Terhalang Masuk Surga Karena Tidak Menjaga Rasa Aman
Jum'at, 05 Februari 2021 - 07:00 WIB
Pada pasangan suami-istri paling pantas untuk membuat aman tetangganya atau pasangannya yang utama. Foto ilustrasi/ist
Menjaga rasa aman dalam keluarga, termasuk pondasi kuat demi langgengnya perjalanan kehidupan rumah tangga
Rasa aman ini termasuk didalamnya rasa aman pada jiwa, jasad, maupun materi . Tatkala itu hilang dari sebuah keluarga, maka akan mengakibatkan anggota keluarga bercerai-berai.
Baca juga: Tips dan Amalan untuk Melebutkan Hati
Dinukil dari “ Tis’un Wa Tis’una Fikrah li Hayah Zaujiyah Sa’idah”, karya : Dr. Musyabbab bin Fahd al-Ashimi dijelaskan bahwa suami istri menjadi sumber rasa aman bagi pasangan dan anak-anak. Sebab, keduanya tidak pernah saling menyakiti dengan ucapan, seperti : mengangkat suara, mengancam, terutama di waktu marah. Terkadang menyakiti dapat berupa perilaku, seperti, berbagai macam pukulan, mengurung, sewenang-wenang terhadap harta atau milik pribadi, dan macam-macam gangguan lainnya.
Baca juga: Hati-hati, 10 Perilaku Suami pada Istri yang Dibenci Allah
Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam-bersabda,
اَلْمُؤْمِنُ مَنْ أَمِنَهُ النَّاسُ وَالْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ السُّوْءَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَبْدٌ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ
Mukmin adalah yang manusia aman darinya. Dan Muslim adalah yang kaum muslimin selamat dari (gangguan) lisan dan tangannya, dan muhajir (orang yang hijrah) adalah yang menjauhi keburukan. Dan demi Dzat yang jiwaku dalam genggaman-Nya, tidak akan masuk Surga seorang hamba yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya (Shahih al-Jami’)
Baca juga: Hadis-hadis Tentang Dianjurkannya Tersenyum
Hadis ini sangat jelas bahwa mukmin yang sebenarnya adalah yang kaum mukminin merasa aman darinya baik harta, kehormatan, maupun diri mereka. Begitu pula muslim yang hakiki adalah yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Dua kalimat ini telah mencakup seluruh jenis gangguan baik bersifat kejiwaan maupun fisik.
Rasa aman ini termasuk didalamnya rasa aman pada jiwa, jasad, maupun materi . Tatkala itu hilang dari sebuah keluarga, maka akan mengakibatkan anggota keluarga bercerai-berai.
Baca juga: Tips dan Amalan untuk Melebutkan Hati
Dinukil dari “ Tis’un Wa Tis’una Fikrah li Hayah Zaujiyah Sa’idah”, karya : Dr. Musyabbab bin Fahd al-Ashimi dijelaskan bahwa suami istri menjadi sumber rasa aman bagi pasangan dan anak-anak. Sebab, keduanya tidak pernah saling menyakiti dengan ucapan, seperti : mengangkat suara, mengancam, terutama di waktu marah. Terkadang menyakiti dapat berupa perilaku, seperti, berbagai macam pukulan, mengurung, sewenang-wenang terhadap harta atau milik pribadi, dan macam-macam gangguan lainnya.
Baca juga: Hati-hati, 10 Perilaku Suami pada Istri yang Dibenci Allah
Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam-bersabda,
اَلْمُؤْمِنُ مَنْ أَمِنَهُ النَّاسُ وَالْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ السُّوْءَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَبْدٌ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ
Mukmin adalah yang manusia aman darinya. Dan Muslim adalah yang kaum muslimin selamat dari (gangguan) lisan dan tangannya, dan muhajir (orang yang hijrah) adalah yang menjauhi keburukan. Dan demi Dzat yang jiwaku dalam genggaman-Nya, tidak akan masuk Surga seorang hamba yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya (Shahih al-Jami’)
Baca juga: Hadis-hadis Tentang Dianjurkannya Tersenyum
Hadis ini sangat jelas bahwa mukmin yang sebenarnya adalah yang kaum mukminin merasa aman darinya baik harta, kehormatan, maupun diri mereka. Begitu pula muslim yang hakiki adalah yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Dua kalimat ini telah mencakup seluruh jenis gangguan baik bersifat kejiwaan maupun fisik.