Mualaf: Kisah 6 Orang Etnis Korea di Kyrgyzstan Memeluk Islam
Rabu, 07 Juni 2023 - 09:08 WIB
loading...
Abdusabr. muslim Korea di Kyrgyztan. Foto/Ilustrasi: YouTube
A
A
A
Kisah etnis Korea yang tinggal di Asia Tengah semakin menarik. Belakangan mereka cenderung memeluk Islam . Majalah Islam Umma belum lama ini merilis video di kanal YouTubetentang kisah 6 warga Korea lokal di Kyrgyzstan yang masuk Islam.
Orang Korea pertama kali datang ke Asia Tengah hampir 90 tahun yang lalu. Pada tahun 1937, sekitar 171.781 orang Korea yang tinggal di provinsi Timur Jauh Uni Soviet dikirim secara paksa ke Kazakhstan dan Uzbekistan , yang kala itu berada di bawah kendali Soviet .
Pihak berwenang mengusir orang-orang Korea ini karena mereka dicurigai sebagai mata-mata Jepang. Pada saat itu Uni Soviet dan Jepang sedang berperang.
Baca juga: Serius Kembangkan Wisata Ramah Muslim, Ini Strategi Korea
Beberapa dari orang Korea yang dideportasi ini menetap di negara tetangga, Kyrgyzstan . Negeri ini merupakan rumah bagi 17.000 warga Korea. Orang Korea di Kyrgyzstan sebagian besar beragama Kristen, tersebar di kelompok agama Ortodoks, Katolik, dan Protestan. Beberapa lusin anggota komunitas Buddhis kecil Kyrgyzstan, yang terdiri dari sekitar 120 anggota.
Orang Korea yang tinggal di Kyrgyzstan secara substansial berbeda dari orang Korea Selatan dan Korea Utara. Mereka memiliki tradisi dan kebiasaan mereka sendiri. Mereka diintegrasikan ke dalam masyarakat Kyrgyz melalui budaya lokal dan perkawinan antaretnis dengan Kyrgyz dan etnis lainnya.
Integrasi mereka menjadi lebih kompleks karena beberapa mulai masuk Islam pada awal tahun 2000-an. Enam kisah pribadi yang dibagikan oleh Majalah Umma menunjukkan tren ini. Keenam pria itu mengubah nama mereka agar sesuai dengan identitas baru mereka.
Perubahan nama ini memiliki beberapa prioritas — otoritas Soviet memaksa orang Korea untuk mengubah nama mereka menjadi nama Rusia setelah relokasi mereka ke Asia Tengah pada tahun 1937.
Yurii Muhammad Yusuf adalah yang pertama di antara mereka yang masuk Islam pada tahun 2004. Perubahannya tidak dapat dipercaya, bahkan untuk dirinya sendiri. “Jika seseorang mengatakan kepada saya di awal tahun 2000-an bahwa saya akan membaca Al-Quran dalam bahasa Arab, saya akan menjawab bahwa itu tidak mungkin dan fantasi,” katanya.
Baca juga: Cerita Ayana Moon Jadi Muslim di Korea Selatan, Harus Beli Alat Shalat dari Indonesia
Orang Korea pertama kali datang ke Asia Tengah hampir 90 tahun yang lalu. Pada tahun 1937, sekitar 171.781 orang Korea yang tinggal di provinsi Timur Jauh Uni Soviet dikirim secara paksa ke Kazakhstan dan Uzbekistan , yang kala itu berada di bawah kendali Soviet .
Pihak berwenang mengusir orang-orang Korea ini karena mereka dicurigai sebagai mata-mata Jepang. Pada saat itu Uni Soviet dan Jepang sedang berperang.
Baca juga: Serius Kembangkan Wisata Ramah Muslim, Ini Strategi Korea
Beberapa dari orang Korea yang dideportasi ini menetap di negara tetangga, Kyrgyzstan . Negeri ini merupakan rumah bagi 17.000 warga Korea. Orang Korea di Kyrgyzstan sebagian besar beragama Kristen, tersebar di kelompok agama Ortodoks, Katolik, dan Protestan. Beberapa lusin anggota komunitas Buddhis kecil Kyrgyzstan, yang terdiri dari sekitar 120 anggota.
Orang Korea yang tinggal di Kyrgyzstan secara substansial berbeda dari orang Korea Selatan dan Korea Utara. Mereka memiliki tradisi dan kebiasaan mereka sendiri. Mereka diintegrasikan ke dalam masyarakat Kyrgyz melalui budaya lokal dan perkawinan antaretnis dengan Kyrgyz dan etnis lainnya.
Integrasi mereka menjadi lebih kompleks karena beberapa mulai masuk Islam pada awal tahun 2000-an. Enam kisah pribadi yang dibagikan oleh Majalah Umma menunjukkan tren ini. Keenam pria itu mengubah nama mereka agar sesuai dengan identitas baru mereka.
Perubahan nama ini memiliki beberapa prioritas — otoritas Soviet memaksa orang Korea untuk mengubah nama mereka menjadi nama Rusia setelah relokasi mereka ke Asia Tengah pada tahun 1937.
Yurii Muhammad Yusuf adalah yang pertama di antara mereka yang masuk Islam pada tahun 2004. Perubahannya tidak dapat dipercaya, bahkan untuk dirinya sendiri. “Jika seseorang mengatakan kepada saya di awal tahun 2000-an bahwa saya akan membaca Al-Quran dalam bahasa Arab, saya akan menjawab bahwa itu tidak mungkin dan fantasi,” katanya.
Baca juga: Cerita Ayana Moon Jadi Muslim di Korea Selatan, Harus Beli Alat Shalat dari Indonesia
Lihat Juga :