Kisah Menjelang Buka Puasa : Sepotong Roti dan Minyak Sayyidah Aisyah
Minggu, 03 April 2022 - 17:38 WIB
Saking sederhana dan dermawannya sifat Sayyidah Aisyah, untuk berbuka puasa pun beliau tidak pernah memikirkannya dengan segala keinginan. Foto ilustrasi/ist
Ummul Mukminin Sayyidah 'Aisyah radhiyallahu 'anha, adalah potret perempuan muslimah yang menjadi teladan dalam hal kedermawanan. Seorang istri yang gemar bersedekah dan sangat dermawan.
Dikisahkan, pada suatu ketika 'Aisyah radhiyallahu 'anha mendapat sedekah uang sebesar 100,000 (seratus ribu) dirham. Beliau yang saat itu sedang berpuasa membagi-bagikan uang itu tanpa sisa, padahal di rumah beliau tidak punya apa-apa.
Saat sore tiba, satu-satu istri Nabi yang dinikahi Rasulullah dalam keadaan gadis ini, memanggil pembantunya agar menyiapkan buka puasa . Dalam waktu yang tidak lama si pembantu datang dengan membawa sepotong roti dan minyak.
Baca juga: Doa Berbuka Puasa Berdasar Hadis Sahih
Selanjutnya pembantu tersebut mengatakan, "Sesungguhnya jenengan bisa seandainya berkenan menyisakan barang satu dirham dari uang yang tadi dibagikan untuk membeli daging buat buka puasa !"
Sayyidah 'Aisyah mengatakan, "Oh iya. Seandainya kamu tadi mengingatkan aku, tentu aku melakukan hal itu."
Hikmah Kisah
Kedermawanan dan kemurahan hati Aisyah dalam kisah di atas adalah ciri khas dan karakter akhlak yang terpuji serta permata yang sangat mahal dalam dirinya, yang patut menjadi contoh para muslimah.
Dikutip dari buku ‘Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu’anha, Potret Wanita Mulia Sepanjang Zaman’ karya Sayyid Sulaiman An- Nadwi, dijelaskan bahwa sifat-sifat dan kemuliaan akhlaknya benar-benar mewarisi sifat ayahnya, Abu Bakr Ash-Shiddiq.
Abdullah bin Zubair berkata “ Aku tidak pernah melihat dua wanita yang lebih dermawan melebihi Aisyah dan Asma binti Abu Bakr Ash-Shiddiq. Aisyah dia mengumpulkan sesuatu dengan sesuatu, ketika sudah terkumpul banyak, dia membagi-bagikannya, adapun Asma, maka sedikitpun dia tidak menyimpan untuk besok.” ( HR. Bukhari).
Pada suatu ketika ada orang miskin menemuinya dan meminta diberi makan, saat itu di hadapan Aisyah terdapat anggur. Lalu dia berkata kepada seseorang, “Ambillah biji gandum dan berikan kepadanya,”. Namun si miskin tersebut terus-menerus memandangi gandum tersebut”.
Aisyah pun bertanya “Apakah anda terheran-heran? Menurutmu biji gandum ini berapa mitsqal?” Aisyah seakan menyinggung firman Allah :
Dikisahkan, pada suatu ketika 'Aisyah radhiyallahu 'anha mendapat sedekah uang sebesar 100,000 (seratus ribu) dirham. Beliau yang saat itu sedang berpuasa membagi-bagikan uang itu tanpa sisa, padahal di rumah beliau tidak punya apa-apa.
Saat sore tiba, satu-satu istri Nabi yang dinikahi Rasulullah dalam keadaan gadis ini, memanggil pembantunya agar menyiapkan buka puasa . Dalam waktu yang tidak lama si pembantu datang dengan membawa sepotong roti dan minyak.
Baca juga: Doa Berbuka Puasa Berdasar Hadis Sahih
Selanjutnya pembantu tersebut mengatakan, "Sesungguhnya jenengan bisa seandainya berkenan menyisakan barang satu dirham dari uang yang tadi dibagikan untuk membeli daging buat buka puasa !"
Sayyidah 'Aisyah mengatakan, "Oh iya. Seandainya kamu tadi mengingatkan aku, tentu aku melakukan hal itu."
Hikmah Kisah
Kedermawanan dan kemurahan hati Aisyah dalam kisah di atas adalah ciri khas dan karakter akhlak yang terpuji serta permata yang sangat mahal dalam dirinya, yang patut menjadi contoh para muslimah.
Dikutip dari buku ‘Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu’anha, Potret Wanita Mulia Sepanjang Zaman’ karya Sayyid Sulaiman An- Nadwi, dijelaskan bahwa sifat-sifat dan kemuliaan akhlaknya benar-benar mewarisi sifat ayahnya, Abu Bakr Ash-Shiddiq.
Abdullah bin Zubair berkata “ Aku tidak pernah melihat dua wanita yang lebih dermawan melebihi Aisyah dan Asma binti Abu Bakr Ash-Shiddiq. Aisyah dia mengumpulkan sesuatu dengan sesuatu, ketika sudah terkumpul banyak, dia membagi-bagikannya, adapun Asma, maka sedikitpun dia tidak menyimpan untuk besok.” ( HR. Bukhari).
Pada suatu ketika ada orang miskin menemuinya dan meminta diberi makan, saat itu di hadapan Aisyah terdapat anggur. Lalu dia berkata kepada seseorang, “Ambillah biji gandum dan berikan kepadanya,”. Namun si miskin tersebut terus-menerus memandangi gandum tersebut”.
Aisyah pun bertanya “Apakah anda terheran-heran? Menurutmu biji gandum ini berapa mitsqal?” Aisyah seakan menyinggung firman Allah :
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ
Lihat Juga :