagangan Amerika.

Akan tetapi, pada saat aksi invasi Israel ke Lebanon dengan menembak ratusan rudal. Presiden Amerika, Joe Biden sudah meminta untuk Israel melakukan gencatan senjata dengan Lebanon.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menolak dan tetap menjalankan invasi. Menjadi pertanyaan bahwa kenapa permintaan teman terbaik Israel ditolak walaupun aksi gencatan senjata tersebut dapat menurunkan tensi dari konflik yang sedang berlangsung

Apakah Israel ingin mengeskalasi konflik tersebut hingga menarik negara bantuanya untuk memasuki perang dunia?

3. Serangan sebagai Balas Dendam Hizbullah

Hizbullah sejak tanggal 18 September telah mengalami serangan dahsyat dari bom pager milik mereka hingga asasinasi pemimpin kelompok partai politik tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!