Pejabat yang Menyesal di Hari Kiamat, Siapa Saja Mereka?

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:15 WIB
Ada gambaran tentang para pejabat yang kelak menyesal di hari Kiamat, salah satunya mereka yang menjabat bukan sesuai keahliannya sehingga bertindak zalim. Foto ilustrasi/ist.
Inilah gambaran para pejabat yang kelak menyesal di hari Kiamat . Siapa saja mereka dan apa yang telah diperbuatnya dengan jabatan itu? Simak ulasannya berikut ini.

Syaikh Yusuf al-Qardhawi mengatakan seorang muslim boleh saja bekerja mencari rezeki dengan jalan menjadi pegawai, baik itu pegawai negeri atau swasta, selama dia mampu memikul pekerjaannya dan dapat menunaikan kewajiban.

"Tetapi di samping itu seorang muslim tidak boleh mencalonkan dirinya untuk suatu pekerjaan yang bukan ahlinya, lebih-lebih menduduki jabatan hakim," tulis Syaikh Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya yang diterjemahkan H. Mu'ammal Hamidy berjudul "Halal dan Haram dalam Islam" (PT Bina Ilmu, 1993).

Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda sebagai berikut:

"Siallah Amir, siallah kepala dan siallah kasir. Sungguh ada beberapa kaum yang menginginkan kulit-kulitnya itu bergantung di bintang yang tinggi, kemudian mereka akan diulurkan antara langit dan bumi, karena sesungguhnya mereka itu tidak pernah menguasai suatu pekerjaan." (Riwayat Ibnu Hibban dan al-Hakim, ia sahkan sanadnya)

Baca juga: Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir

Abu Dzar pernah juga meminta kepada Nabi untuk diberi suatu jabatan, maka oleh Nabi ditepuknya pundak Abu Dzar sambil beliau bersabda:

"Hai Abu Dzar! Engkau orang lemah, kekuasaan adalah suatu amanat dan kelak di hari kiamat akan menyusahkan dan menyesalkan, kecuali orang yang dapat menguasainya karena haknya dan melaksanakan apa yang menjadi tugasnya." (Riwayat Muslim)

Dan sabda Rasulullah juga tentang masalah hakim sebagai berikut:

"Hakim itu ada tiga macam: Satu di surga dan dua di neraka. Yang di surga, yaitu seorang hakim yang tahu kebenaran dan ia menghukum dengan kebenaran itu. (2) Seorang laki-laki yang tahu kebenaran tetapi dia menyimpang dari kebenaran itu, maka dia berada di neraka. (3) Seorang laki-laki yang menghukum manusia dengan membabi-buta (bodoh), maka dia di neraka." (Riwayat Abu Daud, Tarmizi dan Ibnu Majah)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!