Syiar: NKRI Sudah Sesuai Kualifikasi Nabi

Kultum Syiar bersama Ustadz H. Muhammad Kholid Syeirazi, M.Si membahas tentang Piagam Madinah. Negara Kesatuan Republik Indonesia didirikan antara lain oleh Ulama merujuk kepada ajaran sunah Praktek Kenegaraan yang pernah dicontohkan oleh Nabi. Ketika merumuskan Piagam Madinah, Rasulullah mendamaikan, mempertemukan banyak komunitas agama, etnis kedalam satu wadah tunduk di bawah konstitusi tunggal namanya Piagam Madinah.

Rasulullah menyatukan masyarakat multi agama bukan hanya muslim tapi ada beberapa dari Yahudi dan beberapa masyarakat pendatang kaum muhajirin serta masyarakat pribumi kaum Ansor, semua disatukan dalam pengertian umat. Hal ini dicontohkan Nabi sebagai pengertian yang inklusif bukan hanya umat Islam tapi seluruh warga negara yang terikat kepada konstitusi Madinah.

Karena itu NKRI berdasarkan multi Agama ada Muslim dan non Muslim semua itu terikat oleh ketundukan konstitusi yang disepakati bersama. Oleh sebab itu para ulama menyebut NKRI adalah Konsensus Kebangsaan semuanya wajib tunduk dan tidak ada istilah mayoritas atau minoritas semua tunduk di mata hukum, dikarenakan NKRI berdasarkan Pancasila sudah memenuhi kualifikasi seperti yang dicontohkan oleh Nabi.

(sir)
cover top ayah
وَلَقَدۡ مَكَّـنّٰكُمۡ فِى الۡاَرۡضِ وَجَعَلۡنَا لَـكُمۡ فِيۡهَا مَعَايِشَ ؕ قَلِيۡلًا مَّا تَشۡكُرُوۡنَ
Dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.

(QS. Al-A’raf:10)
cover bottom ayah