Jangan Mudik demi Kemaslahatan Semua - KH Maruf Amin

Salah satu tradisi yang kita lakukan di bulan Ramadhan adalah bersilaturahmi, kepada orang tua di kampung kita atau berziarah jika mereka sudah tidak ada. Baik itu dilakukan sebelum hari raya Idul Fitri atau sesudah hari raya. Kebiasaan atau tradisi ini merupakan khas kita di Indonesia sejak dulu kala dan kita kenal dengan mudik. Dan sangat baik jika kita bertemu muka, bermuwajahah dengan keluarga apalagi dengan orang tua.
Akan tetapi situasi sekarang ini, apabila mudik dilakukan maka sangat berbahaya. Kenapa? karena sangat berpotensi bahkan sangat diyakini terjadinya penularan. Sangat diyakini terjadinya bahaya, dari kita yang membahayakan orang lain, atau orang lain yang terbahayakan oleh kita.
Buktinya di beberapa daerah yang tadinya tidak ada corona sekarang terjadi penyebaran, karena adanya pergerakan dari daerah pusat-pusat corona di kota-kota besar terutama Jakarta dan sekitarnya ke kampung-kampung melalui orang-orang yang mudik atau kembali ke kampungnya masing-masing.
Oleh karena itu, apabila sesuatu perbuatan walaupun itu baik, walaupun maslahat, tetapi kalau menimbulkan bahaya itu harus dihindari.
Apalagi sekarang ini pemerintah melarang untuk mudik, jadi wajibnya bertambah. Wajib karena kita menghindari bahaya berdasarkan keyakinan dan wajib mentaati pemerintah. Karena pemerintah melarang mudik untuk kemaslahatan kita semua dengan alasan-alasan yang tentu sangat masuk akal berdasarkan peristiwa-peristiwa yang terjadi.
Simak tausiyah dari Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma'ruf Amin selengkapnya dalam video berikut.

(ary)
cover top ayah
وَاِنَّا لَنَعۡلَمُ اَنَّ مِنۡكُمۡ مُّكَذِّبِيۡنَ‏
Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan (Al-Qur'an).

(QS. Al-Haqqah:49)
cover bottom ayah