Tipu Daya dan Kejinya Tokoh-Tokoh Yahudi Membunuh Nabi Isa
Jum'at, 23 Desember 2022 - 15:04 WIB
Allah berfirman: mereka tidak membunuh dan menyalipkannya. Akan tetapi yang dibunuh itu adalah pengkhianat yang diserupakan Allah seperti nabi Isa as. Foto/Ilustrasi: Ist
Tatkala Nabi Isa as mulai berdakwah, pembesar Yahudi dan ulama mereka melakukan pertemuan dan musyawarah menghadapi persoalan tersebut, Mereka berkata:” Kita takut Isa akan merusak agama kita, dan orang-orang akan mengikuti agama dia.
Lalu berkatalah kepala Kahin: "Membunuh satu lebih baik daripada masyarakat dan keluarga mengikutinya. Lalu mereka memutuskan untuk membunuh nabi Isa dan menyalibnya."
Setelah Isa as mengetahui keinginan mereka maka beliau bersama murid-muridnya berusaha untuk menghindar dari tipu daya Yahudi tersebut. Dan bersama mereka ikut pula Yauza Askharyuth, yaitu pengkhianat yang telah menerima upah sebanyak 30 dirham untuk menunjuki tempat persembunyian Isa.
Ketika mereka masuk ke tempat persembunyiannya Allah SWT menyerupakan pengkhiatnat itu seperti Nabi Isa as. Merekapun menangkapnya. Mereka menduga bahwa dia adalah Isa ibn Maryam.
Baca juga: Kisah Nabi Isa Menginterogasi Seorang Pencuri
Setelah itu mereka membunuh dan menyalibnya. Sedang Isa as diangkat ke langit. Allah berfirman dalam Surat An-Nisa ayat 157-158:
وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا ٱلْمَسِيحَ عِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ ٱللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِن شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ ٱخْتَلَفُوا۟ فِيهِ لَفِى شَكٍّ مِّنْهُ ۚ مَا لَهُم بِهِۦ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا ٱتِّبَاعَ ٱلظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًۢا
بَل رَّفَعَهُ ٱللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
Wa qaulihim innā qatalnal-masīḥa 'īsabna maryama rasụlallāh, wa mā qatalụhu wa mā ṣalabụhu wa lākin syubbiha lahum, wa innallażīnakhtalafụ fīhi lafī syakkim min-h, mā lahum bihī min 'ilmin illattibā'aẓ-ẓanni wa mā qatalụhu yaqīnā. Bal rafa'ahullāhu ilaīh, wa kānallāhu 'azīzan ḥakīmā.
Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.
Lalu berkatalah kepala Kahin: "Membunuh satu lebih baik daripada masyarakat dan keluarga mengikutinya. Lalu mereka memutuskan untuk membunuh nabi Isa dan menyalibnya."
Setelah Isa as mengetahui keinginan mereka maka beliau bersama murid-muridnya berusaha untuk menghindar dari tipu daya Yahudi tersebut. Dan bersama mereka ikut pula Yauza Askharyuth, yaitu pengkhianat yang telah menerima upah sebanyak 30 dirham untuk menunjuki tempat persembunyian Isa.
Ketika mereka masuk ke tempat persembunyiannya Allah SWT menyerupakan pengkhiatnat itu seperti Nabi Isa as. Merekapun menangkapnya. Mereka menduga bahwa dia adalah Isa ibn Maryam.
Baca juga: Kisah Nabi Isa Menginterogasi Seorang Pencuri
Setelah itu mereka membunuh dan menyalibnya. Sedang Isa as diangkat ke langit. Allah berfirman dalam Surat An-Nisa ayat 157-158:
وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا ٱلْمَسِيحَ عِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ ٱللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِن شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ ٱخْتَلَفُوا۟ فِيهِ لَفِى شَكٍّ مِّنْهُ ۚ مَا لَهُم بِهِۦ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا ٱتِّبَاعَ ٱلظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًۢا
بَل رَّفَعَهُ ٱللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
Wa qaulihim innā qatalnal-masīḥa 'īsabna maryama rasụlallāh, wa mā qatalụhu wa mā ṣalabụhu wa lākin syubbiha lahum, wa innallażīnakhtalafụ fīhi lafī syakkim min-h, mā lahum bihī min 'ilmin illattibā'aẓ-ẓanni wa mā qatalụhu yaqīnā. Bal rafa'ahullāhu ilaīh, wa kānallāhu 'azīzan ḥakīmā.
Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.
Lihat Juga :