Amalan Sholat Sunnah Mutlak Tolak Balak Rebo Wekasan

Rabu, 06 Oktober 2021 - 11:31 WIB
Ulama menganjurkan agar melaksanakan shalat sunnah untuk tolak balak. Namun shalat ini bukanlah shalat khusus untuk hari Rebo Wekasan. (Foto/Ilustrasi: Ist)
Sejumlah ulama menyarankan umat Islam melakukan sholat sunnah untuk menolak balak di hari Rebo Wekasan . Namun saran ini menjadi polemik karena tidak ada dasarnya.

Baca juga: Besok, Rebo Wekasan: Ratusan Ribu Bencana Akan Turun ke Bumi?

Hari Rabu terakhir di bulan Safar (hari ini, 6 Okober 2021) diyakini menjadi hari turunnya bala bencana di bumi. Abdul Hamid Quds dalam kitabnya Kanzun Najah Was-Surur fi Fadhail Al-Azminah wash-Shuhur menyebut para wali mengatakan Allah SWT menurunkan 320 ribu bala bencana di bumi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar. Hari itu dikenal dengan sebutan Rebo Wekasan.

Untuk menjaga diri agar terhindar dari bahaya tersebut, ulama menganjurkan agar melaksanakan shalat sunnah. Shalat ini bukanlah shalat khusus untuk hari Rebo Wekasan. Sebab, tidak ada anjuran demikian dalam hadis. Namun, shalat sunnah yang dilaksanakan adalah shalat sunnah mutlak.

Mengutip KH Muhammad Djamaluddin Ahmad, laman resmi Nahdlatul Ulama (NU), menganjurkan agar setiap rakaat setelah al-Fatihah, dibaca surat al-Kautsar 17 kali. Lalu, diikuti surat al-Ikhlash 5 kali, surat al-Falaq dan surat an-Naas masing-masing sekali. Baca juga: Inilah Amaliah Shalat di Hari Rebo Wekasan.

Hal senada juga diajurkan oleh Syekh Abdul Hamid. Umat Islam hendaknya melaksanakan shalat sunnah mutlak tanpa bilangan tertentu di waktu-waktu seperti Rebo Wekasan.

"Aku berpendapat, termasuk yang diharamkan adalah shalat Shafar (Rebo wekasan), maka barangsiapa menghendaki shalat di waktu-waktu terlarang tersebut, maka hendaknya diniati shalat sunah mutlak dengan sendirian tanpa bilangan rakaat tertentu. Shalat sunah mutlak adalah shalat yang tidak dibatasi dengan waktu dan sebab tertentu dan tidak ada batas rakaatnya." (Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki, Kanz al-Najah wa al-Surur, hal. 22).

Baca juga: Besok, Rebo Wekasan: Ratusan Ribu Bencana Akan Turun ke Bumi?

Sementara itu, KH Abdul Kholik Mustaqim, Pengasuh Pesantren al-Wardiyah Tambakberas Jombang menyampaikan ada tiga pandangan terhadap Rebo Wekasan.

Pertama, tidak ada nash hadits khusus untuk akhir Rabu bulan Safar, yang ada hanya nash hadits dla’if yang menjelaskan bahwa setiap hari Rabu terakhir dari setiap bulan adalah hari naas atau sial yang terus menerus. Sementara sebagaimana maklum, hadits dla’if ini tidak bisa dibuat pijakan kepercayaan.

Kedua, tidak ada anjuran ibadah khusus dari syara’. Ada anjuran dari sebagian ulama tasawuf namun landasannya belum bisa dikategorikan hujjah secara syar’i.

Ketiga, tidak boleh melaksanakan amalan khusus atau shalat Rebo Wekasan, kecuali hanya sebatas shalat hajat lidaf’il bala’ al-makhuf (untuk menolak balak yang dihawatirkan) atau nafilah mutlaqoh (shalat sunah mutlak) sebagaimana diperbolehkan oleh Syara’, karena hikmahnya adalah agar kita bisa semakin mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!