Isra Mikraj dan Fondasi Kebangkitan Umat

Senin, 20 Februari 2023 - 21:45 WIB
loading...
Isra Mikraj dan Fondasi...
Imam Shamsi Ali, Direktur Jamaica Muslim Center yang juga Presiden Nusantara Foundation. Foto/dok SINDOnews
A A A
Imam Shamsi Ali
Direktur Jamaica Muslim Center,
Presiden Nusantara Foundation

"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, yang sekitarnya telah Kami (Allah) berkahi, dan untuk Kami perlihatkan padanya sebagian dari tanda-tanda Kami. Sesungguhnya Dia Maha mendengar lagi Maha melihat." (QS Al-Isra ayat 1)

Salah satu tonggak sejarah dalam perjalanan juang Rasulullah SAW mengemban amanah dakwah adalah peristiwa Isra dan Mikraj. Isra' berarti perjalanan di malam hari. Sedangkan Mikraj berarti perjalanan ke atas (vertical journey).

Ada beberapa pendapat di kalangan para ulama tentang kapan peristiwa tersebut terjadi. Ada yang menyebutkan tiga tahun sebelum hijrahnya beliau ke Madinah. Ada juga yang menyebutkan setahun sebelum Rasulullah diperintahkan berhijrah ke Yatsrib (belakangan menjadi Madinatur Rasul, Kota Madinah).

Namun yang pasti peristiwa Isra Mikraj ini terjadi ketika Rasulullah SAW sedang menghadapi situasi sangat berat. Baru saja boikot Bani Hasyim berakhir. Disusul kematian dua orang terdekatnya, Khadijah sang istri tercinta dan Abu Thalib sang paman yang beliau juga cintai. Bahkan baru saja beliau kembali dari misi Dakwah ke Thaif yang ternyata berakhir dengan resistensi yang menyedihkan.

Semua itu menjadikan beliau menyebut masa-masa tersebut dengan sebutan Aamul huzni atau tahun kesedihan. Bagaimana tidak, tidak saja bahwa Khadijah sebagai tulang punggung Dakwah meninggalkan beliau. Sementara Abu Thalib walaupun bukan Muslim tapi memposisikan diri sebagai benteng Rasulullah dari serangan musuh, khususnya dari kalangan keluarga.

Kesedihan Rasulullah SAW sebenarnya juga disebabkan terutama karena Abu Thalib meninggal dalam keadaan tidak beriman. Bagi beliau seolah itu kegagalan yang menyedihkan. Tapi juga realita bahwa resistensi kepada dakwah semakin meninggi seperti apa yang terjadi dalam perjalanan dakwahnya ke Thaif.

Saya tidak bermaksud membicarakan lagi tentang "who, what, how and when" dari peristiwa Isra dan Mikraj ini. Karena hal-hal seperti ini selain bukan esensi utama dari sejarah, juga telah banyak dibicarakan oleh banyak kalangan. Saya hanya ingin mengambil satu hikmah terpenting dari peristiwa penting dari perjalanan sejarah agama ini.

Kebangkitan Umat
Jika kita merujuk kepada realita kebangkitan Islam dan umat, ada beberapa anak tangga yang terlalui. Dari kelahiran Rasulullah (Milad), pengangkatan Muhammad menjadi Rasul (bi'tsah), lalu diperjalankannya beliau di malam hari (Isra Mikraj), hingga migrasi Rasulullah ke Madinah (hijrah), yang berujung kepada penaklukan Kota Mekah (Fathu Mekkah).

Dari semua anak tangga itu, Isra Mikraj dan Hijrah adalah dua simbolisasi kebangkitan umat secara keseluruhan. Isra Mikraj adalah simbol kebangkitan individual. Sementara Hijrah merupakan simbol kebangkitan kolektif (keumatan).

Peristiwa Isra Mikraj sesungguhya tidak bisa dilepaskan dari konteks situasi yang mengelilinginya saat itu. Berbagai tantangan dan cobaan silih berganti menimpa baginda Rasulullah SAW. Bahkan sebagai manusia yang tentunya memiliki tendensi manusiawi beliau seolah sumpek dan sempit dengan semua itu. Di momen-momen puncak kesumpekan dan kesempitan itu Allah justeru memperjalankannya (Isra') dan menaikkannya (Mikraj) ke tingkat tertinggi (Sidratul Muntaha).

Peristiwa Isra Mikraj benar-benar menggambarkan kekuasaan dan otoritas Ilahi. Muhammad dalam semua konteks perjalanan ini adalah obyek dalam genggaman Dia Yang Maha mendengar lagi Maha melihat. Dan karenanya ayat tentang Isra dan Mikraj juga dimulai dengan pernyataan tegas: "Subhana". Sebuah penegasan akan kemaha sempurnaan Allah dalam kuasa dan otoritasnya.

Selanjutnya semua detak langkah yang terjadi dalam peristiwa itu merujuk kepada kuasa Allah. Bahwa Dia yang memperjalankan (asraa) hambaNya. Kata hamba ('abd) selain memang panggilan mulia bagi seorang Mukmin, juga menunjukkan penghambaan mutlak dari seorang hamba yang laa haula wa laa quwwata illa billah (tiada saya dan tiada kekuatan kecuali dengan Allah).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Masjid Az-Zikra Sentul...
Masjid Az-Zikra Sentul Gelar Zikir Akbar Spesial Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad
Tiga Makna Isra Mikraj...
Tiga Makna Isra Mikraj Menurut Abdul Mu'ti
Kumpulan Doa Isra Mikraj,...
Kumpulan Doa Isra Mikraj, Cek di Sini Saja!
15 Hikmah Isra Mikraj...
15 Hikmah Isra Mikraj bagi Kehidupan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Khotbah Jumat : Isra...
Khotbah Jumat : Isra Mikraj dan Kualitas Salat
9 Ayat-ayat Al Quran...
9 Ayat-ayat Al Quran tentang Isra Mikraj, Terbanyak di Surat Al Isra dan An-Najm
Rekomendasi
Jenis Anjing Pelacak...
Jenis Anjing Pelacak yang Dipakai Polisi untuk Bongkar Kejahatan
Astronom Temukan Sinyal...
Astronom Temukan Sinyal Radio Berusia 8 Miliar Tahun
Belum Terungkap Sampai...
Belum Terungkap Sampai Sekarang, Fenomena Badai Bola Petir Sudah Diamati 750 Tahun Lalu
Artikel Terkini
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Infografis
6 Hikmah Puasa Ramadhan...
6 Hikmah Puasa Ramadhan yang Penting Diketahui Umat Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved