Kisah 4 Sahabat Nabi yang Jadi Khulafaur Rasyidin, Yuk Simak!

Kamis, 02 Januari 2025 - 11:10 WIB
Setelah wafatnya Rasulullah Saw pada 632 M, kepemimpinan pemerintahan kemudian dialihkan kepada para sahabat nabi. Para sahabatnya ini kemudian dikenal dengan sebutan Khulafaur Rasyidin. Foto ilustrasi/ist
Kisah empat sahabat Nabi SAW yang jadi Khulafaur Rasyidin menarik diketahui. Tak sekadar memperluas wawasan, tetapi juga menambah pemahaman umat Muslim terhadap sejarah Islam.

Setelah wafatnya Rasulullah Saw pada 632 M, kepemimpinan pemerintahan kemudian dialihkan kepada para sahabat nabi. Para sahabatnya ini kemudian dikenal dengan sebutan Khulafaur Rasyidin

Secara harfiah, kata khulafa' atau khalaif dalam Khulafaur Rasyidin bisa dimaknai sebagai orang yang menggantikan atau mengambil alih kedudukan. Sementara Rasyidin dari kata rasyada yang bermakna cerdas, jujur, dan amanah.

Kisah Sahabat Nabi yang Jadi Khulafaur Rasyidin

1. Abu Bakar Ash-Shiddiq

Abu Bakar Ash-Shiddiq merupakan salah seorang sahabat Nabi Muhammad Saw yang termasuk paling awal memeluk agama Islam (Assabiqunal Awwalun). Gelar Ash-Shiddiq bukan tersemat tanpa alasan, melainkan karena dirinya menjadi lelaki pertama yang membenarkan dan beriman kepada ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW.

Abu Bakar tumbuh di tengah masyarakat Quraisy di Makkah. Kendati begitu, setelah mendengar kemunculan Muhammad yang menyatakan diri sebagai utusan Allah, ia langsung menerima ajakan tersebut tanpa perasaan ragu.

Setelah masuk Islam, Abu Bakar senantiasa menemani dakwah Rasulullah Saw. Tak hanya memakai pengaruh dan statusnya di sana, Abu Bakar juga rela mengeluarkan harta bendanya demi perjuangan dakwah agama Islam.

Abu Bakar dipilih sebagai khalifah atau Khulafaur Rasyidin setelah Nabi Muhammad Saw wafat. Penunjukannya sebagai khalifah bukanlah tanpa alasan.

Sebelumnya Abu Bakar memang sudah sering menggantikan Rasulullah dalam tugas-tugasnya saat berhalangan karena sakit atau hal lain. Lalu, Abu Bakar juga menjadi sahabat Nabi Muhammad yang paling dekat.

Saat era pemerintahan Abu Bakar, Islam mampu memperluas wilayahnya. Abu Bakar juga turut menginisiasi pembukuan Al Qur’an dikarenakan sebelumnya banyak para penghafal kitab suci tersebut yang gugur dalam pertempuran.

Lebih jauh, Abu Bakar memiliki banyak keistimewaan dalam statusnya sebagai sahabat Rasulullah SAW. Salah satunya adalah menjadi sahabat yang paling dicintai Nabi Muhammad.

Dari Amru bin al-Ash, bahwa Rasulullah mengutusnya atas pasukan Dzatus Salasil: "Aku lalu mendatangi beliau dan bertanya 'Siapa manusia yang paling engkau cintai?' beliau bersabda: "Aisyah". aku berkata: 'kalau dari lelaki?' beliau menjawab: "ayahnya (Abu Bakar)". 'Lalu siapa?' Beliau menjawab: "Umar" lalu menyebutkan beberapa orang lelaki." (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!