Lazismu dan MPS Luncurkan Rumah Singgah Pasien Muhammadiyah
Selasa, 09 November 2021 - 16:21 WIB
Peluncuran Rumah Singgah Pasien Muhammadiyah (RSPM) di Jalan Magelang Km 7, Desa Sendangadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, DIY, Senin (08/11/2021). FOTO/IST
JAKARTA - Lazismu bersama Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meluncurkan Rumah Singgah Pasien Muhammadiyah (RSPM) di Jalan Magelang Km 7, Desa Sendangadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, DIY, Senin (08/11/2021). Acara tersebut dihadiri Ketua MPS PWM DIY Ridwan Furqoni, Ketua PWM DIY Gita Danu Pranata, serta Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Mahli Zainuddin Tago.
Selain itu juga hadir pengurus Lazismu Wilayah DIY, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kapanewon Mlati, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kapanewon Mlati, serta undangan.
Ridwan Furqoni mengatakan, Rumah Singgah Pasien Muhammadiyah merupakan satu rangkaian dengan gerakan Ambulans Muhammadiyah atau AmbulanMu. Menurutnya, para pasien membutuhkan rumah singgah dalam berobat. "Selama ini, teman-teman AmbulanMu ini kalau membawa pasien yang tidak selesai berobat dalam satu hari, mereka membutuhkan rumah singgah. Biasanya menitipkan pasien di lembaga atau yayasan yang lain, sehingga teman-teman ini dalam setiap pertemuan punya mimpi, punya rumah singgah sendiri," kata Ridwan dalam keterangan tertulisnya dikutip, Selasa (9/11/2021).
Baca juga: Sambangi Jateng, Zulhas Pesan ke Kepala Daerah Perhatikan Muhammadiyah dan NU
Ridwan menceritakan, proses berdirinya RSPM berawal dari 2019 saat pihaknya mencari tempat untuk rumah singgah. Setelah dinilai cocok dan mendapat persetujuan dari PCM akhirnya dipilih lokasi RSPM saat ini. Sebelumnya bangunan ini merupakan Kantor PDM Sleman yang sudah beberapa tahun ini pindah ke Sawahan, Pandowoharjo, Sleman.
Ridwan menambahkan, keberadaan RSPM juga sebagai jawaban atas banyaknya pasien tidak mampu yang berobat ke DIY dan membutuhkan rumah singgah. Tidak hanya dari DIY, tapi juga luar Jawa. Ketika pengobatan tidak selesai dalam waktu satu hari, maka mereka membutuhkan tinggal di tempat yang layak.
Dengan adanya RSPM ini, Ridwan berharap agar Muhammadiyah dapat menjadi solusi masalah kesejahteraan sosial. "Sebagaimana semangat Muhammadiyah sejak kelahirannya, kita berusaha menjadi bagian solusi dari problem kesejahteraan sosial. MPS bersama semua elemen persyarikatan menghadirkan rumah singgah pasien ini. Harapannya ini bisa menjawab problem yang sedang aktual saat ini," katanya.
Baca juga: MUI dan PW Muhammadiyah Jawa Timur Gelar Pertemuan, Ada Apa?
Selain itu juga hadir pengurus Lazismu Wilayah DIY, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kapanewon Mlati, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kapanewon Mlati, serta undangan.
Ridwan Furqoni mengatakan, Rumah Singgah Pasien Muhammadiyah merupakan satu rangkaian dengan gerakan Ambulans Muhammadiyah atau AmbulanMu. Menurutnya, para pasien membutuhkan rumah singgah dalam berobat. "Selama ini, teman-teman AmbulanMu ini kalau membawa pasien yang tidak selesai berobat dalam satu hari, mereka membutuhkan rumah singgah. Biasanya menitipkan pasien di lembaga atau yayasan yang lain, sehingga teman-teman ini dalam setiap pertemuan punya mimpi, punya rumah singgah sendiri," kata Ridwan dalam keterangan tertulisnya dikutip, Selasa (9/11/2021).
Baca juga: Sambangi Jateng, Zulhas Pesan ke Kepala Daerah Perhatikan Muhammadiyah dan NU
Ridwan menceritakan, proses berdirinya RSPM berawal dari 2019 saat pihaknya mencari tempat untuk rumah singgah. Setelah dinilai cocok dan mendapat persetujuan dari PCM akhirnya dipilih lokasi RSPM saat ini. Sebelumnya bangunan ini merupakan Kantor PDM Sleman yang sudah beberapa tahun ini pindah ke Sawahan, Pandowoharjo, Sleman.
Ridwan menambahkan, keberadaan RSPM juga sebagai jawaban atas banyaknya pasien tidak mampu yang berobat ke DIY dan membutuhkan rumah singgah. Tidak hanya dari DIY, tapi juga luar Jawa. Ketika pengobatan tidak selesai dalam waktu satu hari, maka mereka membutuhkan tinggal di tempat yang layak.
Dengan adanya RSPM ini, Ridwan berharap agar Muhammadiyah dapat menjadi solusi masalah kesejahteraan sosial. "Sebagaimana semangat Muhammadiyah sejak kelahirannya, kita berusaha menjadi bagian solusi dari problem kesejahteraan sosial. MPS bersama semua elemen persyarikatan menghadirkan rumah singgah pasien ini. Harapannya ini bisa menjawab problem yang sedang aktual saat ini," katanya.
Baca juga: MUI dan PW Muhammadiyah Jawa Timur Gelar Pertemuan, Ada Apa?
Lihat Juga :