Selebrasi Sujud di Piala Dunia 2026 Viral, Begini Makna Sujud Menurut Islam

Rabu, 01 Juli 2026 - 08:06 WIB
Selebrasi sujud syukur para pemain Maroko, usai lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.(Foto: @equipedumaroc)
Selebrasi sujud menjadi viral di Piala Dunia 2026 sepakbola ini. Banyak pemain atau tim dari negara muslim melakukan selebrasi sujud tersebut ketika mencetak gol bahkan merayakan kemenangan timnya. Bagaimana sebenarnya arti sujud atau bersujud tersebut dalam Islam?

Pengertian Gerakan Sujud

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam sangat menyukai gerakan sujud . Makna dari gerakan sujud menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sujud memiliki arti berlutut serta meletakkan dahi ke lantai (misalnya pada waktu salat) sambil membaca tasbih; pernyataan hormat dengan berlutut serta menundukkan kepala sampai ke tanah.

Secara bahasa, sujud berasal dari sajada-sujudan yang memiliki arti membungkuk dengan khidmat, meletakkan kening di atas permukaan bumi, merendahkan diri dengan maksud memberikan penghormatan. Sujud dapat memiliki arti sebagai upaya merendahkan atau menghinakan diri di hadapan sesuatu yang kita hormati.

Secara terminologi, sujud adalah pernyataan ketaatan seorang hamba kepada Allah Swt. Tata cara pelaksanaan sujud dengan meletakkan kedua kaki, kedua lutut, kedua tangan, dan muka di atas tanah (lantai) serta menghadap ke arah kiblat. Posisi secara sempurna dengan menempelkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, lutut, serta ujung jari kaki. Memberikan jarak kedua kaki dengan posisi sedikit terbuka.

Baca juga: Maroko Ciptakan Sejarah Baru di Piala Dunia 2026

Makna dari Gerakan Sujud

Dalam buku Penuntun Praktis Shalat Sudah Benarkan Shalat Kita (2013:248) karya Ustadz Agus Arifin, makna dari gerakan sujud atau meletakkan kening di atas permukaan bumi adalah salah satu bentuk amalan. Namun, amalan ini memiliki inti sebagai bentuk merendahkan diri untuk menghormati. Al-Quran menggunakan kata ‘sujud’ untuk perbuatan sujud, baik gerakan sujud oleh manusia, malaikat, maupun oleh makhluk lainnya, seperti matahari, bulan, bintang, dan pepohonan. Dalam sujud, setiap makhluk merendahkan diri dan meninggikan Allah, satu-satunya zat yang pantas disembah.

Tsaubah menjelaskan, Rasulullah bersabda: “Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak salat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu.” (HR. Muslim no. 488).

Walaupun sujud merupakan gerakan dengan posisi terendah, namun sujud memiliki posisi terdekat antara seorang hamba dengan Allah SWT. Rasulullah bersabda, “Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Rabb-Nya adalah dalam keadaan dia sujud.” (HR. Muslim no.482).

Gerakan sujud adalah di mana dahi menyentuh bumi, sebagai bentuk tunduk patuh kepada Allah, dan tidak untuk zat lain apalagi orang tertentu. Menjadi dekat dengan Tuhan, menjadi keutamaan penting dalam sujud. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Momentum terdekat seorang hamba dan Tuhannya adalah ketika sujud. Oleh karena itu, perbanyaklah doa saat itu,” (HR Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i)

Dari sini kita bisa melihat bahwa makna dari gerakan sujud yaitu bentuk seorang hamba memasrahkan diri kepada Allah. Bentuk tunduk patuh kepada Allah, menunjukkan diri kita adalah makhluk yang rendah dan tidak berdaya tanpa bantuan Allah. Oleh sebab itu, sujud menjadi makna upaya kita mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca juga: 5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!