KH Abdullah Jaidi: Tabayyun Tanda Penguasaan Wawasan Agama yang Kuat

Jum'at, 12 Mei 2023 - 06:35 WIB
loading...
KH Abdullah Jaidi: Tabayyun...
Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, KH Abdullah Jaidi. Foto/Ist
A A A
Peningkatan pemahaman beragama adalah keharusan bagi setiap muslim. Dengan memiliki pemahaman yang kuat, seseorang dapat menyikapi penafsiran agama atau pemberitaan dengan melakukan tabayyun.

Tabayyun artinya menguji kebenaran sebuah informasi agar tidak salah tafsir. Ini penting agar kejadian penyerangan di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat beberapa hari lalu tidak terjadi lagi.

"Kejadian itu terjadi karena pelaku tidak memiliki wawasan keagamaan yang kuat dan tidak tabayyun. Si pelaku ingin melampiaskan apa yang menjadi keyakinan dia, bahwa mimpinya itu benar. Padahal mimpi itu ada dua, dari Allah dan Rasulnya, atau mimpi dari setan," kata Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, KH Abdullah Jaidi di Jakarta, Rabu (10/5/2023).

Kalau mimpi dari setan pasti bertentangan dengan ajaran agama. Tetapi kalau mimpi dari Allah dan Rasulnya menjurus kepada kebaikan. Menurut Kiyai Abdullah Jaidi, kasus seperti ini bukanlah hal baru. Banyak sekali orang yang bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW dan mengaku dapat wangsit, padahal dia bukan seorang yang ahli agama. Wangsitnya adalah bahwa harus ada persatuan dan kesatuan (seluruh) umat Islam di dunia.

"Ini berarti dia tidak paham konsep kenegaraan. Di dunia ini ada negara-negara yang berdiri atas kemauan rakyatnya. Ada negara yang kesepakatan rakyatnya itu berbentuk negara Islam, nasionalis, ataupun komunis. Indonesia itu kesepakatannya adalah negara republik, yang memiliki dasar hukum dan aturan sendiri, begitu juga dengan negara lainnya. Inilah yang tidak disadari," jelasnya.

Jadi kata Kiyai Jaidi, seorang dai dan ulama perlu memiliki wawasan kebangsaan. Wawasan kebangsaan bukan bertujuan untuk bertentangan dengan agama, melainkan yang mengacu pada ajaran agama itu sendiri.

Ketua Dewan Syura Al-Irsyad Al-Islamiyyah ini menjelaskan, setiap orang atau kelompok itu pasti memiliki keterbatasan ilmu, karena itu jangan mengatakan bahwa pahamnyalah yang paling benar. Dengan sikap tersebut, kemudian menafikan pemahaman yang lain sehingga ekstrem dalam pergaulan dan pemahaman beragama.

"Kalau MUI, Kementerian Agama, ataupun BNPT menekankan wawasan serta moderasi beragama, itu bertujuan untuk menyelamatkan generasi muda, dai dan ulama kita. Harapannya mereka ini tidak tercemar dengan pemahaman ekstrem yang tadi saya sampaikan. Tidak hanya dari masjid ataupun pesantren, terkadang juga dari media sosial," ungkapnya.

Kiyai Jaidi mencontohkan, ada ustaz-ustaz idola mereka yang memasukkan paham ekstrem lalu mem-brainwashing pemikiran mereka menjadi keras. Kalau pahamnya ini sudah ekstrem akan menjurus kepada sikap dan perilaku yang menyendiri atau eksklusif dalam kehidupan berkelompok.

Ia menambahkan, semua pihak perlu antisipasi jika terjadi tindakan ekstrem yang dilakukan oleh kelompok radikal. Apalagi menjelang tahun politik seperti sekarang ini, bisa saja dimunculkan masalah-masalah yang sangat sensitif di dalam perkara politik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
MUI Ajak Umat Islam...
MUI Ajak Umat Islam Jadikan Iduladha Momentum Perkuat Persatuan dan Tingkatkan Kepedulian
Beda Pandangan soal...
Beda Pandangan soal Dam Haji, DPR Sarankan Kemenhaj dan MUI Cari Titik Temu
Beda Fatwa dengan MUI...
Beda Fatwa dengan MUI Soal Dam Haji, Kemenhaj: Bukan Paksakan, Tapi Sediakan Keleluasaan Fiqh Haji
MUI Tegaskan Penyembelihan...
MUI Tegaskan Penyembelihan Hewan DAM Harus di Tanah Suci
3 Penentu Awal Bulan...
3 Penentu Awal Bulan Hijriah: Mustahil, Pasti Terlihat, dan Imkanur Rukyat
KH Cholil Nafis Resmi...
KH Cholil Nafis Resmi Menjadi Ketua Badan Pengurus DSN-MUI
Rekomendasi
Arus Atlantik Melemah,...
Arus Atlantik Melemah, Ilmuwan Ungkap Kondisi Berbahaya di Laut
Afrika Mulai Terbagi...
Afrika Mulai Terbagi Menjadi Dua dan Membentuk Samudra Keenam di Bumi
Cari Tahu Pemicu Musnahnya...
Cari Tahu Pemicu Musnahnya Dinosaurus, Tanda-tanda Kiamat Ditemukan di Dasar Laut
Artikel Terkini
Soal Waktu : Benarkah...
Soal Waktu : Benarkah Sehari di Akhirat Sama dengan 1.000 Tahun di Dunia?
Ayat-ayat Al Quran dan...
Ayat-ayat Al Quran dan Hadis Nabi tentang Waktu
Tiga Dimensi Waktu yang...
Tiga Dimensi Waktu yang Dimiliki Manusia, Kaum Muslim Wajib Tahu
Konsep Waktu dalam Islam...
Konsep Waktu dalam Islam : Amanah Allah yang Wajib Dijaga dan Dipertanggungjawabkan
Nasihat Salafus Shalih...
Nasihat Salafus Shalih tentang Waktu, Pengingat Keras bagi yang Lalai
Kisah Dakwah Nabi Muhammad...
Kisah Dakwah Nabi Muhammad di Gua Tsur, Pelajaran Besar dari Hijrah ke Madinah
Infografis
Mengenal Latto-Latto,...
Mengenal Latto-Latto, Fenomena Permainan Anak yang Tengah Viral
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved