Selamat Datang Rabiul Akhir, Ini 7 Peristiwa Penting dalam Sejarah Islam
Kamis, 27 Oktober 2022 - 05:10 WIB
Rabiul Akhir disebut juga Rabial-Tsani, bulan keempat dalam kalender Hijriyah. Bulan musim semi kedua ini disebut juga sebagai bulan peperangan dalam sejarah Islam. Foto/Ist
Hari ini kita memasuki bulan Rabiul Akhir 1444 Hijriyah bertepatan Kamis (27/10/2022). Rabiul Akhir disebut juga Rabi' al-Tsani (ربیع الثانی), bulan keempat dalam kalender Hijriyah terdiri 29 hari.
Makna bulan ini mengikuti makna bulan sebelumnya Rabiul Awal (musim semi pertama). Maka Rabiul Akhir diartikan sebagai musim semi kedua atau menandai musim mekar-mekarnya bunga pada tumbuh-tumbuhan yang akhir. Penamaan itu tidak terlepas dari peristiwa musim Rabi' atau musim semi yang terjadi di Jazirah Arab.
Perbedaan kalender Masehi dengan Hijriyah terletak pada perhitungan yang dipakai. Kalender Masehi mengikuti peredaran matahari (Syamsiyah), sedangkan Hijriyah berdasarkan bulan (Qomariyah). Perhitungan waktu matahari dalam setahun berbeda 11 hari dengan perhitungan bulan Hijriyah.
Dalam sejarah, Rabiul Akhir disebut juga bulan peperangan, karena pada bulan itu banyak terjadi perang melibatkan kaum muslimin di masa Rasulullah dan para Sahabat. Berikut tujuh peristiwa penting di bulan Rabiul Akhir:
1. Perang Buhran
Perang Buhran disebut juga invasi Buhran terjadi pada bulan Rabiul Akhir Tahun ke-3 Hijriyah (624 Masehi). Perang ini dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW di Buhran atau Bahran. Buhran sebuah wilayah yang terletak di Hijaz antara Madinah dan Mekkah. Nabi membawa 300 orang pasukannya. Dalam perang ini tidak terjadi adu kekuatan militer. Perang ini juga disebut Ghazwah al-Fur dan Ghazwah Bani Sulaim. Disebutkan, Nabi Muhammad SAW meninggalkan Madinah selama 10 atau 11 hari untuk memimpin perang ini.
2. Perang Ghamar (Ekspedisi Ukkasyah)
Rasulullah SAW mengutus Ukkasyah dalam sebuah ekspedisi ke wilayah Ghamar, sumber air milik Bani Asad pada pada Tahun 6 Hijriyah bulan Rabiul Awal atau Rabiul Akhir. Ukkasyah berangkat membawa 40 pasukan muslim. Setibanya di Ghamar, para penduduknya melarikan diri.
3. Penaklukan Kabilah Bani Sulaim
Rasululah SAW mengirim sahabat Zaid bin Haritsah memimpin pasukan muslimin untuk menalukkan kabilah Bani Sulaim. Mereka menemukan perkampungan kabilah Bani Sulaim setelah mendapat petunjuk dari seorang perempuan.
Makna bulan ini mengikuti makna bulan sebelumnya Rabiul Awal (musim semi pertama). Maka Rabiul Akhir diartikan sebagai musim semi kedua atau menandai musim mekar-mekarnya bunga pada tumbuh-tumbuhan yang akhir. Penamaan itu tidak terlepas dari peristiwa musim Rabi' atau musim semi yang terjadi di Jazirah Arab.
Perbedaan kalender Masehi dengan Hijriyah terletak pada perhitungan yang dipakai. Kalender Masehi mengikuti peredaran matahari (Syamsiyah), sedangkan Hijriyah berdasarkan bulan (Qomariyah). Perhitungan waktu matahari dalam setahun berbeda 11 hari dengan perhitungan bulan Hijriyah.
Dalam sejarah, Rabiul Akhir disebut juga bulan peperangan, karena pada bulan itu banyak terjadi perang melibatkan kaum muslimin di masa Rasulullah dan para Sahabat. Berikut tujuh peristiwa penting di bulan Rabiul Akhir:
1. Perang Buhran
Perang Buhran disebut juga invasi Buhran terjadi pada bulan Rabiul Akhir Tahun ke-3 Hijriyah (624 Masehi). Perang ini dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW di Buhran atau Bahran. Buhran sebuah wilayah yang terletak di Hijaz antara Madinah dan Mekkah. Nabi membawa 300 orang pasukannya. Dalam perang ini tidak terjadi adu kekuatan militer. Perang ini juga disebut Ghazwah al-Fur dan Ghazwah Bani Sulaim. Disebutkan, Nabi Muhammad SAW meninggalkan Madinah selama 10 atau 11 hari untuk memimpin perang ini.
2. Perang Ghamar (Ekspedisi Ukkasyah)
Rasulullah SAW mengutus Ukkasyah dalam sebuah ekspedisi ke wilayah Ghamar, sumber air milik Bani Asad pada pada Tahun 6 Hijriyah bulan Rabiul Awal atau Rabiul Akhir. Ukkasyah berangkat membawa 40 pasukan muslim. Setibanya di Ghamar, para penduduknya melarikan diri.
3. Penaklukan Kabilah Bani Sulaim
Rasululah SAW mengirim sahabat Zaid bin Haritsah memimpin pasukan muslimin untuk menalukkan kabilah Bani Sulaim. Mereka menemukan perkampungan kabilah Bani Sulaim setelah mendapat petunjuk dari seorang perempuan.
Lihat Juga :