Al-Qur'an Mengingatkan Karakter Yahudi yang Suka Berbuat Kerusakan
Sabtu, 15 Mei 2021 - 20:49 WIB
Ustaz Miftah el-Banjary, Dai lulusan Mesir yang juga pakar ilmu linguistik Arab asal Kalimantan Selatan. Foto/Ist
Ustaz Miftah el-Banjary
Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Qur'an,
Pensyarah Kitab Dalail Khairat
Di dalam Al-Qur'an, istilah Yahudi tidaklah disebutkan selain dalam konteks kecaman atau sejarah keburukan dan pembangkangan anak keturunan Israel atau Yahudza ini.
Bani Israel, Ibrani, Yahudi, Israel, maupun Zionis, istilah yang berbeda, namun essensinya hampir sama. Karakter dan perangai tabiat mereka yang suka berbuat kerusakan di muka bumi, licik, culas, jahat, suka mengusir penduduk lain, penjajah dan perusak kemakmuran bangsa lain telah diabadikan di dalam Al-Qur'an dan akan tetap relevan sepanjang zaman.
Cukuplah Al-Qur'an mengingatkan janganlah kalian menjadikan Yahudi sebagai teman, sahabat atau mitra penolong.
Sejak masa Nabi Musa (kisaran 1700 SM), Nabi Dawud dan Sulaiman, hingga berdirinya Israel Raya di tahun 1948 oleh kelompok Zionis, menjadikan sejarah Yahudi selalu dipenuhi oleh sejarah kelam, genosida, pembantaian dan peperangan tanpa henti.
Mimpi membangun kembali Haikal Sulaiman yang mereka yakini sebagai arah baru kebangkitan kejayaan bangsa Yahudi menjadi ambisi Yahudi Zionis yang ingin kembali merebut tanah negeri Palestina dan mengusir penduduk bangsa Arab.
Haikal Sulaiman yang mereka yakini berdiri di atas Masjid Al-Aqsha itulah yang sampai detik ini membuat mereka tetap bersemangat menggali terowongan di bawah Masjid yang pernah menjadi kiblat kaum muslimin.
Bagi orang Yahudi, Haikal Sulaiman yang dulunya diyakini sebagai tempat peribadatan bangsa Yahudi yang kemudian dihancurkan oleh Nabukadizer dari Babioliona merupakan simbol kejayaan bangsa Yahudi.
Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Qur'an,
Pensyarah Kitab Dalail Khairat
Di dalam Al-Qur'an, istilah Yahudi tidaklah disebutkan selain dalam konteks kecaman atau sejarah keburukan dan pembangkangan anak keturunan Israel atau Yahudza ini.
Bani Israel, Ibrani, Yahudi, Israel, maupun Zionis, istilah yang berbeda, namun essensinya hampir sama. Karakter dan perangai tabiat mereka yang suka berbuat kerusakan di muka bumi, licik, culas, jahat, suka mengusir penduduk lain, penjajah dan perusak kemakmuran bangsa lain telah diabadikan di dalam Al-Qur'an dan akan tetap relevan sepanjang zaman.
Cukuplah Al-Qur'an mengingatkan janganlah kalian menjadikan Yahudi sebagai teman, sahabat atau mitra penolong.
Sejak masa Nabi Musa (kisaran 1700 SM), Nabi Dawud dan Sulaiman, hingga berdirinya Israel Raya di tahun 1948 oleh kelompok Zionis, menjadikan sejarah Yahudi selalu dipenuhi oleh sejarah kelam, genosida, pembantaian dan peperangan tanpa henti.
Mimpi membangun kembali Haikal Sulaiman yang mereka yakini sebagai arah baru kebangkitan kejayaan bangsa Yahudi menjadi ambisi Yahudi Zionis yang ingin kembali merebut tanah negeri Palestina dan mengusir penduduk bangsa Arab.
Haikal Sulaiman yang mereka yakini berdiri di atas Masjid Al-Aqsha itulah yang sampai detik ini membuat mereka tetap bersemangat menggali terowongan di bawah Masjid yang pernah menjadi kiblat kaum muslimin.
Bagi orang Yahudi, Haikal Sulaiman yang dulunya diyakini sebagai tempat peribadatan bangsa Yahudi yang kemudian dihancurkan oleh Nabukadizer dari Babioliona merupakan simbol kejayaan bangsa Yahudi.
Lihat Juga :