Rasulullah Tersenyum Melihat Nabi Ini Masuk Surga Sendirian, Siapa Beliau?
Senin, 01 Februari 2021 - 14:22 WIB
Ilustrasi Nabi Syamun Al-Ghazi (Samson) saat meruntuhkan bangunan Istana di zaman Bani Israil. Beliau dianugerahi Allah kekuatan luar biasa untuk menentang kebatilan. Foto/dok lisanhamba
Sebuah kisah menakjubkan sekaligus membuat Baginda Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم tersenyum. Ketika seluruh manusia dikumpulkan di Mahsyar, Rasulullah diperlihatkan seorang Nabi masuk surga sendirian tanpa pengikut.
Siapakah Nabi yang dimaksud? Seperti diketahui, jumlah para Nabi adalah 120.000 orang dan 315 Rasul memiliki tingkatan dan zaman masing-masing. Adapun yang populer adalah 25 Rasul karena kisah mereka diceritakan dalam Al-Qur'an.
Baca Juga: Inilah Urutan Nabi Terbaik dan Tugasnya
Selain 25 Rasul itu, ternyata ada banyak Nabi yang diutus Allah Ta'ala. Salah satunya adalah Nabi Syam'un 'alaihissalam. Secara etimologi, Syam'un disebut Simson (Ibrani). Syam'un artinya 'yang berasal dari matahari'. Nabi Syam'un adalah salah seorang Nabi dari kalangan Bani Israil.
Kisah Nabi Syam'un (Samson) ini tidak terdapat dalam Al-Qur'an. Namun, kisahnya diceritakan dalam Kitab Qisasul Al-Anbiya. Dalam kitab itu dikatakan bahawa Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم tersenyum sendiri, lalu ditanya oleh sahabatnya, "Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?" Nabi menjawab: "Diperlihatkan kepadaku Hari Akhir ketika seluruh manusia dikumpulkan di Mahsyar, ada seorang Nabi dengan membawa pedang yang tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam surga. Beliau adalah Syam'un."
Baca Juga: Orang Paling Dekat dengan Rasulullah pada Hari Kiamat
Kelebihan Nabi Syam'un
Dalam Kitab Muqasyafatul Qulub karangan Imam Al-Ghazali diceritakan bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkumpul pada bulan suci Ramadhan. Rasulullah bercerita mengenai Nabi Allah bernama Syam'un. Rasulullah menggelarnya Syam'un Ghazi.
Nabi Syam'un dianugerahkan oleh Allah kekuatan luar biasa, seperti melunakkan besi. Kemudian mampu menundukkan binatang buas dan berkemampuan mengangkat tiang istana dan merobohkannya.
Nabi Syam'un dikenal sebagai Nabi yang menentang keras perbuatan kaumnya yang ingkar dengan perintah Allah. Pada masa itu, Raja Israil sendiri adalah seorang yang ingkar dan zalim terhadap rakyatnya. Sifat congkak raja itu mengundang rasa benci beliau sehingga menyebabkan beliau tiada henti untuk berdakwah kepadanya walau dengan segala cara sekalipun.
Siapakah Nabi yang dimaksud? Seperti diketahui, jumlah para Nabi adalah 120.000 orang dan 315 Rasul memiliki tingkatan dan zaman masing-masing. Adapun yang populer adalah 25 Rasul karena kisah mereka diceritakan dalam Al-Qur'an.
Baca Juga: Inilah Urutan Nabi Terbaik dan Tugasnya
Selain 25 Rasul itu, ternyata ada banyak Nabi yang diutus Allah Ta'ala. Salah satunya adalah Nabi Syam'un 'alaihissalam. Secara etimologi, Syam'un disebut Simson (Ibrani). Syam'un artinya 'yang berasal dari matahari'. Nabi Syam'un adalah salah seorang Nabi dari kalangan Bani Israil.
Kisah Nabi Syam'un (Samson) ini tidak terdapat dalam Al-Qur'an. Namun, kisahnya diceritakan dalam Kitab Qisasul Al-Anbiya. Dalam kitab itu dikatakan bahawa Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم tersenyum sendiri, lalu ditanya oleh sahabatnya, "Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?" Nabi menjawab: "Diperlihatkan kepadaku Hari Akhir ketika seluruh manusia dikumpulkan di Mahsyar, ada seorang Nabi dengan membawa pedang yang tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam surga. Beliau adalah Syam'un."
Baca Juga: Orang Paling Dekat dengan Rasulullah pada Hari Kiamat
Kelebihan Nabi Syam'un
Dalam Kitab Muqasyafatul Qulub karangan Imam Al-Ghazali diceritakan bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkumpul pada bulan suci Ramadhan. Rasulullah bercerita mengenai Nabi Allah bernama Syam'un. Rasulullah menggelarnya Syam'un Ghazi.
Nabi Syam'un dianugerahkan oleh Allah kekuatan luar biasa, seperti melunakkan besi. Kemudian mampu menundukkan binatang buas dan berkemampuan mengangkat tiang istana dan merobohkannya.
Nabi Syam'un dikenal sebagai Nabi yang menentang keras perbuatan kaumnya yang ingkar dengan perintah Allah. Pada masa itu, Raja Israil sendiri adalah seorang yang ingkar dan zalim terhadap rakyatnya. Sifat congkak raja itu mengundang rasa benci beliau sehingga menyebabkan beliau tiada henti untuk berdakwah kepadanya walau dengan segala cara sekalipun.
Lihat Juga :