Ramadan Bulan Melatih Kesabaran Dalam Menyebarkan Kerahmatan

Rabu, 19 April 2023 - 14:43 WIB
loading...
Ramadan Bulan Melatih...
Ramadan merupakan bulan suci umat muslim di seluruh dunia. Sebulan penuh berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam sebagai wujud ibadah kepada Allah SWT. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A A A
MAKASSAR - Bulan Ramadan merupakan bulan suci bagi umat muslim di seluruh dunia. Selama sebulan penuh, umat muslim berpuasa dari fajar hingga terbenam matahari sebagai wujud ibadah kepada Allah SWT.

Namun selain beribadah, Ramadan juga diartikan sebagai bulan jihad oleh sebagian umat muslim.

Baca juga: PBNU Harap Ketegangan Politik Mereda selama Ramadan 2023

Imam Besar Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar, Prof Muammar Muhammad Bakry menjelaskan, meskipun ada beberapa perang (jihad) yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam konteks qital (peperangan fisik), namun perang yang sesungguhnya sejatinya adalah perang melawan hawa nafsu.

“Ramadan itu hanya semacam training, bulan madrasah, training untuk melatih jiwa untuk bersabar, mengajarkan atau menyebarkan kerahmatan. Bersabar untuk mengajarkan kerahmatan. Madrasah bagi nafsu dan upaya pembinaan jiwa kita sendiri,” ujar Muammar di Makassar, dikutip Rabu (19/4/2023).

Muammar melanjutkan, sesungguhnya hawa nafsu yang tidak terkendali, melawan nilai kemanusiaan, nilai kerahmatan. Itu yang seharusnya dilawan melalui semangat jihad. Karena potensi dalam diri manusia untuk menjadi jahat selalu ada.

Tapi kalau potensi tersebut tidak dilawan dengan potensi ketakwaan dan kerahmatan, maka bisa saja seseorang itu dikuasai oleh nafsu hewannya, hawa nafsunya.

Baca juga: Prediksi Malam Lailatulqadar Ramadan 2023 Menurut Beberapa Ulama

“Inilah yang menyalah artikan pemahaman keagamaan lalu dituruti hawa nafsunya untuk melakukan pembenaran atas apa yang mereka lakukan, seperti tindakan yang mengarah kepada destruktif, dalam bahasa agama ‘Irhab’ (terorisme), nah ini yang menggunakan hawa nafsu dalam memahami agama,” jelas Guru Besar Bidang Hukum Islam Kontemporer UIN Alauddin Makassar ini.

Pasalnya, penyelewengan makna Ramadan sebagai bulan jihad tersebut dapat berakibat fatal. Terlebih jika dijadikan alasan pembenaran untuk melakukan tindakan tindakan yang dapat mencederai nilai nilai kemanusiaan, menciptakan konflik dan gangguan bagi keharmonisan bangsa yang majemuk.

“Ini berbahaya sekali bagi harmonisasi bangsa kita, bangsa kita yang sungguh sangat kita nikmati hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, dengan tenang, dengan harmoni. Kalau ada kelompok yang memaksakan pemahaman eksklusifnya, dan salah memaknai agama, tentunya itu efek yang sangat berbahaya bagi pemahaman yang mengarah kepada radikalisme itu,” kata Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan ini.

Dalam kaitannya Ramadan sebagai bulan kemenangan, menurutnya, juga mengingatkan bangsa Indonesia dengan sejarah besar kemerdekaan tahun 1945 silam yang juga diraih saat bulan Ramadan. Dia menyebut, momentum ini harus diperingati sebagai momen membangun Indonesia secara lebih baik.

“Ramadan bagi kita bangsa Indonesia adalah sejarah besar, harus menjadi bulan yang mengingatkan kita tentang kemerdekaan yang sesungguhnya. Momentum bagi kita untuk menebarkan kerahmatan, kedamaian, membangun Indonesia secara lebih baik dan secara konstruktif,” ucapnya.

Muammar menyampaikan pesannya kepada segenap umat muslim dan masyarakat Indonesia untuk senantiasa mengingat catatan penting yang tersirat didalam kitab suci Al Qur'an tentang menjaga persaudaraan, yang tidak hanya dibangun selama bulan Ramadan saja tetapi dalam setiap jengkal dan waktu kehidupan bermasyarakat.

“Al Qur'an sudah memberikan catatan penting tentang persaudaraan. Kita selaku manusia dan selaku anak bangsa adalah bersaudara. Jangan dianggap saudara kebangsaan atau ukhuwah kebangsaan (ukhuwah wathoniyah) dan ukhuwah kemanusiaan bukan dari perintah agama. Justru itu perintah agama yang sangat prinsipil,” pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ribuan Petugas Satgas...
Ribuan Petugas Satgas Mina Disiagakan untuk Atur Arus Jemaah di Jamarat
Ramadan, Waktu yang...
Ramadan, Waktu yang Tepat Mendulang Berbagai Pahala
Komunitas Muslim Korea...
Komunitas Muslim Korea Semarakkan Bulan Suci Ramadan 1447 H dengan Beragam Kegiatan
Memasuki 10 Hari Terakhir...
Memasuki 10 Hari Terakhir Ramadan dan 10 Amalan Terbaiknya, Umat Muslim Wajib Tahu!
Kisah Hikmah : Berdoa...
Kisah Hikmah : Berdoa di Bulan Ramadan, Wanita Buta Bisa Melihat Lagi
Memasuki 10 Hari Kedua...
Memasuki 10 Hari Kedua Ramadan : Fase Ampunan dan Perbanyak Amalan Terbaik
Rekomendasi
Gempa Turki dan Suriah,...
Gempa Turki dan Suriah, UNESCO: Warisan Budaya dan Sejarah Dunia dalam Bahaya
Ilmuwan Menemukan Dunia...
Ilmuwan Menemukan 'Dunia Sponge Bob' Jauh di Bawah Es Antartika
Bromo Bersalju: Selimut...
Bromo Bersalju: Selimut Kristal Es Ajaib Selimuti Lautan Pasir, Pertanda Apa?
Artikel Terkini
Doa agar Dijauhkan dari...
Doa agar Dijauhkan dari Perceraian dan Konflik Rumah Tangga
Cara Islam Mengelola...
Cara Islam Mengelola Konflik Rumah Tangga: Teladan Rasulullah, Fatimah, dan Ali bin Abi Thalib
Soal Waktu : Benarkah...
Soal Waktu : Benarkah Sehari di Akhirat Sama dengan 1.000 Tahun di Dunia?
Ayat-ayat Al Quran dan...
Ayat-ayat Al Quran dan Hadis Nabi tentang Waktu
Tiga Dimensi Waktu yang...
Tiga Dimensi Waktu yang Dimiliki Manusia, Kaum Muslim Wajib Tahu
Konsep Waktu dalam Islam...
Konsep Waktu dalam Islam : Amanah Allah yang Wajib Dijaga dan Dipertanggungjawabkan
Infografis
Jadwal Imsakiyah Bulan...
Jadwal Imsakiyah Bulan Ramadan 1443 H Wilayah Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved