Surat Yusuf Ayat 53: Pesan Nabi Yusuf Tentang Hawa Nafsu

Jum'at, 24 Juni 2022 - 22:20 WIB
Al-Quran menjelaskan hakikat hawa nafsu lewat kisah Nabi Yusuf alaihissalam. Foto ilustrasi/Ist
Ustaz Mukhlis Mukti Al-Mughni

Dai Lulusan Al-Azhar Mesir,

Yayasan Pustaka Afaf

Setelah peristiwa yang dialami Nabi Yusuf 'alaihissalam berlalu dan terbukti tak bersalah, beliau berpesan tentang hawa nafsu. Nabi Yusuf berkata bahwa nafsu selalu mendorong manusia kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Allah.

Perkataan Nabi Yusuf terkait nafsu ini diabadikan dalam Al-Qur'an Surat Yusuf Ayat 53. Berikut pesan dan hikmahnya:

وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ


Artinya: "Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Yusuf Ayat 53)

Pesan dan Hikmah:

1. Sebagian ulama menganggap kalimat dalam ayat di atas adalah ucapannya istri Al-Aziz sebagai bentuk penyesalan di hadapan rajanya. Apa yang dilakukannya kala itu karena mengikuti ajakan nafsu jeleknya.

2. Namun mayoritas ulama berpendapat bahwa kalimat dalam ayat tersebut adalah ucapan Nabi Yusuf 'alaihissalam.

Beliau selamat dari godaan istri Al-Aziz karena limpahan rahmat Allah dan perlindungan-Nya.

3. Yang jelas, seringkali kita lemah di hadapan ajakan nafsu yang selalu mengajak kepada kejahatan dan tidak bisa membedakannya dari nafsu yang dirahmati Allah.

4. Dalam Kitab Asbab al-Takhallush Min Al-Hawa disebutkan bahwa hawa nafsu adalah kecondongan jiwa kepada sesuatu yang selaras dengan keinginan. Ibnu Rajab juga menjelaskan tentang hawa nafsu ini. Menurutnya, "Terkadang hawa nafsu juga digunakan untuk menyebutkan cinta atau kecondongan kepada kebenaran dan selainnya."

Sedangkan menurut Syaikh Mutawalli Asy-Sya'rawi menjelaskan bahwa nafsu itu adalah bergabungnya ruh dengan jasad. Dua entitas ini mewujudkan suatu keinginan yang memiliki berbagai kecondongan, baik maupun buruk. Maka, apabila ruh bergabung dengan jasad, itulah nafsu. Kemudian lahirlah kehidupan yang diliputi kebaikan dan keburukan.

(rhs)
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Dari Farwah bin Naufal Al Asyja'i dia berkata: Saya pernah bertanya kepada Aisyah tentang doa yang pernah diucapkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam saat memohon kepada Allah Azza wa Jalla, maka Aisyah menjawab, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah berdoa: ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIKA MIN SYARRI MAA 'AMILTU WA MIN SYARRI MAA LAM A'MAL (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatan yang telah aku lakukan dan yang belum aku lakukan).

(HR. Muslim No. 4891)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More