Melihat Al-Qur'an Tulisan Tangan yang Masih Terjaga Rapi di Museum Subkoss

Kamis, 22 April 2021 - 08:30 WIB
Mushaf Al-Quran tulisan tangan peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam masih tersimpan rapi di Museum Subkoss Sriwijaya di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Foto/Era Neizma Wedya
LUBUK LINGGAU - Rasa kagum sekaligus takjub menyelimuti pengunjung yang melihat langsung Mushaf Al-Qur'an peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam di Museum Subkoss Sriwijaya di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Al-Qur'an tulisan tangan ini merupakan hadiah Kesultanan Palembang yang dibuat pada tahun 1925. Keberadaan Al-Qur'an kuno ini menjadi bukti bukti sejarah kejayaan Kesultanan Palembang Darussalam yang hingga kini masih dilestarikan.

Sejarawan Kota Lubuklinggau, Suwandi, mengungkapkan Al-Quran tulisan tangan ini merupakan hadiah dari Kesultanan Palembang bersamaan dengan didirikannya Kota Lubuklinggau. Awalnya dihibahkan dari Kesultanan Palembang kepada Masjid Agung Al Bari sebagai sarana untuk belajar.

Namun seiring banyaknya mushaf Al-Qur'an keluaran pabrik, Al-Qur'an tulisan tangan itu tidak digunakan lagi. Tepat tanggal 15 Januari 1988 saat didirikan Museum Subkoss Garuda Sriwijaya pihak masjid menyerahkan Al-Qur'an itu ke Museum karena tidak digunakan lagi.

"Karena sudah banyak Al-Qur'an baru, akhirnya Al-Qur'an kuno tulisan tangan itu diberikan kepada Museum Subkoss untuk disimpan sebagai bukti peninggalan sejarah," jelas Suwandi.



Al-Quran ini ditulis tangan dengan tinta hitam dengan panjang 32 cm dengan lebar 22 cm dan tebal 8 cm. Sedangkan kertas yang digunakan merupakan kertas Eropa buatan abad ke-17. Meskipun pun usianya sudah puluhan tahun namun kondisinya tetap utuh," ujarnya.

Untuk mengetahui perbedaan Al-Qur'an cetakan mesin dengan Al-Qur'an tulisan tangan dapat dilihat dari tulisan Surat Al-Fatihah. Umumnya Surat Al-Fatihah buatan pabrik tidak ada tambahan Aamiin. Sedangkan, Al-Qur'an tulisan tangan ini terdapat tulisan "Aamiin" di ujung surat. Itulah pembedanya, sedangkan untuk isinya sama.

Selain dapat melihat Al-Qur'an tulisan tangan di Museum Subkoss, kita juga bisa melihat Bendera Pusaka yang dibuat dan dijahit oleh M Yakub Lakin Veteran (alm) pada tahun 1949. Dan Bendera Merah Putih berukuran 300 x 200 Cm itu dikibarkan pertama kali pada waktu penyerahan (case fire) antara Belanda dan Tentara Republik di halaman kantor RAD (marga) di Desa Muara Kati Baru I atas perintah tentara Republik Indonesia di Lubuklinggau Tahun 1949.

Al-Qur'an Tinta Emas



Kesultanan Palembang Darussalam juga meninggalkan Mushaf Al-Qur'an bertinta emas. Kitab suci Al-Quran berukir tinta emas berusia dua abad lebih. Sejumlah manuskrip bersejarah peninggalan kerajaan Islam di Palembang hingga kini masih terawat dengan baik.

Sebanyak 10 Mushaf Al-Qur'an dan 90 kitab tua berumur lebih dari dua abad peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam masih tersimpan di Jalan Fatih Jalalludin 19 Ilir, Bukit Kecil Palembang. Benda-benda bersejarah itu disimpan Kemas Andi Syarifudin yang merupakan keturunan dari khotib penghulu dan pengurus Masjid Agung Palembang di masa Kesultanan Palembang Darussalam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!