Guyonan Gus Miftah, Harmonis: Dai Harus Menjunjung Tinggi Etika Universal
Rabu, 04 Desember 2024 - 17:37 WIB
Gus Miftah (no. 2 dari kiri) dinilai keblablasan. Foto/Ilustrasi: Instagram
GUYONAN dai nyentrik yang gemar berkaca mata hitam, Miftah Maulana Habibburahman atau Gus Miftah, yang berisi olok-olok terhadap seorang penjual es teh membuat sejumlah pihak mengkritisinya. Gus Miftah sudah dianggap keblablasan. Gaya komunikasinya yang ceplos-ceplos membuat dirinya kepleset lidah.
Hal ini disayangkan, selain sebagai dai, kini dia adalah juga pejabat negara.Gus Miftah adalah Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
Tugas ini menggarisbawahi peran penting Gus Miftah dalam mengawal isu moderasi beragama di Indonesia maupun di tingkat internasional.
Baca juga: Viral Gus Miftah Permalukan Penjual Es, Gus Yusuf Berikan Penjelasan
Ahli Komunikasi dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Harmonis Ph.D. mengkritisi tingkah dai muda ini. Menurutnya, dalam dunia yang serba transparan ini tidak bisa lagi berdalih karena ceplas-ceplos pemahaman lama lagi. "Boleh ceplas-ceplos tapi tetap menjunjung tinggi etika universal," ujarnya menjawab SINDOnews, Rabu 4 Desember 2024.
Harmonis lantas mencontohkan bagaimana Nabi Muhammad SAW juga kadang bercanda. Hal itu, antara lain, ditunjukkan ketika Nabi menjelaskan tentang para penghuni surga yang digambarkan dalam Al-Qur'an tidak ada yang tua. Mereka semua muda-muda dengan kisaran usia 30-35 tahun. Firman Allah SWT:
Artinya: "Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan. (QS Al-Waqiah : 35-38)
Berkaitan dengan ayat tersebut, suatu waktu Nabi Muhammad didatangi seorang nenek yang meminta didoakan agar bisa masuk surga.
Dengan bergurau, Rasulullah SAW mengatakan kepada nenek tersebut bahwa tidak ada nenek-nenek di surga. Mendengar hal itu, nenek tersebut pulang sambil menangis.
Baca juga: Penjual Es yang Dihina Gus Miftah Akan Diberangkatkan Umrah
Melihat nenek tersebut menangis, Rasulullah mengutus sahabatnya untuk menjelaskan kepada nenek tersebut.
Lalu Rasulullah SAW bersabda: Beritahukanlah kepadanya bahwa dia tidak dapat memasukinya dalam keadaan nenek-nenek.
Hal ini disayangkan, selain sebagai dai, kini dia adalah juga pejabat negara.Gus Miftah adalah Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
Tugas ini menggarisbawahi peran penting Gus Miftah dalam mengawal isu moderasi beragama di Indonesia maupun di tingkat internasional.
Baca juga: Viral Gus Miftah Permalukan Penjual Es, Gus Yusuf Berikan Penjelasan
Ahli Komunikasi dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Harmonis Ph.D. mengkritisi tingkah dai muda ini. Menurutnya, dalam dunia yang serba transparan ini tidak bisa lagi berdalih karena ceplas-ceplos pemahaman lama lagi. "Boleh ceplas-ceplos tapi tetap menjunjung tinggi etika universal," ujarnya menjawab SINDOnews, Rabu 4 Desember 2024.
Harmonis lantas mencontohkan bagaimana Nabi Muhammad SAW juga kadang bercanda. Hal itu, antara lain, ditunjukkan ketika Nabi menjelaskan tentang para penghuni surga yang digambarkan dalam Al-Qur'an tidak ada yang tua. Mereka semua muda-muda dengan kisaran usia 30-35 tahun. Firman Allah SWT:
إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً. فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا. عُرُبًا أَتْرَابًا. لأصْحَابِ الْيَمِينِ
Artinya: "Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan. (QS Al-Waqiah : 35-38)
Berkaitan dengan ayat tersebut, suatu waktu Nabi Muhammad didatangi seorang nenek yang meminta didoakan agar bisa masuk surga.
Dengan bergurau, Rasulullah SAW mengatakan kepada nenek tersebut bahwa tidak ada nenek-nenek di surga. Mendengar hal itu, nenek tersebut pulang sambil menangis.
Baca juga: Penjual Es yang Dihina Gus Miftah Akan Diberangkatkan Umrah
Melihat nenek tersebut menangis, Rasulullah mengutus sahabatnya untuk menjelaskan kepada nenek tersebut.
Lalu Rasulullah SAW bersabda: Beritahukanlah kepadanya bahwa dia tidak dapat memasukinya dalam keadaan nenek-nenek.
Lihat Juga :