Surat Yusuf Ayat 26: Bayi Berbicara Menjadi Saksi Kebenaran Nabi Yusuf

Selasa, 14 Desember 2021 - 15:31 WIB
Pembesar Mesir terkejut saat mendengar seorang bayi di lingkungan Istana dapat berbicara menguatkan kebenaran Nabi Yusuf yang tidak mau diajak berzina. Foto/tangkapan layar Film Nabi Yusuf
Ustaz Mukhlis Mukti Al-Mughni

Yayasan Pustaka Afaf,

Dai Lulusan Al-Azhar Mesir

Ketika Nabi Yusuf 'alaihissalam digoda istri pembesar Mesir, Allah hadirkan saksi baginya. Dalam satu riwayat disebutkan, saksi yang menguatkan Nabi Yusuf adalah bayi yang dapat berbicara atas izin Allah.

Berikut lanjutan tadabur Surat Yusuf Ayat 26:

قَالَ هِيَ رَاوَدَتْنِيْ عَنْ نَّفْسِيْ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِّنْ اَهْلِهَاۚ اِنْ كَانَ قَمِيْصُهٗ قُدَّ مِنْ قُبُلٍ فَصَدَقَتْ وَهُوَ مِنَ الْكٰذِبِيْنَ


"Yusuf berkata: 'Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)", dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta." (QS Yusuf Ayat 26)

Pesan dan Hikmah

1. Yusuf pun segera membela diri bahwa apa yang dikatakan wanita itu adalah tuduhan, justru dialah yang berusaha menundukannya. Ini menunjukan jika kita berada di pihak yang benar maka jangan diam diri tanpa pembelaan. Membela kebenaran dan membongkar kedustaan adalah jihad.

2. Ada prinsip yang jelas diajarkan Rasululllah, "Bukti atau saksi itu harus ada atas orang yang menuduh, sementara sumpah kepada yang tertuduh." Tidak boleh asal tuduh dan klaim tanpa ada bukti dan saksi. Apalagi dalam kasus tuduhan perzinahan, pembunuhan dan pencurian atau yang semisalnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!