Bangun Ponpes Bernuansa Hadhramaut Yaman, Habib Ahmad Letakkan Batu Pertama
Sabtu, 27 Juni 2020 - 21:31 WIB
Al-Habib Ahmad bin Novel Salim Jindan (tengah) bersama Habib Jindan bin Novel Salim Jindan (pimpinan Yayasan Al-Fachriyah), dan Habib Muhammad bin Husein BSA saat peletakan batu dan tasyakur dimulainya pembangunan Ponpes Al Hawthah Al Jindaniyah di Bogor
Kabar gembira bagi kaum muslim di Tanah Air yang ingin merasakan nuansa belajar seperti di negeri Hadhramaut, Yaman. Sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) dengan konsep Al-Hawthah Hadhramaut akan hadir di daerah Bogor, Jawa Barat.
Pimpinan pesantren, Al-Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan memberi nama pondok pesantrennya " Al-Hawthah Al-Jindaniyah ". Alhamdulillah, Senin lalu, 22 Juni 2020 bertepatan dengan 1 Dzulqa'dah 1441 Hijriyah telah dilakukan peletakan batu sekaligus tasyakur untuk memulai pembangunan gedung asrama dan ruang belajar santri serta rumah para guru. Ini merupakan pembangunan gedung besar pertama Pondok Pesantren Al Hawthah Al Jindaniyah setelah melalui beberapa tahap proses studi dan perencanaan dari konsultan pembangunan.
"Pembangunan ini sendiri sedikit mundur dari rencana jadwal, terkendala situasi pembatasan pandemi dan pematangan rencana bersama tim konsultan untuk mendapatkan bangunan dan sistem lingkungan yang tepat dan baik," kata Habib Ahmad yang juga cucu ulama besar Al-Habib Salim bin Jindan.
Tasyakur digelar secara sederhana mengambil keberkahan pembacaan maulid serta doa dihadiri Al-Habib Jindan bin Novel Salim Jindan (pimpinan Yayasan Al-Fachriyah), Al-Habib Muhammad bin Husein BSA, orang tua dan keluarga besar dari Al-Fachriyah, tim pembangunan, serta para santri baru. (Baca Juga: Anggaran Rp2,36 Triliun untuk Pesantren Dinilai Belum Mencukupi )
Habib Jindan bin Novel Salim Jindan yang juga kakak dari Al-Habib Ahmad bin Novel Salim Jindan dalam nasehatnya memberikan dorongan semangat kepada santri dan kepada yang hadir untuk mengambil peran dalam dakwah. Dakwah hakikatnya luas, bukan hanya mengajarkan agama Allah dan tuntunan Rasulullah SAW. Bahwa setiap orang bisa mengambil peran, membantu dan berkontribusi sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing.
Pada acara itu, hadir pula Al-Habib Muhammad bin Husein melantunkan syair indah sebagai dorongan semangat dan doa untuk keberkahan Pondok Pesantren Al Hawthah Al Jindaniyah . "Sebagaimana semangat yang terus kami terima dari para guru, sahabat, dan antum semua yang telah memberikan doa, perhatian, dukungan, donasi bagi Al Hawthah Al Jindaniyah. Mohon dukungan selalu agar pembangunan gedung ini dapat terlaksana dengan lancar. Jazakumullah khairan katsiron," kata beliau.
Gagasan Besar Al-Habib Ahmad bin Novel Salim Jindan
Pondok Pesantren Al Hawthah Al Jindaniyah merupakan buah pemikiran dan gagasan besar dari Al Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan yang mengambil inspirasi dari konsep Al Hawthah Hadhramaut, Yaman. Al Hawthah bermakna wilayah yang ditandai sebagai wilayah khusus dan memiliki otoritas sendiri, wilayah suci dengan aturan khusus. (Baca Juga: Hadhramaut, Negeri Wali Pencetak Ulama dan Dai Nusantara )
Pimpinan pesantren, Al-Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan memberi nama pondok pesantrennya " Al-Hawthah Al-Jindaniyah ". Alhamdulillah, Senin lalu, 22 Juni 2020 bertepatan dengan 1 Dzulqa'dah 1441 Hijriyah telah dilakukan peletakan batu sekaligus tasyakur untuk memulai pembangunan gedung asrama dan ruang belajar santri serta rumah para guru. Ini merupakan pembangunan gedung besar pertama Pondok Pesantren Al Hawthah Al Jindaniyah setelah melalui beberapa tahap proses studi dan perencanaan dari konsultan pembangunan.
"Pembangunan ini sendiri sedikit mundur dari rencana jadwal, terkendala situasi pembatasan pandemi dan pematangan rencana bersama tim konsultan untuk mendapatkan bangunan dan sistem lingkungan yang tepat dan baik," kata Habib Ahmad yang juga cucu ulama besar Al-Habib Salim bin Jindan.
Tasyakur digelar secara sederhana mengambil keberkahan pembacaan maulid serta doa dihadiri Al-Habib Jindan bin Novel Salim Jindan (pimpinan Yayasan Al-Fachriyah), Al-Habib Muhammad bin Husein BSA, orang tua dan keluarga besar dari Al-Fachriyah, tim pembangunan, serta para santri baru. (Baca Juga: Anggaran Rp2,36 Triliun untuk Pesantren Dinilai Belum Mencukupi )
Habib Jindan bin Novel Salim Jindan yang juga kakak dari Al-Habib Ahmad bin Novel Salim Jindan dalam nasehatnya memberikan dorongan semangat kepada santri dan kepada yang hadir untuk mengambil peran dalam dakwah. Dakwah hakikatnya luas, bukan hanya mengajarkan agama Allah dan tuntunan Rasulullah SAW. Bahwa setiap orang bisa mengambil peran, membantu dan berkontribusi sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing.
Pada acara itu, hadir pula Al-Habib Muhammad bin Husein melantunkan syair indah sebagai dorongan semangat dan doa untuk keberkahan Pondok Pesantren Al Hawthah Al Jindaniyah . "Sebagaimana semangat yang terus kami terima dari para guru, sahabat, dan antum semua yang telah memberikan doa, perhatian, dukungan, donasi bagi Al Hawthah Al Jindaniyah. Mohon dukungan selalu agar pembangunan gedung ini dapat terlaksana dengan lancar. Jazakumullah khairan katsiron," kata beliau.
Gagasan Besar Al-Habib Ahmad bin Novel Salim Jindan
Pondok Pesantren Al Hawthah Al Jindaniyah merupakan buah pemikiran dan gagasan besar dari Al Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan yang mengambil inspirasi dari konsep Al Hawthah Hadhramaut, Yaman. Al Hawthah bermakna wilayah yang ditandai sebagai wilayah khusus dan memiliki otoritas sendiri, wilayah suci dengan aturan khusus. (Baca Juga: Hadhramaut, Negeri Wali Pencetak Ulama dan Dai Nusantara )
Lihat Juga :