Adab Bersalawat yang Diajarkan Habib Umar bin Hafizh
Rabu, 15 April 2020 - 22:48 WIB
Salah satu keistimewaan bulan Syaban adalah turunnya perintah bersalawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Foto/dok SINDonews
Salah satu keutamaan bulan Sya'ban adalah turunnya perintah bersalawat kepada baginda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW). Perintah bersalawat ini diabadikan dalam dalam Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 56.
"Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi SAW. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi SAW dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya".
Ulama besar Yaman Al-Habib Umar bin Hafizh berkata sebagaimana disampaikan Habib Quraisy Baharun bahwa menganugerahkan salawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam akan memperkuat hubungan seseorang dengan Allah Ta'ala dan Rasul-Nya. Karena setiap mengucapkannya, engkau akan mengingat Allah dan Rasul-Nya.
Lalau bagaimana adab bersalawat paling baik? Habib Umar mengatakan, seseorang harus melakukannya dalam keadaan mahabbah (cinta) yang dalam, syauq (kerinduan) dan ta'dzim (penghormatan). Engkau harus menyadari bahwa sumber segala keberkahan adalah Nabi Muhammad SAW dan cahaya agungnya adalah titik awal penciptaan.
"Berusalah untuk membayangkan beliau shallallahu alaihi wa sallam ada di depanmu saat engkau bersalawat. Bayangkan bahwa engkau sedang berada di Raudahnya yang diberkati atau Shubbak nya (jendela di depan makam beliau). Memberikan salawat kepadanya seolah-olah engkau berada di sana sampai pintu futuh dibuka untukmu dan tabir diangkat," kata beliau.
Apabila seseorang bersalawat dalam keadaan seperti ini, maka akan membawa manfaat tak terbatas dan membuahkan amalan yang tidak bisa dibandingkan dengan amalan apapun. Ini akan menjadi sarana membantu perjalanan menuju Allah.
"Jika engkau tidak memiliki guru, salawat akan menjadi perantara sebagai pengganti guru untuk bisa dekat dengan Allah. Jika engkau sudah memiliki guru, salawat akan memperkuat hubungan spiritualmu kepadanya sehingga pintu kepada Nabi bisa dibuka lebih cepat," kata Habib Umar.
Hadis Ubay bin Ka'ab adalah bukti yang cukup dari manfaat menganugerahkan salawat kepada banginda Nabi. Dia berkata kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulallah Aku selalu bersalawat kepadamu dan melakukannya dalam kelimpahan. Berapa banyak harusnya salawat dilimpahkan untuk engkau?" Dengan kata lain, dia bertanya, 'Berapa banyak waktu yang harus kuhabiskan untuk menganugerahkan salawat atasmu? Apakah seperempat?"
Rasulullah SAW menjawab: "Jika engkau mau dan melakukannya lebih banyak maka itu lebih baik untukmu."
Ubay bertanya lagi, "Setengah?" Rasulullah menjawab: "Jika engkau mau dan melakukannya lebih banyak lagi maka lebih baik untukmu".
"Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi SAW. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi SAW dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya".
Ulama besar Yaman Al-Habib Umar bin Hafizh berkata sebagaimana disampaikan Habib Quraisy Baharun bahwa menganugerahkan salawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam akan memperkuat hubungan seseorang dengan Allah Ta'ala dan Rasul-Nya. Karena setiap mengucapkannya, engkau akan mengingat Allah dan Rasul-Nya.
Lalau bagaimana adab bersalawat paling baik? Habib Umar mengatakan, seseorang harus melakukannya dalam keadaan mahabbah (cinta) yang dalam, syauq (kerinduan) dan ta'dzim (penghormatan). Engkau harus menyadari bahwa sumber segala keberkahan adalah Nabi Muhammad SAW dan cahaya agungnya adalah titik awal penciptaan.
"Berusalah untuk membayangkan beliau shallallahu alaihi wa sallam ada di depanmu saat engkau bersalawat. Bayangkan bahwa engkau sedang berada di Raudahnya yang diberkati atau Shubbak nya (jendela di depan makam beliau). Memberikan salawat kepadanya seolah-olah engkau berada di sana sampai pintu futuh dibuka untukmu dan tabir diangkat," kata beliau.
Apabila seseorang bersalawat dalam keadaan seperti ini, maka akan membawa manfaat tak terbatas dan membuahkan amalan yang tidak bisa dibandingkan dengan amalan apapun. Ini akan menjadi sarana membantu perjalanan menuju Allah.
"Jika engkau tidak memiliki guru, salawat akan menjadi perantara sebagai pengganti guru untuk bisa dekat dengan Allah. Jika engkau sudah memiliki guru, salawat akan memperkuat hubungan spiritualmu kepadanya sehingga pintu kepada Nabi bisa dibuka lebih cepat," kata Habib Umar.
Hadis Ubay bin Ka'ab adalah bukti yang cukup dari manfaat menganugerahkan salawat kepada banginda Nabi. Dia berkata kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulallah Aku selalu bersalawat kepadamu dan melakukannya dalam kelimpahan. Berapa banyak harusnya salawat dilimpahkan untuk engkau?" Dengan kata lain, dia bertanya, 'Berapa banyak waktu yang harus kuhabiskan untuk menganugerahkan salawat atasmu? Apakah seperempat?"
Rasulullah SAW menjawab: "Jika engkau mau dan melakukannya lebih banyak maka itu lebih baik untukmu."
Ubay bertanya lagi, "Setengah?" Rasulullah menjawab: "Jika engkau mau dan melakukannya lebih banyak lagi maka lebih baik untukmu".
Lihat Juga :