Resmi Berdiri, Masjid Pertama Indonesia di Kanada Disambut Fenomena Aurora Borealis yang Indah
Senin, 26 Januari 2026 - 17:24 WIB
Masjid Al-Ikhlas Centre, sebuah masjid yang diinisiasi oleh Komunitas Muslim Indonesia di Edmonton Kanada Barat resmi berdiri yang diatasnya terlihat fenomena langka aurora borealis. Foto dok cinta quran foundation
Masjid Indonesia pertama di Kanada resmi berdiri dan disambut dengan fenomena alam langka yakni Aurora Borealis yang penuh makna di langit Kanada Barat, pada 20 Januari 2026 pukul 10.30 PM atau 22.30 waktu Kanada.
Hiasan cahaya Aurora Borealis yang indah itu tepat terlihat di atas masjid tersebut. Pemandangan yang dikenal sebagai salah satu fenomena alam paling langka dan diburu di dunia ini menjadi latar bersejarah bagi berdirinya masjid pertama warga Indonesia di Kanada Barat.
Fenomena ini telah lama dinantikan oleh para pengurus masjid. Bukan sekadar untuk diabadikan, tetapi untuk ditunjukkan kepada seluruh masyarakat Indonesia dan dunia sebagai bukti bahwa keindahan ciptaan Allah dapat hadir mengiringi perjuangan dakwah Islam di negeri minoritas Muslim. Kejadian langka ini menjadi pengingat bahwa ikhtiar yang dilandasi niat tulus tidak pernah berjalan sendiri.
“Masjid ini diberi nama Masjid Al-Ikhlas Centre, sebuah masjid yang diinisiasi oleh Komunitas Muslim Indonesia di Edmonton. Nama ini disepakati oleh para jamaah yang telah berjuang selama lebih dari dua tahun dalam proses pembangunan dan penggalangan dana,” kata Admiral Jahimir, Presiden Indonesian Muslim Community of Edmonton (IMCE).
Baca juga: Inilah Bacaan Selawat yang Dibaca di Malam Nisfu Syaban
Ia menyebut, penggalangan dana masjid ini semakin menguat melalui kolaborasi dengan Cinta Quran Foundation, yang telah terjalin hampir satu tahun penuh. Kerja sama ini dibangun atas kesamaan visi dan misi dalam meluaskan dakwah Islam serta penguatan nilai-nilai Al-Qur’an. Berkat sinergi tersebut, proses pembelian properti senilai Rp6,7 miliar akhirnya dapat dilunasi hanya dalam waktu tiga bulan perjuangan penggalangan dana.
“Saat ini, pembangunan Masjid Al-Ikhlas Centre telah memasuki tahap konstruksi dengan progres sekitar 30 persen. Proyek ini berada pada tahap ketiga, meliputi pemasangan sistem HVAC, instalasi mesin penghangat ruangan, perapihan dinding, serta pengerjaan lantai yang harus memenuhi standar bangunan dan melalui proses uji kelayakan sesuai regulasi setempat,” ujar Admiral.
Hingga saat ini, Masjid Al-Ikhlas Centre masih membutuhkan dukungan dana sebesar Rp5,2 miliar untuk menuntaskan pembangunan dan menghadirkan pusat dakwah yang layak bagi Muslim Indonesia di Kanada Barat.
Ke depan, Masjid Al-Ikhlas Centre dirancang untuk menampung hingga 100 jamaah Muslim yang tinggal di Kota Edmonton, Alberta, Kanada Barat. Lebih dari sekadar tempat ibadah, masjid ini diharapkan menjadi pusat pembinaan iman dan identitas Islam bagi generasi Muslim. Sekaligus menjadi benteng spiritual yang melindungi mereka dari derasnya arus liberalisme dan sekularisme di lingkungan sekitar.
Lebih jauh, kehadiran Masjid Al-Ikhlas Centre juga menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat Indonesia. Masjid ini lahir dari partisipasi umat yang menyumbangkan harta terbaiknya sebagai wujud cinta kepada Al-Qur’an dan komitmen terhadap dakwah Islam.
“Sebuah kebanggaan bahwa kontribusi umat Islam Indonesia mampu menghadirkan jejak peradaban dan nilai-nilai Islam yang bermartabat di panggung global,” imbuhnya.
Sementara itu Ustaz Fatih Karim selaku Dewan Pembina Cinta Quran Foundation menyampaikan bahwa memiliki masjid di bawah aurora adalah salah satu doanya. “Sebelumnya kami sempat berdoa, akan membangun masjid yang di atasnya ada aurora. Alhamdulillah tahun ini Allah ijabah. Ada aurora menari di atas Masjid Pertama Indonesia di Kanada Barat. Ini sebuah fenomena indah yang menambah rasa syukur dan semangat kami untuk meluaskan langkah dakwah di penjuru dunia,” jelasnya.
Hadirnya masjid ini menjadi bukti nyata bahwa dakwah Islam dapat tumbuh dan bersinar di mana pun berada. Sebagaimana Aurora Borealis yang menerangi langit malam Kanada, Masjid Al-Ikhlas Centre diharapkan menjadi mercusuar islam yang menguatkan, dan menjaga iman umat Islam di tanah minoritas.
Baca juga: Berapa Hari Puasa Nisfu Syaban? Apa Hukumnya?
Hiasan cahaya Aurora Borealis yang indah itu tepat terlihat di atas masjid tersebut. Pemandangan yang dikenal sebagai salah satu fenomena alam paling langka dan diburu di dunia ini menjadi latar bersejarah bagi berdirinya masjid pertama warga Indonesia di Kanada Barat.
Fenomena ini telah lama dinantikan oleh para pengurus masjid. Bukan sekadar untuk diabadikan, tetapi untuk ditunjukkan kepada seluruh masyarakat Indonesia dan dunia sebagai bukti bahwa keindahan ciptaan Allah dapat hadir mengiringi perjuangan dakwah Islam di negeri minoritas Muslim. Kejadian langka ini menjadi pengingat bahwa ikhtiar yang dilandasi niat tulus tidak pernah berjalan sendiri.
“Masjid ini diberi nama Masjid Al-Ikhlas Centre, sebuah masjid yang diinisiasi oleh Komunitas Muslim Indonesia di Edmonton. Nama ini disepakati oleh para jamaah yang telah berjuang selama lebih dari dua tahun dalam proses pembangunan dan penggalangan dana,” kata Admiral Jahimir, Presiden Indonesian Muslim Community of Edmonton (IMCE).
Baca juga: Inilah Bacaan Selawat yang Dibaca di Malam Nisfu Syaban
Ia menyebut, penggalangan dana masjid ini semakin menguat melalui kolaborasi dengan Cinta Quran Foundation, yang telah terjalin hampir satu tahun penuh. Kerja sama ini dibangun atas kesamaan visi dan misi dalam meluaskan dakwah Islam serta penguatan nilai-nilai Al-Qur’an. Berkat sinergi tersebut, proses pembelian properti senilai Rp6,7 miliar akhirnya dapat dilunasi hanya dalam waktu tiga bulan perjuangan penggalangan dana.
“Saat ini, pembangunan Masjid Al-Ikhlas Centre telah memasuki tahap konstruksi dengan progres sekitar 30 persen. Proyek ini berada pada tahap ketiga, meliputi pemasangan sistem HVAC, instalasi mesin penghangat ruangan, perapihan dinding, serta pengerjaan lantai yang harus memenuhi standar bangunan dan melalui proses uji kelayakan sesuai regulasi setempat,” ujar Admiral.
Hingga saat ini, Masjid Al-Ikhlas Centre masih membutuhkan dukungan dana sebesar Rp5,2 miliar untuk menuntaskan pembangunan dan menghadirkan pusat dakwah yang layak bagi Muslim Indonesia di Kanada Barat.
Ke depan, Masjid Al-Ikhlas Centre dirancang untuk menampung hingga 100 jamaah Muslim yang tinggal di Kota Edmonton, Alberta, Kanada Barat. Lebih dari sekadar tempat ibadah, masjid ini diharapkan menjadi pusat pembinaan iman dan identitas Islam bagi generasi Muslim. Sekaligus menjadi benteng spiritual yang melindungi mereka dari derasnya arus liberalisme dan sekularisme di lingkungan sekitar.
Lebih jauh, kehadiran Masjid Al-Ikhlas Centre juga menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat Indonesia. Masjid ini lahir dari partisipasi umat yang menyumbangkan harta terbaiknya sebagai wujud cinta kepada Al-Qur’an dan komitmen terhadap dakwah Islam.
“Sebuah kebanggaan bahwa kontribusi umat Islam Indonesia mampu menghadirkan jejak peradaban dan nilai-nilai Islam yang bermartabat di panggung global,” imbuhnya.
Sementara itu Ustaz Fatih Karim selaku Dewan Pembina Cinta Quran Foundation menyampaikan bahwa memiliki masjid di bawah aurora adalah salah satu doanya. “Sebelumnya kami sempat berdoa, akan membangun masjid yang di atasnya ada aurora. Alhamdulillah tahun ini Allah ijabah. Ada aurora menari di atas Masjid Pertama Indonesia di Kanada Barat. Ini sebuah fenomena indah yang menambah rasa syukur dan semangat kami untuk meluaskan langkah dakwah di penjuru dunia,” jelasnya.
Hadirnya masjid ini menjadi bukti nyata bahwa dakwah Islam dapat tumbuh dan bersinar di mana pun berada. Sebagaimana Aurora Borealis yang menerangi langit malam Kanada, Masjid Al-Ikhlas Centre diharapkan menjadi mercusuar islam yang menguatkan, dan menjaga iman umat Islam di tanah minoritas.
Baca juga: Berapa Hari Puasa Nisfu Syaban? Apa Hukumnya?
(wid)
Lihat Juga :