Masjid Jogokariyan Yogyakarta : Mewujudkan Cita-cita Ummat, Salat Subuh Melebihi Salat Jumat
Minggu, 12 Maret 2023 - 20:12 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Masjid Jogokariyan juga menggaungkan saldo nol rupiah. Uang yang disedekahkan masyarakat memiliki tujuan untuk segera menjadi amal. Sebab hal tersebut, jika terdapat sesuatu yang dibutuhkan oleh masyarakat terkait pelayanan masjid, maka uang sedekah masyarakat tersebut segera dibelanjakan.
Sejarah masjid itu sendiri, didirikan pada bulan Agustus 1967 yang telah diresmikan oleh ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta. Tanah seluas 600 meterpersegi dibeli oleh masyarakat atas bantuan pengusaha batik yang tergabung dalam Koperasi Batik Karang Tunggal dan Koperasi Tenun Tri Jaya.
Ide dalam pembangunan Masjid Jogokariyan berawal dari seorang pengusaha batik asal Karangkajen bernama H. Jazuli yang kebetulan memiliki rumah di kampung Jogokariyan. Kemudian, dengan niatnya yang ingin membangun masjid, disampaikanlah kepada tokoh masyarakat setempat, seperti Bapak Zarkoni, Bapak Abdul Manan, H. Amin Said (satu-satunya warga yang sudah menjalankan ibadah haji pada tahu 1957 di tempat itu), Bapak Hadits Hadi Sutarno, KRT Widyodiningrat, Ibu Margoni, dan beberapa tokoh yang lain.
Masjid ini memiliki keunikan yaitu tidak membuang unsur budaya setempat dalam pembangunan masjidnya. Hal tersebut dapat dilihat pada logo masjidnya yang menggunakan tiga bahasa, yaitu Bahasa Arab, indonesia, dan Jawa.
Pada tahun 2016, Kementrian Agama Republik Indonesia Masjid Jogokariyan ditetapkan sebagai salah satu masjid percontohan dalam bidang pengelolaan masjid (idarah). Salah satu pengurus masjid, Ustaz H. Muhammad Jazir ASP menjelaskan bahwa dalam penetapan Masjid Jogokariyan sebagai masjid percontohan telah melalui beberapa seleksi. Mulai dari tingkat kecamatan, kota, provinsi, dan tingkat nasional.
Keberhasilan masyarakat setempat dalam mengelola masjidnya tidak terlepas dari pemahaman mereka tentang fungsi dasar dari sebuah masjid. Fungsi tersebut adalah kehadiran masjid harus dirasakan oleh masyarakat. Jadi, Masjid Jogokariyan dikelola oleh masyarakat melalui kegiatan-kegiatan.
Baca juga: Masjid Jogokariyan Jogja Cari Pemilik Nama Muhammad dan Maryam untuk Salat Subuh Berjamaah
Sejarah masjid itu sendiri, didirikan pada bulan Agustus 1967 yang telah diresmikan oleh ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta. Tanah seluas 600 meterpersegi dibeli oleh masyarakat atas bantuan pengusaha batik yang tergabung dalam Koperasi Batik Karang Tunggal dan Koperasi Tenun Tri Jaya.
Ide dalam pembangunan Masjid Jogokariyan berawal dari seorang pengusaha batik asal Karangkajen bernama H. Jazuli yang kebetulan memiliki rumah di kampung Jogokariyan. Kemudian, dengan niatnya yang ingin membangun masjid, disampaikanlah kepada tokoh masyarakat setempat, seperti Bapak Zarkoni, Bapak Abdul Manan, H. Amin Said (satu-satunya warga yang sudah menjalankan ibadah haji pada tahu 1957 di tempat itu), Bapak Hadits Hadi Sutarno, KRT Widyodiningrat, Ibu Margoni, dan beberapa tokoh yang lain.
Masjid ini memiliki keunikan yaitu tidak membuang unsur budaya setempat dalam pembangunan masjidnya. Hal tersebut dapat dilihat pada logo masjidnya yang menggunakan tiga bahasa, yaitu Bahasa Arab, indonesia, dan Jawa.
Pada tahun 2016, Kementrian Agama Republik Indonesia Masjid Jogokariyan ditetapkan sebagai salah satu masjid percontohan dalam bidang pengelolaan masjid (idarah). Salah satu pengurus masjid, Ustaz H. Muhammad Jazir ASP menjelaskan bahwa dalam penetapan Masjid Jogokariyan sebagai masjid percontohan telah melalui beberapa seleksi. Mulai dari tingkat kecamatan, kota, provinsi, dan tingkat nasional.
Keberhasilan masyarakat setempat dalam mengelola masjidnya tidak terlepas dari pemahaman mereka tentang fungsi dasar dari sebuah masjid. Fungsi tersebut adalah kehadiran masjid harus dirasakan oleh masyarakat. Jadi, Masjid Jogokariyan dikelola oleh masyarakat melalui kegiatan-kegiatan.
Baca juga: Masjid Jogokariyan Jogja Cari Pemilik Nama Muhammad dan Maryam untuk Salat Subuh Berjamaah
(wid)
Lihat Juga :