Bahaya Istidraj dan Kenali Tanda-tandanya

Senin, 12 Oktober 2020 - 09:30 WIB
Istidraj adalah kenikmatan yang diberikan Allah kepada orang-orang yang jauh dari-Nya. Dalam pengertian lain bermakna jebakan kenikmatan. Foto ilustrasi/Ist
Kita sering mendengar kata Istidraj dan banyak nasihat ulama agar kita hati-hati dengan perkara yang satu ini. Bagaimana sebenarnya ciri-ciri istidraj ini?

Istidraj adalah kesenangan dan kenikmatan yang diberikan Allah Ta'ala kepada orang-orang yang jauh dari-Nya atau suka bermaksiat. Dalam pengertian lain Istidraj merupakan nikmat yang hakikatnya adalah hukuman dari Allah. (Baca Juga: Hindari Istidraj, Wirda Mansur Ajak Milenial Berwakaf Sejak Dini)

Secara bahasa Istidraj diambil dari kata 'daraja' yang artinya naik dari satu tingkatan ke tingkatan selanjutnya. Sementara istidraj dari Allah kepada hamba dipahami sebagai 'hukuman' yang diundur-undur oleh Allah.

Mari kita kenali tanda-tanda Istidraj ini. Semoga kita dijauhkan dari perkara ini.

1. Harta berlimpah, padahal tidak pernah bersedekah apalagi mengeluarkan zakat.



2. Rezeki lancar dan berlipat-lipat, padahal jarang salat dan tidak senang pada nasihat ulama, serta terus menerus berbuat maksiat.

3. Dikagumi dan dihormati, padahal akhlaknya buruk dan jauh dari agama.

4. Diikuti dan diidolakan banyak orang, padahal bangga mengumbar aurat dalam berpakaian.

5. Jarang menderita sakit, padahal dosa-dosanya menggunung.

6. Punya anak-anak yang sehat dan cerdas, padahal diberi makan dari harta yang haram (menipu, korupsi, riba', dan lain-lain).

7. Hidup bahagia penuh canda tawa, padahal tak pernah berdzikir dan tak pernah hadir di majelis ilmu.

8. Karirnya terus menanjak, padahal banyak hak orang lain yang diabaikan dan diinjak-injak.

9. Semakin tua semakin makmur, padahal hidupnya diselimuti dosa dan tidak pernah bertaubat.

Itulah beberapa ciri-ciri Istidraj. Mengenai Istidraj ini, Ulama yang juga Pengasuh Ponpes Ash-Shidqu Kuningan, Al-Habib Quraisy Baharun menukil salah satu firman Allah dalam Al-Qur'an.

فَلَمَّا نَسُوا۟ مَا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَٰبَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُوا۟ بِمَآ أُوتُوٓا۟ أَخَذْنَٰهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ

"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." (Surah Al-An'am Ayat 44)

Dalam satu riwayat yang bersumber dari 'Uqbah bin Amir radhiyallahu 'anhu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ

"Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah." (HR. Ahmad)
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
Halaman :
cover top ayah
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِذَا تَنَاجَيۡتُمۡ فَلَا تَـتَـنَاجَوۡا بِالۡاِثۡمِ وَالۡعُدۡوَانِ وَمَعۡصِيَتِ الرَّسُوۡلِ وَتَنَاجَوۡا بِالۡبِرِّ وَالتَّقۡوٰى‌ؕ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِىۡۤ اِلَيۡهِ تُحۡشَرُوۡنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan perbuatan dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Tetapi bicarakanlah tentang perbuatan kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan kembali.

(QS. Al-Mujadilah Ayat 9)
cover bottom ayah
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More