7 Hadis tentang Isra Mikraj, Perjalanan Spiritual Nabi Muhammad dalam Satu Malam
Kamis, 16 Januari 2025 - 09:05 WIB
Ada banyak hadis tentang Isra Miraj yang bisa diketahui umat Muslim. Keberadaannya bisa menjadi bukti mengenai perjalanan luar biasa Nabi Muhammad Saw pada malam 27 Rajab kala itu. Foto ilustrasi/ist
Ada banyak hadis tentang Isra Mikraj yang bisa diketahui umat Muslim. Keberadaannya bisa menjadi bukti mengenai perjalanan luar biasa Nabi Muhammad Saw pada malam 27 Rajab kala itu.
Bagi umat Islam, Isra Mikraj biasa dimaknai sebagai peristiwa agung berupa perjalanan spiritual Nabi Muhammad Saw dalam waktu satu malam yang menempuh jarak sangat jauh. Beliau melakukan perjalanan istimewa ini dari Makkah hingga ke tempat tertinggi Sidratul Muntaha hanya dalam waktu satu malam saja.
Adapun di sidaratul Muntaha yang menjadi akhir perjalanan, Rasulullah SAW menerima perintah dari Allah SWT berupa salat lima waktu sehari semalam. Perintah ini yang kemudian menjadi salah satu ibadah wajib bagi umat Islam.
Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: Dari Anas radhiallahu anhu, bahwa didatangkan kepada Nabi Muhammad SAW hewan Buraq di malam melakukan Isra. Buraq itu telah diberi pelana dan tali kendali untuk dinaiki Nabi Saw, tetapi sulit untuk dinaiki. Maka Jibril berkata kepadanya, "Apakah yang mendorongmu bersikap demikian? Demi Allah, tiada seorang pun yang menaikimu lebih dimuliakan oleh Allah Swt daripada orang ini." Setelah itu Buraq mengucurkan keringatnya.
Artinya: Dari Anas ibnu Malik, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda seperti berikut: Didatangkan kepadaku Buraq, yaitu seekor hewan yang berwarna putih; tubuhnya lebih tinggi dari keledai, tetapi lebih rendah dari begal. Ia meletakkan kedua kaki depannya di ufuk batas jangkauan penglihatannya. Aku menaikinya dan Jibril membawaku berjalan hingga sampailah aku di Baitul Muqaddas. Lalu aku menambatkan hewan itu di lingkaran tempat para nabi biasa menambatkan hewan tunggangannya. Aku memasuki masjid dan melakukan salat dua rakaat di dalamnya, sesudah itu aku keluar.
Bagi umat Islam, Isra Mikraj biasa dimaknai sebagai peristiwa agung berupa perjalanan spiritual Nabi Muhammad Saw dalam waktu satu malam yang menempuh jarak sangat jauh. Beliau melakukan perjalanan istimewa ini dari Makkah hingga ke tempat tertinggi Sidratul Muntaha hanya dalam waktu satu malam saja.
Adapun di sidaratul Muntaha yang menjadi akhir perjalanan, Rasulullah SAW menerima perintah dari Allah SWT berupa salat lima waktu sehari semalam. Perintah ini yang kemudian menjadi salah satu ibadah wajib bagi umat Islam.
Kumpulan Hadis tentang Isra Mikraj
1. Hadis tentang Buraq sebagai kendaraan Rasulullah Saw
Pada sejumlah hadis, disebutkan bahwa Buraq ini merupakan makhluk yang memiliki kecepatan seperti kilat. Hewan ini menjadi kendaraan Nabi Muhammad Saw saat melakukan Isra Miraj.Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَنَسٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِالْبُرَاقِ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِهِ مُسْرَجًا مُلْجَمًا لِيَرْكَبَهُ، فَاسْتَصْعَبَ عَلَيْهِ، فَقَالَ لَهُ جِبْرِيلُ: مَا يَحْمِلُكَ عَلَى هَذَا؟ فَوَاللَّهِ مَا رَكِبَكَ قَطُّ أَكْرَمُ عَلَى اللَّهِ مِنْهُ. قَالَ: فارفضَّ عَرَقًا
Artinya: Dari Anas radhiallahu anhu, bahwa didatangkan kepada Nabi Muhammad SAW hewan Buraq di malam melakukan Isra. Buraq itu telah diberi pelana dan tali kendali untuk dinaiki Nabi Saw, tetapi sulit untuk dinaiki. Maka Jibril berkata kepadanya, "Apakah yang mendorongmu bersikap demikian? Demi Allah, tiada seorang pun yang menaikimu lebih dimuliakan oleh Allah Swt daripada orang ini." Setelah itu Buraq mengucurkan keringatnya.
2. Hadis tentang ciri-ciri Buraq kendaraan Nabi Muhammad saat Isra Mikraj
Mengenai sosok Buraq yang disebutkan dalam hadis sebelumnya, ada beberapa ciri yang dimiliki makhluk tersebut. Di antaranya berwarna putih dan tingginya lebih tinggi dari hewan keledai.عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "أُتِيتُ بِالْبُرَاقِ وَهُوَ دَابَّةٌ أَبْيَضُ فَوْقَ الْحِمَارِ وَدُونَ الْبَغْلِ، يَضَعُ حَافِرَهُ عِنْدَ مُنْتَهَى طَرْفِهِ، فَرَكِبْتُهُ فَسَارَ بِي حَتَّى أَتَيْتُ بَيْتَ الْمَقْدِسِ، فَرَبَطْتُ الدَّابَّةَ بِالْحَلْقَةِ الَّتِي يَرْبِطُ فِيهَا الْأَنْبِيَاءُ، ثُمَّ دَخَلْتُ فَصَلَّيْتُ فِيهِ رَكْعَتَيْنِ
Artinya: Dari Anas ibnu Malik, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda seperti berikut: Didatangkan kepadaku Buraq, yaitu seekor hewan yang berwarna putih; tubuhnya lebih tinggi dari keledai, tetapi lebih rendah dari begal. Ia meletakkan kedua kaki depannya di ufuk batas jangkauan penglihatannya. Aku menaikinya dan Jibril membawaku berjalan hingga sampailah aku di Baitul Muqaddas. Lalu aku menambatkan hewan itu di lingkaran tempat para nabi biasa menambatkan hewan tunggangannya. Aku memasuki masjid dan melakukan salat dua rakaat di dalamnya, sesudah itu aku keluar.
Lihat Juga :