Kisah Pemuka Quraisy Mendengar Bacaan Nabi Muhammad SAW

Rabu, 24 Agustus 2022 - 23:32 WIB
Ilustrasi Abu Jahal salah satu pemuka kafir Quraisy yang selalu menentang dan melecehkan Nabi Muhammad SAW. Foto/tangkapan layar film Omar
Dikisahkan dalam Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam, pemuka-pemuka Quraisy seperti Abu Sufyan, Abu Jahal, Al-Akhnas keluar pada satu malam untuk mendengarkan bacaan Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam (SAW) yang sedang sholat malam di rumahnya.

Mereka bertiga mengambil tempat duduk masing-masing untuk mendengarkan bacaan Rasulullah SAW. Setiap orang dari mereka tidak mengetahui tempat duduk temannya. Mereka tidak tidur guna mendengarkan bacaan beliau.

Ketika fajar menyingsing, mereka pun bubar dan bertemu di salah satu jalan. Mereka saling menghujat yang lain. Sebagian dari mereka berkata kepada yang lain "Jangan ulangi perbuatan kalian ini, sebab jika kalian dilihat sebagian orang-orang yang tidak waras di antara kalian, pasti kalian meninggalkan sesuatu pada dirinya." Setelah itu, mereka berpisah.

Malam berikutnya, mereka bertiga kembali ke tempat duduk mereka semula untuk mendengarkan bacaan Rasulullah. Ketika fajar, mereka pun bertemu di jalan persis seperti malam sebelumnya. Setelah itu mereka berpisah.

Pada malam berikutnya, mereka bertiga kembali mendengarkan bacaan Rasulullah SAW. Ketika fajar menyingsing, mereka baru bubar dan kembali bertemu di salah satu jalan. Sebagian dari mereka berkata kepada yang lain: "Kita tidak meninggalkan tempat ini hingga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan kita ini." Mereka bertiga pun berjanji tidak mengulangi perbuatannya, kemudian pulang ke rumahnya masing-masing.

Esoknya, Al-Akhnas mengambil tongkatnya kemudian keluar rumah menemui Abu Sufyan. Tiba di rumah Abu Sufyan, Al-Akhnas bertanya: "Wahai Abu Handzalah, bagaimana pendapatmu tentang yang tadi malam engkau dengar dari Muhammad?"

Abu Sufyan menjawab: "Hai Abu Tsa'labah, demi Allah, aku mendengar sesuatu yang aku kenal dan aku mengerti maksudnya. Aku juga dengar sesuatu yang tidak aku kenal dan tidak aku pahami maksudnya." Al-Akhnas berkata: "Demi Allah, aku juga seperti itu."

Kemudian Al-Akhnas pergi menuju rumah Abu Jahal. Al-Akhnas masuk rumah Abu Jahal kemudian berkata: "Hai Abul Hakam, bagaimana pendapatmu tentang apa yang semalam engkau dengar dari Muhammad?"

Abu Jahal berkata: "Apa yang aku dengar? Kita bersaing keras memperebutkan kehormatan dengan Bani Abdu Manaf. Mereka memberi makan, dan kita juga memberi makan. Mereka menanggung orang, dan kita pun menanggung orang. Mereka memberi, dan kita pun memberi. Hingga ketika kita telah siap untuk berangkat dan kami seperti dua kuda pacuan, tiba-tiba mereka berkata, 'Kita memiliki Nabi yang mendapatkan wahyu dari langit. Kapankah kita bisa mendapatkan hal seperti itu? Demi Allah, aku tidak akan beriman kepada Nabi tersebut dan tidak membenarkannya."

Kemudian Al-Akhnas berdiri dari hadapan Abu Jahl dan meninggalkan rumahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!