Benarkah Langit Tak Punya Tiang? Berikut Tafsir Surat Luqman Ayat 10
Minggu, 26 Desember 2021 - 22:58 WIB
Penciptaan langit yang kelihatan tak bertiang merupakan satu dari tanda-tanda kekuasaan Allah Taala. Foto/dok SINDOnews
Penciptaan alam semesta termasuk langit yang terlihat tak bertiang adalah satu dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Hanya orang-orang berilmu dan beriman yang meyakini bahwa segala sesuatu merupakan ciptaan Allah 'Azza wa Jalla.
Pertanyaannya, benarkah langit tak punya tiang? Ketika memandang ke atas langit, kita mendapati lapisan langit yang tertutup oleh awan terlihat tanpa tiang penyangga. Al-Qur'an menegaskan, "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal."
Untuk menjawab pertanyaan di atas, mari kita simak firman Allah dalam Surat Luqman Ayat 10 berikut tafsirnya:
"Dia menciptakan langit tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya, dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi agar ia (bumi) tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembangbiakkan segala macam jenis makhluk bergerak yang bernyawa di bumi. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik." (QS Luqman: 10)
Dalam Tafsir Kementerian Agama dijelaskan bahwa Ayat ini menerangkan beberapa tanda dan bukti kekuasaan Allah di alam ini, yaitu:
Menciptakan alam semesta dengan segala macam isinya, berupa planet-planet yang tidak terhitung jumlahnya. Planet-planet yang banyak itu merupakan bola-bola besar yang terapung di angkasa luas. Dalam ayat ini disebutkan: "Tanpa tiang sebagaimana kamu lihat".
Dari perkataan ini dapat dipahami bahwa langit itu mempunyai tiang, yakni satu kekuatan yang menopangnya dan berfungsi sebagai tiang, sehingga planet-planet itu tidak jatuh berserakan. Hanya orang-orang yang berilmulah yang dapat melihat tiang-tiang yang kokoh itu dengan ilmu batiniah mereka.
Menurut para Saintis, langit dengan kenyataannya yang tampak, seluas mata memandang tidak sepotong tiang pun yang menyangganya. Logika manusia mengharuskan ada tiang penyangga agar tidak roboh. Akan tetapi, Allah dengan kekuasaan-Nya mampu berbuat di luar jangkauan logika manusia.
Manusia dan semua makhluk yang hidup di bumi berada di bawah sistem gravitasi (gaya tarik) bumi. Dengan demikian, mereka bisa stabil mengerjakan pekerjaan mereka di bumi, tidak melayang-layang di udara.
Ketika keluar dari bumi memasuki alam yang tak bergravitasi, manusia pun tahu bahwa di sana semua benda menjadi melayang-layang tak berbobot, termasuk manusia sendiri. Sungguh mudah bagi Allah untuk membuat apa saja sesuai kehendak-Nya, termasuk membuat langit menjadi "ringan" tak berbobot sehingga tidak diperlukan tiang-tiang untuk menyangganya.
Tapi dapat juga dianggap bahwa medan-medan gaya yang ada dalam alam semesta ini sebagai "tiang maya" yang tidak tampak oleh mata?
Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa Al-Hasan dan Qatadah mengatakan bahwa langit tidak mempunyai tiang, baik yang tidak terlihat maupun yang terlihat. Ibnu Abbas, Ikrimah, dan Mujahid mengatakan bahwa langit memang mempunyai tiang, tetapi kalian tidak dapat melihatnya. Penjelasan mengenai hal ini juga disebutkan dalam Surat Ar-Ra'd dengan keterangan yang panjang.
Pertanyaannya, benarkah langit tak punya tiang? Ketika memandang ke atas langit, kita mendapati lapisan langit yang tertutup oleh awan terlihat tanpa tiang penyangga. Al-Qur'an menegaskan, "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal."
Untuk menjawab pertanyaan di atas, mari kita simak firman Allah dalam Surat Luqman Ayat 10 berikut tafsirnya:
خَلَقَ السَّمٰوٰتِ بِغَيۡرِ عَمَدٍ تَرَوۡنَهَا وَاَ لۡقٰى فِى الۡاَرۡضِ رَوَاسِىَ اَنۡ تَمِيۡدَ بِكُمۡ وَبَثَّ فِيۡهَا مِنۡ كُلِّ دَآ بَّةٍ ؕ وَاَنۡزَلۡنَا مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَاَنۡۢبَتۡنَا فِيۡهَا مِنۡ كُلِّ زَوۡجٍ كَرِيۡمٍ
"Dia menciptakan langit tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya, dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi agar ia (bumi) tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembangbiakkan segala macam jenis makhluk bergerak yang bernyawa di bumi. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik." (QS Luqman: 10)
Dalam Tafsir Kementerian Agama dijelaskan bahwa Ayat ini menerangkan beberapa tanda dan bukti kekuasaan Allah di alam ini, yaitu:
Menciptakan alam semesta dengan segala macam isinya, berupa planet-planet yang tidak terhitung jumlahnya. Planet-planet yang banyak itu merupakan bola-bola besar yang terapung di angkasa luas. Dalam ayat ini disebutkan: "Tanpa tiang sebagaimana kamu lihat".
Dari perkataan ini dapat dipahami bahwa langit itu mempunyai tiang, yakni satu kekuatan yang menopangnya dan berfungsi sebagai tiang, sehingga planet-planet itu tidak jatuh berserakan. Hanya orang-orang yang berilmulah yang dapat melihat tiang-tiang yang kokoh itu dengan ilmu batiniah mereka.
Menurut para Saintis, langit dengan kenyataannya yang tampak, seluas mata memandang tidak sepotong tiang pun yang menyangganya. Logika manusia mengharuskan ada tiang penyangga agar tidak roboh. Akan tetapi, Allah dengan kekuasaan-Nya mampu berbuat di luar jangkauan logika manusia.
Manusia dan semua makhluk yang hidup di bumi berada di bawah sistem gravitasi (gaya tarik) bumi. Dengan demikian, mereka bisa stabil mengerjakan pekerjaan mereka di bumi, tidak melayang-layang di udara.
Ketika keluar dari bumi memasuki alam yang tak bergravitasi, manusia pun tahu bahwa di sana semua benda menjadi melayang-layang tak berbobot, termasuk manusia sendiri. Sungguh mudah bagi Allah untuk membuat apa saja sesuai kehendak-Nya, termasuk membuat langit menjadi "ringan" tak berbobot sehingga tidak diperlukan tiang-tiang untuk menyangganya.
Tapi dapat juga dianggap bahwa medan-medan gaya yang ada dalam alam semesta ini sebagai "tiang maya" yang tidak tampak oleh mata?
Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa Al-Hasan dan Qatadah mengatakan bahwa langit tidak mempunyai tiang, baik yang tidak terlihat maupun yang terlihat. Ibnu Abbas, Ikrimah, dan Mujahid mengatakan bahwa langit memang mempunyai tiang, tetapi kalian tidak dapat melihatnya. Penjelasan mengenai hal ini juga disebutkan dalam Surat Ar-Ra'd dengan keterangan yang panjang.
Lihat Juga :