Suku Indian Islam (2): Penjelajah Muslim Telah Membangun Peradaban di Amerika
Jum'at, 29 Oktober 2021 - 13:59 WIB
Jauh sebelum Christopher Columbus datang, penjelajah Muslim telah menemukan benua Amerika dan mengenalkan Islam kepada Suku Indian, suku asli Amerika. Foto/dok Channel On PQR
Penduduk asli Amerika, Suku Indian ternyata telah mengenal Islam sebelum Christopher Columbus datang pada Tahun 1492. Jauh sebelum penjelajah Eropa itu menemukan benua itu, penjelajah Muslim telah membangun peradaban di Amerika.
Sederet ahli sejarah menemukan fakta bahwa para penjelajah Muslim telah menginjakkan kaki dan menyebarkan Islam di Amerika lebih dari setengah milenium sebelum Columbus tiba. Orang-orang Indian pada masa lampau, terutama suku Cherokee telah mendapat sentuhan nilai-nilai Islami.
Cara berpakaian Islami Suku cherokee dapat ditemukan dalam foto atau lukisan yang diambil gambarnya sebelum Tahun 1832. Bahkan, beberapa kepala Suku Indian juga mengenakan tutup kepala khas orang Islam. Mereka adalah Kepala Suku Chippewa, Creek, Iowa, Kansas, Miami, Potawatomi, Sauk, Fox, Seminole, Shawnee, Sioux, Winnebago, dan Yuchi. Hal ini ditunjukkan pada foto-foto tahun 1835 dan 1870.
Penjelajah Muslim
Dilansir dari islamedia.co, para ilmuwan Muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika di antaranya Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (wafat tahun 957); Al Idrisi (wafat tahun 1166); Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300-1384); dan Ibnu Battuta (wafat tahun 1369).
Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi Muslim Al-Masudi (871-957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad seorang navigator muslim dari Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masehi. Dalam bukunya, 'Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar' (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahwa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888-912), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai wilayah yang belum dikenal yang disebutnya Ard Majhoola, dan kemudian kembali dengan membawa berbagai harta yang menakjubkan.
Setelah itu banyak pelayaran yang dilakukan mengunjungi daratan di seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga menulis buku 'Akhbar Az Zaman' yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.
Dr Youssef Mroueh juga menulis bahwa selama pemerintahan Khalifah Abdul Rahman III (929-961) dari Dinasti Umayah, tercatat adanya orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar juga dari pelabuhan Delba (Palos) di Spanyol ke barat menuju ke lautan lepas yang gelap dan berkabut, Lautan Atlantik. Mereka berhasil kembali dengan membawa barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang asing.
Beliau juga menuliskan menurut catatan ahli sejarah Abu Bakr Ibn Umar Al-Gutiyya bahwa pada masa pemerintahan Khalifah Spanyol, Hisham II (976-1009) seorang navigator dari Granada bernama Ibn Farrukh tercatat meninggalkan pelabuhan Kadesh pada bulan Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Kepulaun Canary).
Sederet ahli sejarah menemukan fakta bahwa para penjelajah Muslim telah menginjakkan kaki dan menyebarkan Islam di Amerika lebih dari setengah milenium sebelum Columbus tiba. Orang-orang Indian pada masa lampau, terutama suku Cherokee telah mendapat sentuhan nilai-nilai Islami.
Cara berpakaian Islami Suku cherokee dapat ditemukan dalam foto atau lukisan yang diambil gambarnya sebelum Tahun 1832. Bahkan, beberapa kepala Suku Indian juga mengenakan tutup kepala khas orang Islam. Mereka adalah Kepala Suku Chippewa, Creek, Iowa, Kansas, Miami, Potawatomi, Sauk, Fox, Seminole, Shawnee, Sioux, Winnebago, dan Yuchi. Hal ini ditunjukkan pada foto-foto tahun 1835 dan 1870.
Penjelajah Muslim
Dilansir dari islamedia.co, para ilmuwan Muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika di antaranya Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (wafat tahun 957); Al Idrisi (wafat tahun 1166); Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300-1384); dan Ibnu Battuta (wafat tahun 1369).
Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi Muslim Al-Masudi (871-957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad seorang navigator muslim dari Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masehi. Dalam bukunya, 'Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar' (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahwa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888-912), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai wilayah yang belum dikenal yang disebutnya Ard Majhoola, dan kemudian kembali dengan membawa berbagai harta yang menakjubkan.
Setelah itu banyak pelayaran yang dilakukan mengunjungi daratan di seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga menulis buku 'Akhbar Az Zaman' yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.
Dr Youssef Mroueh juga menulis bahwa selama pemerintahan Khalifah Abdul Rahman III (929-961) dari Dinasti Umayah, tercatat adanya orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar juga dari pelabuhan Delba (Palos) di Spanyol ke barat menuju ke lautan lepas yang gelap dan berkabut, Lautan Atlantik. Mereka berhasil kembali dengan membawa barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang asing.
Beliau juga menuliskan menurut catatan ahli sejarah Abu Bakr Ibn Umar Al-Gutiyya bahwa pada masa pemerintahan Khalifah Spanyol, Hisham II (976-1009) seorang navigator dari Granada bernama Ibn Farrukh tercatat meninggalkan pelabuhan Kadesh pada bulan Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Kepulaun Canary).
Lihat Juga :