Raja Charles III Pernah Bilang Barat Perlu Lebih Memahami Islam
Kamis, 15 Juni 2023 - 18:05 WIB
loading...
Raja Ingris, Raja Charles III, mengingatkan Barat agar lebih banyak belajar tentang Islam untuk menekan kesalahpahaman. Foto/Ilustrasi: MEE
A
A
A
Raja Inggris yang baru, Raja Charles III , memiliki masa lalu yang menyenangkan bagi umat Islam . Pada saat masih sebagai putra mahkota, ia seringkali berbicara positif tentang Islam dan muslim.
Charles, yang menjadi raja baru pada 6 Mei 2023, menggantikan ibunya Ratu Elizabeth II yang meninggal, bukanlah seorang Muslim - tetapi kekaguman dan pengetahuannya tentang iman Islam didokumentasikan dengan baik.
Charles, misalnya, telah berbicara tentang perlunya orang-orang di Barat untuk lebih memahami Islam. Menurut Middle East Eye (MEE), hal ini antara lain disampaikan dalam pidatonya pada Oktober 1993.
“Jika ada banyak kesalahpahaman di Barat tentang sifat Islam, ada juga banyak ketidaktahuan tentang utang budaya dan peradaban kita kepada dunia Islam. Ini adalah kegagalan yang, menurut saya, berasal dari jaket pengekang sejarah yang telah kita warisi,” katanya di Pusat Studi Islam Oxford.
Baca juga: Ini yang Dikatakan Raja Charles III tentang Islam dan Lingkungan
Dia mengatakan bahwa Islam telah "melestarikan pandangan metafisik dan terpadu tentang diri kita dan dunia di sekitar kita", yang telah hilang dari Barat setelah revolusi ilmiah.
Dia juga meminta orang untuk menolak godaan untuk mengasosiasikan ekstremisme dengan Islam.
“Kita tidak boleh tergoda untuk percaya bahwa ekstremisme dalam beberapa hal merupakan ciri khas dan esensi Muslim. Ekstrimisme bukan lagi monopoli Islam melainkan juga monopoli agama lain, termasuk Kristen,” katanya.
“Sebagian besar Muslim, meskipun secara pribadi saleh, moderat dalam politik mereka. Agama mereka adalah 'agama jalan tengah'. Nabi sendiri selalu tidak menyukai dan takut akan ekstremisme.”
Belajar Bahasa Arab
Raja Charles III tak awam terhadap muslim dan Islam. Ia belajar Bahasa Arab karena ingin lebih memahami Al-Quran. Ia juga seringkali berbicara tentang sejarah dan teologi Islam.
Charles, yang menjadi raja baru pada 6 Mei 2023, menggantikan ibunya Ratu Elizabeth II yang meninggal, bukanlah seorang Muslim - tetapi kekaguman dan pengetahuannya tentang iman Islam didokumentasikan dengan baik.
Charles, misalnya, telah berbicara tentang perlunya orang-orang di Barat untuk lebih memahami Islam. Menurut Middle East Eye (MEE), hal ini antara lain disampaikan dalam pidatonya pada Oktober 1993.
“Jika ada banyak kesalahpahaman di Barat tentang sifat Islam, ada juga banyak ketidaktahuan tentang utang budaya dan peradaban kita kepada dunia Islam. Ini adalah kegagalan yang, menurut saya, berasal dari jaket pengekang sejarah yang telah kita warisi,” katanya di Pusat Studi Islam Oxford.
Baca juga: Ini yang Dikatakan Raja Charles III tentang Islam dan Lingkungan
Dia mengatakan bahwa Islam telah "melestarikan pandangan metafisik dan terpadu tentang diri kita dan dunia di sekitar kita", yang telah hilang dari Barat setelah revolusi ilmiah.
Dia juga meminta orang untuk menolak godaan untuk mengasosiasikan ekstremisme dengan Islam.
“Kita tidak boleh tergoda untuk percaya bahwa ekstremisme dalam beberapa hal merupakan ciri khas dan esensi Muslim. Ekstrimisme bukan lagi monopoli Islam melainkan juga monopoli agama lain, termasuk Kristen,” katanya.
“Sebagian besar Muslim, meskipun secara pribadi saleh, moderat dalam politik mereka. Agama mereka adalah 'agama jalan tengah'. Nabi sendiri selalu tidak menyukai dan takut akan ekstremisme.”
Belajar Bahasa Arab
Raja Charles III tak awam terhadap muslim dan Islam. Ia belajar Bahasa Arab karena ingin lebih memahami Al-Quran. Ia juga seringkali berbicara tentang sejarah dan teologi Islam.
Lihat Juga :