Penciptaan Api dari Kayu Bukti Kebesaran Allah, Ini Kata Al-Qur'an dan Sains
Sabtu, 03 September 2022 - 15:33 WIB
Api yang menyala dari kayu yang semula berupa pohon basah dan hijau salah satu bukti kebesaran Allah yang juga dibenarkan oleh ilmu sains. Foto/dok wikiHow
Di antara bukti kebesaran Allah yaitu menjadikan api untuk manusia dari kayu yang semula berupa pohon basah dan hijau. Begitu kayu itu kering, seketika api dapat dinyalakan dan manusia mengambil manfaat dari fenomena ini.
Allah menjelaskan hal ini dalam Al-Qur'an Surat Yasin. Berikut firman-Nya:
Artinya: "Yaitu (Allah) yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau, maka seketika itu kamu nyalakan (api) dari kayu itu." (QS Yasin Ayat 80)
Mengutip tafsir Kemenag, pada ayat ini Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk menjelaskan kepada orang-orang musyrik bahwa yang akan menghidupkan kembali tulang-tulang lapuk itu ialah Allah.
Mereka mengira bahwa tulang-tulang yang sudah lapuk itu telah menjadi dingin dan kering tidak dapat lagi menerima kehidupan karena kehidupan memerlukan adanya panas. Padahal sehari-hari mereka menyaksikan bahwa kayu yang sudah lapuk dan dingin dapat menimbulkan panas dan menghidupkan api.
Bahkan, kayu yang masih basah dan berdaun ada juga yang dapat menyalakan api. Dalam kehidupan sehari-hari, orang Arab telah mengetahui bahwa ada beberapa jenis kayu yang jika digesekkan antara satu dengan lainnya akan memercikkan api.
Ini semua diciptakan Allah untuk manusia agar mereka bisa menghangatkan badan, memasak, menggunakannya untuk penerangan, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Penjelasan Sains
Menurut kajian sains, api di sini dapat diinterpretasikan sebagai energi. Di dalam tumbuhan memang terjadi proses pemanfaatan energi matahari untuk mengubah bahan yang diambil tumbuhan menjadi energi kimiawi. Penjelasan mengenai terjadinya perubahan energi itu disebut sebagai proses fotosintesa.
Allah menjelaskan hal ini dalam Al-Qur'an Surat Yasin. Berikut firman-Nya:
اۨلَّذِىۡ جَعَلَ لَـكُمۡ مِّنَ الشَّجَرِ الۡاَخۡضَرِ نَارًا فَاِذَاۤ اَنۡـتُمۡ مِّنۡهُ تُوۡقِدُوۡنَ
Artinya: "Yaitu (Allah) yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau, maka seketika itu kamu nyalakan (api) dari kayu itu." (QS Yasin Ayat 80)
Mengutip tafsir Kemenag, pada ayat ini Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk menjelaskan kepada orang-orang musyrik bahwa yang akan menghidupkan kembali tulang-tulang lapuk itu ialah Allah.
Mereka mengira bahwa tulang-tulang yang sudah lapuk itu telah menjadi dingin dan kering tidak dapat lagi menerima kehidupan karena kehidupan memerlukan adanya panas. Padahal sehari-hari mereka menyaksikan bahwa kayu yang sudah lapuk dan dingin dapat menimbulkan panas dan menghidupkan api.
Bahkan, kayu yang masih basah dan berdaun ada juga yang dapat menyalakan api. Dalam kehidupan sehari-hari, orang Arab telah mengetahui bahwa ada beberapa jenis kayu yang jika digesekkan antara satu dengan lainnya akan memercikkan api.
Ini semua diciptakan Allah untuk manusia agar mereka bisa menghangatkan badan, memasak, menggunakannya untuk penerangan, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Penjelasan Sains
Menurut kajian sains, api di sini dapat diinterpretasikan sebagai energi. Di dalam tumbuhan memang terjadi proses pemanfaatan energi matahari untuk mengubah bahan yang diambil tumbuhan menjadi energi kimiawi. Penjelasan mengenai terjadinya perubahan energi itu disebut sebagai proses fotosintesa.
Lihat Juga :