10 Adab Bicara Seorang Muslimah yang Penting Diketahui
Minggu, 28 Mei 2023 - 12:30 WIB
loading...
Seorang muslimah dalam berbicara harus memerhatikan adab-adab yang ada dalam syariat, agar muslimah tetap terlindungi dari fitnah. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Dalam berbicara seorang muslim memiliki adab-adab -nya, termasuk untuk seorang muslimah. Ia harus menggunakan tata karma dan tutur kata yang baik. Jangan sampai bahasa lisan yang disampaikan menyakiti orang lain, ketus, nyelekit dan menimbulkan permusuhan. Akhlak yang baik akan mengeluarkan bahasa yang baik.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah mencontohkan kepada kita. Betapa lembut dan dan santunnya perkataan beliau. Sehingga masing-masing lawan bicaranya merasa dia yang paling dimuliakan Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam.
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia “. (QS An nisa:114)
Baca juga: Inilah Cara Berdakwah Muslimah Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW
Dan ketahuilah wahai muslimah, semoga Allah ta’ala merahmatimu dan menunjukimu kepada jalan kebaikan, bahwa disana ada yang senantiasa mengamati dan mencatat perkataanmu.
“Seorang duduk disebelah kanan,dan yang lain duduk disebelah kiri.tiada satu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (QS Qaaf:17-18).
Rasulullah saw bersabda:“ Siapa yang beriman Kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia mengatakan yang baik atau diam,” (HR. Bukhari dan Muslim).
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah mencontohkan kepada kita. Betapa lembut dan dan santunnya perkataan beliau. Sehingga masing-masing lawan bicaranya merasa dia yang paling dimuliakan Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam.
Berikut beberapa adab atau cara berbicara muslimah:
1. Jangan terlalu banyak bicara, berceloteh yang tidak bermanfaat.
Berhati-hatilah dari terlalu banyak berceloteh dan terlalu banyak berbicara. Jadikan ucapan yang disampaikan menjadi perkataan yang ringkas, jelas yang tidak bertele-tele yang dengannya akan memperpanjang pembicaraan.Allah Ta’ala berfirman:
لا خير في كثير من نجواهم إلا من أمر بصدقة أو معروف أو إصلاح بين الناس
“Dan tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia “. (QS An nisa:114)
Baca juga: Inilah Cara Berdakwah Muslimah Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW
Dan ketahuilah wahai muslimah, semoga Allah ta’ala merahmatimu dan menunjukimu kepada jalan kebaikan, bahwa disana ada yang senantiasa mengamati dan mencatat perkataanmu.
عن اليمين وعن الشمال قعيد. ما يلفظ من قولٍ إلا لديه رقيب عتيد
“Seorang duduk disebelah kanan,dan yang lain duduk disebelah kiri.tiada satu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (QS Qaaf:17-18).
2. Hati-hati dalam berbicara
Berusahalah mengontrol lidah hanya untuk mengucapkan perkataan yang bernilai positif dan tidak menyinggung atau menyakiti. Berbicaralah dengan hati-hati, jangan sampai lepas kendali. Hendaknya kita pun senantiasa mengingat akan satu firman Allah Ta'ala yang artinya: “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir,” (QS. Qaaf : 18)3. Berkata yang baik, jika tidak hendaknya diam
Berkata yang baik juga merupakan salah satu ciri orang yang beriman kepada Allah. Sekiranya tidak mampu untuk berbicara yang baik, atau merasa bibir ini gatal manakala mendengar orang bergosip, maka sebaiknya menjauhlah dari hal-hal tersebut. Jangan turut mendengarkan, yang akan memancing untuk turut serta.Rasulullah saw bersabda:“ Siapa yang beriman Kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia mengatakan yang baik atau diam,” (HR. Bukhari dan Muslim).
4. Tidak mencela
Rasulullah saw bersabda, “Bukanlah seorang mukmin tidak suka mencela, melaknat dan berkata-kata keji,” (HR. Tirmidzi dengan sanad shahih). Dengan kata lain, hadits di atas mengatakan bahwa orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang selalu berbicara dalam kebaikan.Lihat Juga :