Ingatkan Jemaah Lansia Tak Memaksa Arbain, Bimbad Sosialisasi Door to Door
Selasa, 30 Mei 2023 - 11:13 WIB
loading...
Bimbingan Ibadah (Bimbad) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melakukan sosialisasi door to door ke tempat penginapan jemaah. Foto/Sucipto/SINDOnews
A
A
A
MADINAH - Bimbingan Ibadah (Bimbad) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melakukan sosialisasi door to door ke tempat penginapan jemaah . Upaya jemput bola tersebut untuk mengingatkan jemaah haji agar tidak memaksakan diri melakukan arbain yakni salat 40 waktu di masjid.
Alasannya, karena jemaah haji lansia harus menjaga kesehatannya dan menyiapkan fisiknya menghadapi puncak ibadah haji di Mekkah.
Baca juga: Stiker Lindungi Lansia Terpampang di Setiap Sudut Hotel Jemaah Haji
Pembimbing Ibadah Kloter 5 Mirza Deswani mengatakan di Kloter 5 hampir 65% ini masuk kategori lansia. Salah satu tantangan terberat memberi sosialisasi ke lansia adalah soal komunikasi.
“Kami ngomongnya harus pelan-pelan karena memang mereka tidak bisa paham kalau terlalu cepat dan harus berkala. Itu sebenarnya tantangan terberat memberi pemahaman ke lansia,” ujarnya, Selasa (10/5/2023).
Untuk menyiasatinya, kata Mirza, pihaknya melakukan sosialisasi dengan cara door to door yakni masuk satu pintu ke pintu menjemput jemaah lansia. Harus diberi pemahaman secara perlahan untuk bisa menyimpan staminanya agar tidak terlalu lelah.
"Jemaah haji itu beranggapan kalau di Madinah wajib melaksanakan arbain. Tapi bagi lansia, arbain itu berat, apalagi harus bolak-balik masjid hotel sehari lima kali,” ucapnya.
Mirza menegaskan arbain adalah sunnah. Sedangkan rukun haji wajib dilaksanakan. Sehingga, perlu ada pengaturan stamina dan tenaga. Jangan sampai sunnahnya dikejar tapi yang wajib tertinggal. Itu justru hajinya menjadi tidak sah karena meninggalkan yang wajib.
“Saya keliling masuk satu pintu ke pintu yang lain. Temui jemaah lansia dan yang ada di kamar itu. Kami berikan sosialisasi, kami beri wawasan agar tidak memaksa melakukan arbain,” kata Mirza
Alasannya, karena jemaah haji lansia harus menjaga kesehatannya dan menyiapkan fisiknya menghadapi puncak ibadah haji di Mekkah.
Baca juga: Stiker Lindungi Lansia Terpampang di Setiap Sudut Hotel Jemaah Haji
Pembimbing Ibadah Kloter 5 Mirza Deswani mengatakan di Kloter 5 hampir 65% ini masuk kategori lansia. Salah satu tantangan terberat memberi sosialisasi ke lansia adalah soal komunikasi.
“Kami ngomongnya harus pelan-pelan karena memang mereka tidak bisa paham kalau terlalu cepat dan harus berkala. Itu sebenarnya tantangan terberat memberi pemahaman ke lansia,” ujarnya, Selasa (10/5/2023).
Untuk menyiasatinya, kata Mirza, pihaknya melakukan sosialisasi dengan cara door to door yakni masuk satu pintu ke pintu menjemput jemaah lansia. Harus diberi pemahaman secara perlahan untuk bisa menyimpan staminanya agar tidak terlalu lelah.
"Jemaah haji itu beranggapan kalau di Madinah wajib melaksanakan arbain. Tapi bagi lansia, arbain itu berat, apalagi harus bolak-balik masjid hotel sehari lima kali,” ucapnya.
Mirza menegaskan arbain adalah sunnah. Sedangkan rukun haji wajib dilaksanakan. Sehingga, perlu ada pengaturan stamina dan tenaga. Jangan sampai sunnahnya dikejar tapi yang wajib tertinggal. Itu justru hajinya menjadi tidak sah karena meninggalkan yang wajib.
“Saya keliling masuk satu pintu ke pintu yang lain. Temui jemaah lansia dan yang ada di kamar itu. Kami berikan sosialisasi, kami beri wawasan agar tidak memaksa melakukan arbain,” kata Mirza
Lihat Juga :