Istilah Manusia, Produksi dan Reproduksi dalam Al-Quran
Jum'at, 17 Maret 2023 - 09:05 WIB
loading...
A
A
A
Quraish Shihab mengatakan kata insan terambil dari akar kata uns yang berarti jinak, harmonis, dan tampak. Pendapat ini, jika ditinjau dari sudut pandang Al-Quran lebih tepat dari yang berpendapat bahwa ia terambil dan kata nasiya (lupa), atau nasa-yanusu (berguncang).
Kitab Suci Al-Quran, seperti tulis Bint Al-Syathi' dalam Al-Quran wa Qadhaya Al-Insan, seringkali memperhadapkan insan dengan jin/jan. Jin adalah makhluk halus yang tidak tampak, sedangkan manusia adalah makhluk yang nyata lagi ramah.
Kata insan, digunakan Al-Quran untuk menunjuk kepada manusia dengan seluruh totalitasnya, jiwa dan raga. Manusia yang berbeda antara seseorang dengan yang lain, akibat perbedaan fisik, mental, dan kecerdasan.
Baca juga: Quraish Shihab: Islam Mengakui Eksistensi Agama Lain
Produksi dan Reproduksi Manusia
Al-Quran juga menguraikan produksi dan reproduksi manusia. Quraish Shihab mengatakan ketika berbicara tentang penciptaan manusia pertama, Al-Quran menunjuk kepada sang Pencipta dengan menggunakan pengganti nama berbentuk tunggal:
"Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dan tanah". (QS Shad [38]: 71).
Apa yang menghalangi kamu (iblis) sujud kepada apa yang Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku? (QS Shad [38]: 75).
Menurut Quraish Shihab, ketika berbicara tentang reproduksi manusia secara umum, Yang Maha Pencipta ditunjuk dengan menggunakan bentuk jamak. Demikian kesimpulan kita kalau membaca surat At-Tin ayat 4: Sesungguhnya Kami telah menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
Hal itu untuk menunjukkan perbedaan proses kejadian manusia secara umum dan proses kejadian Adam as. Penciptaan manusia secara umum, melalui proses keterlibatan Tuhan bersama selain-Nya, yaitu ibu dan bapak. Keterlibatan ibu dan bapak mempunyai pengaruh menyangkut bentuk fisik dan psikis anak, sedangkan dalam penciptaan Adam, tidak terdapat keterlibatan pihak lain termasuk ibu dan bapak.
Kitab Suci Al-Quran, seperti tulis Bint Al-Syathi' dalam Al-Quran wa Qadhaya Al-Insan, seringkali memperhadapkan insan dengan jin/jan. Jin adalah makhluk halus yang tidak tampak, sedangkan manusia adalah makhluk yang nyata lagi ramah.
Kata insan, digunakan Al-Quran untuk menunjuk kepada manusia dengan seluruh totalitasnya, jiwa dan raga. Manusia yang berbeda antara seseorang dengan yang lain, akibat perbedaan fisik, mental, dan kecerdasan.
Baca juga: Quraish Shihab: Islam Mengakui Eksistensi Agama Lain
Produksi dan Reproduksi Manusia
Al-Quran juga menguraikan produksi dan reproduksi manusia. Quraish Shihab mengatakan ketika berbicara tentang penciptaan manusia pertama, Al-Quran menunjuk kepada sang Pencipta dengan menggunakan pengganti nama berbentuk tunggal:
"Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dan tanah". (QS Shad [38]: 71).
Apa yang menghalangi kamu (iblis) sujud kepada apa yang Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku? (QS Shad [38]: 75).
Menurut Quraish Shihab, ketika berbicara tentang reproduksi manusia secara umum, Yang Maha Pencipta ditunjuk dengan menggunakan bentuk jamak. Demikian kesimpulan kita kalau membaca surat At-Tin ayat 4: Sesungguhnya Kami telah menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
Hal itu untuk menunjukkan perbedaan proses kejadian manusia secara umum dan proses kejadian Adam as. Penciptaan manusia secara umum, melalui proses keterlibatan Tuhan bersama selain-Nya, yaitu ibu dan bapak. Keterlibatan ibu dan bapak mempunyai pengaruh menyangkut bentuk fisik dan psikis anak, sedangkan dalam penciptaan Adam, tidak terdapat keterlibatan pihak lain termasuk ibu dan bapak.
Lihat Juga :