Kisah Nabi Isa Menginterogasi Seorang Pencuri
Selasa, 20 Desember 2022 - 14:00 WIB
Para Rasul dan Nabi adalah manusia dengan cetakan tersendiri, khususnya dalam hal ta’zim kepada Tuhan mereka dan pensucian mereka kepada-Nya. Foto/Ilustrasi: Ist
Kisah ini diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dalam Shahîh masing-masing dari Abu Hurairah yang menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bercerita:
رَأَى عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَجُلًا يَسْرِقُ، فَقَالَ لَهُ: أَسَرَقْتَ؟ قَالَ: كَلَّا وَاللَّهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ، فَقَالَ عِيسَى: آمَنْتُ بِاللَّهِ، وَكَذَّبْتُ عَيْنِي
“Pada suatu ketika, Nabi Isa melihat seorang lelaki yang mencuri. Lantas oleh Nabi Isa, si pencuri ditanya, ‘Apakah engkau mencuri?’
Pencuri itu menjawab, ‘Demi Allah, Dzat yang tidak ada Tuhan selain Dia, tidak!’ Nabi Isa berkata, ‘Aku beriman kepada Allah dan mendustakan kedua mataku’.”
Baca juga: Kisah Nabi Isa Menghidupkan Kembali Putra Nabi Nuh
Dikisahkan, Nabi Isa ‘alaihissalam pernah melihat seorang maling dengan mata kepalanya sendiri. Namun setelah diinterogasi oleh Nabi Isa, lelaki itu justru bersumpah dengan nama Allah bahwa dirinya tidak mencuri. Maka Nabi Isa pun mendustakan penglihatan matanya dan membenarkan pengakuan si lelaki yang mencuri.
Kisah ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dalam Kitab Ahadisil Anbiya’, bab firman Allah, "Dan ceritakanlah kisah Maryam di dalam Al-Qur'an" ( QS Maryam : 16).(6/478, no. 3443).
Juga diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya dalam Kitabul Fadhail, bab keutamaan Isa (4/1838), no. 2366. Hadis ini dalam Syarah An-Nawawi, 15/506.
Para Rasul dan Nabi adalah manusia dengan cetakan tersendiri, khususnya dalam hal ta’zim kepada Tuhan mereka dan pensucian mereka kepada-Nya.
Nabi Isa bukan orang bodoh yang tidak bisa membedakan antara orang jujur dengan pendusta, akan tetapi Allah di hati Nabi Isa adalah lebih agung dari sekadar Dia digunakan oleh seseorang untuk bersumpah secara dusta. Pencuri ini berhasil lolos dari Nabi Isa. Akan tetapi mana mungkin dia akan lolos dari azab dan balasan Allah?
رَأَى عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَجُلًا يَسْرِقُ، فَقَالَ لَهُ: أَسَرَقْتَ؟ قَالَ: كَلَّا وَاللَّهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ، فَقَالَ عِيسَى: آمَنْتُ بِاللَّهِ، وَكَذَّبْتُ عَيْنِي
“Pada suatu ketika, Nabi Isa melihat seorang lelaki yang mencuri. Lantas oleh Nabi Isa, si pencuri ditanya, ‘Apakah engkau mencuri?’
Pencuri itu menjawab, ‘Demi Allah, Dzat yang tidak ada Tuhan selain Dia, tidak!’ Nabi Isa berkata, ‘Aku beriman kepada Allah dan mendustakan kedua mataku’.”
Baca juga: Kisah Nabi Isa Menghidupkan Kembali Putra Nabi Nuh
Dikisahkan, Nabi Isa ‘alaihissalam pernah melihat seorang maling dengan mata kepalanya sendiri. Namun setelah diinterogasi oleh Nabi Isa, lelaki itu justru bersumpah dengan nama Allah bahwa dirinya tidak mencuri. Maka Nabi Isa pun mendustakan penglihatan matanya dan membenarkan pengakuan si lelaki yang mencuri.
Kisah ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dalam Kitab Ahadisil Anbiya’, bab firman Allah, "Dan ceritakanlah kisah Maryam di dalam Al-Qur'an" ( QS Maryam : 16).(6/478, no. 3443).
Juga diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya dalam Kitabul Fadhail, bab keutamaan Isa (4/1838), no. 2366. Hadis ini dalam Syarah An-Nawawi, 15/506.
Para Rasul dan Nabi adalah manusia dengan cetakan tersendiri, khususnya dalam hal ta’zim kepada Tuhan mereka dan pensucian mereka kepada-Nya.
Nabi Isa bukan orang bodoh yang tidak bisa membedakan antara orang jujur dengan pendusta, akan tetapi Allah di hati Nabi Isa adalah lebih agung dari sekadar Dia digunakan oleh seseorang untuk bersumpah secara dusta. Pencuri ini berhasil lolos dari Nabi Isa. Akan tetapi mana mungkin dia akan lolos dari azab dan balasan Allah?
Lihat Juga :