Tanggapan Ustaz Abdul Somad Jika FPI dan Ormas Islam Dibubarkan
Senin, 23 November 2020 - 12:27 WIB
Ustaz Abdul Somad (kedua dari kanan) makan nasi kebuli bersama Habib Muhammad Rizieq Shihab. Foto/dok Instagram @ustadzabdulsomad_official
Seperti biasa setiap pengajian Ustaz Abdul Somad (UAS) selalu membacakan dan menjawab beberapa pertanyaan jamaah. Ketika kajian Shubuh di Masjid Darussalam Cibubur belum lama ini, ada jamaah bertanya mengenai Perpu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas dan makna perjuangan dalam Islam . Berikut tanggapan UAS .
(Baca juga : Kodam Jaya Dibanjiri Karangan Bunga, Fadli Zon Singgung Era Ahok )
UAS mengatakan, ormas-ormas Islam ini tidak bisa dihabisi dengan apapun. Andai HTI, FPI, NU, Muhammadiyah dibubarkan, naik PKI, bubar semua, tetap akan muncul lagi. Mengapa? Itu janji Allah, sebagaimana firman-Nya:
"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui." (QS Al-Maidah Ayat 54)
(Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Sebut Habib Rizieq Simbol Pejuang Keadilan )
"Saya pergi ke berbagai daerah ada kelompok-kelompok yang suka pengajian, mereka undang ustaz. Mereka bukan ustaz, mereka insinyur, mereka dokter, mereka orang-orang kaya. Casing mereka tidak seperti ustaz, pakai celana jeans jaket kulit. Tetapi jiwa mereka ustaz. Kelompok-kelompok ini terus ada," kata Dai asal Riau ini.
UAS mengemukakan, apabila seorang anak tidak punya bakat menjadi ustaz, tidak perlu dipaksakan jadi ustaz. Yang penting ke depan dia (anak itu) dapat mengundang para ustaz di masa mendatang untuk mengajarkan talaqqi hadis, mengajarkan tajwid, mengajarkan cara membaca Al-Qur'an dengan benar. Nah, itu yang penting ke depan.
(Baca Juga: Rabithah Alawiyah Pastikan Habib Rizieq Keturunan Nabi Muhammad ke-39 )
Pertanyaan berikutnya, apa makna kemenangan, kekalahan dalam perjuangan Islam ? UAS mengatakan, "Kalahkah Habib Rizieq? Kalahkah Syaikh Yusuf Al-Makassari yang dicampakkan ke Cape Town Afrika Selatan? Kalahkah Umar Muchtar (ulama Libya) yang digantung Benito Mussolini (pimpinan tentara Italia 1930-an)? Kalahkah Sayyid Qutub (ulama besar Mesir) yang dieksekusi mati oleh Gamal Abdel Nasser? Mereka tidak kalah. Kalah adalah ketika engkau perturutkan hawa nafsu. Menang adalah ketika kita melawan hawa nafsu walaupun kalah di mata manusia, walaupun mati di tiang gantungan," terang UAS.
(Baca juga : Kodam Jaya Dibanjiri Karangan Bunga, Fadli Zon Singgung Era Ahok )
UAS mengatakan, ormas-ormas Islam ini tidak bisa dihabisi dengan apapun. Andai HTI, FPI, NU, Muhammadiyah dibubarkan, naik PKI, bubar semua, tetap akan muncul lagi. Mengapa? Itu janji Allah, sebagaimana firman-Nya:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَسَوْفَ يَأْتِى ٱللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَآئِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui." (QS Al-Maidah Ayat 54)
(Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Sebut Habib Rizieq Simbol Pejuang Keadilan )
"Saya pergi ke berbagai daerah ada kelompok-kelompok yang suka pengajian, mereka undang ustaz. Mereka bukan ustaz, mereka insinyur, mereka dokter, mereka orang-orang kaya. Casing mereka tidak seperti ustaz, pakai celana jeans jaket kulit. Tetapi jiwa mereka ustaz. Kelompok-kelompok ini terus ada," kata Dai asal Riau ini.
UAS mengemukakan, apabila seorang anak tidak punya bakat menjadi ustaz, tidak perlu dipaksakan jadi ustaz. Yang penting ke depan dia (anak itu) dapat mengundang para ustaz di masa mendatang untuk mengajarkan talaqqi hadis, mengajarkan tajwid, mengajarkan cara membaca Al-Qur'an dengan benar. Nah, itu yang penting ke depan.
(Baca Juga: Rabithah Alawiyah Pastikan Habib Rizieq Keturunan Nabi Muhammad ke-39 )
Pertanyaan berikutnya, apa makna kemenangan, kekalahan dalam perjuangan Islam ? UAS mengatakan, "Kalahkah Habib Rizieq? Kalahkah Syaikh Yusuf Al-Makassari yang dicampakkan ke Cape Town Afrika Selatan? Kalahkah Umar Muchtar (ulama Libya) yang digantung Benito Mussolini (pimpinan tentara Italia 1930-an)? Kalahkah Sayyid Qutub (ulama besar Mesir) yang dieksekusi mati oleh Gamal Abdel Nasser? Mereka tidak kalah. Kalah adalah ketika engkau perturutkan hawa nafsu. Menang adalah ketika kita melawan hawa nafsu walaupun kalah di mata manusia, walaupun mati di tiang gantungan," terang UAS.
Lihat Juga :