Cara Unik Jemaah Haji Indonesia agar Mudah Dikenali dan Tak Tersesat di Madinah

Rabu, 31 Mei 2023 - 11:36 WIB
loading...
Cara Unik Jemaah Haji...
Jemaah haji asal Embarkasi Surabaya mengenakan syal warna kuning agar mudah dikenali di tengah ribuan jemaah saat berada di Tanah Suci. FOTO/SINDOnews/SUCIPTO
A A A
JAKARTA - Ribuan jemaah haji dari berbagai negara di dunia mulai membanjiri Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji 1444 H/2023 M. Tidak terkecuali jemaah haji asal Indonesia.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) hingga kini sudah 43.934 jemaah dari 115 kloter telah tiba di Madinah.

Jemaah haji yang tumpah ruah di Masjid Nabawi hingga mencapai puluhan ribu orang, seringkali membuat jemaah terpisah dari rombongan. Kondisi ini tentu akan menyulitkan jemaah saat akan kembali ke penginapan. Terutama bagi jemaah yang belum menguasai wilayah Markaziyah atau Kompleks Masjid Nabawi.



Untuk mencegah hal itu, jemaah haji Indonesia memiliki cara unik agar mudah mengenali dan mencegah jemaah tersesat karena berpisah dengan rombongannya. Caranya cukup kreatif yakni, memakai atribut dengan warna yang sangat mencolok. Mulai dari syal, peci, baju, kerudung hingga mukena.

Seperti yang dilakukan jemaah haji asal OKU Timur, Sumatera Selatan, Komaru Hadi (48), yang mengenakan baju berwarna oranye. Menurut dia, seragam tersebut diberikan saat akan berangkat ke Madinah.

"Semua rombongan pakai seragam warna oranye ini, biar gampang dikenali sama teman satu rombongan kalau kesasar. Jadi saling mengawasi," ucapnya.

Hadi menilai seragam ini sangat bermanfaat bagi jemaah. Sebab jemaah akan mudah menemukan rombongannya meski berada di tengah lautan manusia. "Bermanfaat sekali," katanya.

Baca juga: Kisah Mbah Soleh, Jemaah Haji Tuna Netra Magetan yang Rela Jual Tanah Demi ke Tanah Suci

Begitu juga dengan Fathatul Syarifah (68), jemaah haji asal Pemekasan, Jawa Timur. Untuk membedakan dengan jemaah lain, ia bersama teman-temannya mengenakan kerudung berwarna kuning.

"Saya sama rombongan kompak pakai kerudung warna ini, supaya dari jauh kelihatan kalau salah jalan karena misah sama rombongan," ucapnya.

Lain lagi dengan Muti (65), yang mengenakan mukenah warna jingga. Jemah haji asal Pacitan, Jawa Timur ini menuturkan, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) tempatnya bergabung memberikan mukenah dengan motif yang seragam. Tujuannya, agar sesama jemaah satu kloter mudah mengenali satu sama lain.

"Jadi meski berada di dalam masjid kita gampang mengenali jemaah lain yang masih satu kloter dengan kita," ucapnya.

Begitu juga dengan jemaah haji asal Suwarni (50), yang mengenakan syal warna kuning. Syal yang dikenakan di leher tersebut bergambar bendera Merah Kutih dan keterangan mengenai nomor kloter 6 embarkasi Surabaya (SUB) 6 serta nama daerahnya.

"Ini tanda pengenal. Jadi kalau ada yang tersesat bisa ketahuan dari mana asalnya," ucapnya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
Rekomendasi
Perbedaan Fenomena Matahari...
Perbedaan Fenomena Matahari Terbit dari Barat Versi Al-Qur'an dan Ilmuwan Barat
4 Penemuan Ilmuwan Muslim...
4 Penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia saat Ini
Mengapa Pelangi Terlihat...
Mengapa Pelangi Terlihat Ada 7 Warna? Ini Fakta Sebenarnya
Artikel Terkini
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Infografis
Perbandingan Jumlah...
Perbandingan Jumlah Muslim antara India, Pakistan, dan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved